Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label HALAL HARAM PAKAI DALIL. Show all posts
Showing posts with label HALAL HARAM PAKAI DALIL. Show all posts

Thursday, February 12, 2026

54944. HALAL HARAM PAKAI DALIL BUKAN KATANYA

 


HALAL HARAM PAKAI DALIL BUKAN KATANYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa hukum halal dan haram

Wajib punya dalil?

 

Jawaban.

 

1)        Menentukan halal–haram adalah hak Allah, bukan hak manusia

 

2)        Dilarang berkata halal–haram tanpa ilmu

 

3)        Mengharamkan yang halal itu dosa

 

4)        Standar halal–haram: wahyu, bukan tokoh

 

5)        Yang halal dan haram sudah diterangkan dengan jelas

 

Penjelasan.

 

 

A.       Menentukan halal haram adalah hak Allah, bukan hak manusia

 

 

1)        Al-Qur’an tegaskan.

2)        Yang berhak menetapkan hukum hanya Allah:

 

3)        “Menetapkan hukum hanya hak Allah.”

 

QS. Yusuf (12:40)



مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

 

Kamu tidak menyembah selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan hanya kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itu agama yang lurus, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

 

 

4)        Artinya:

5)        Tak boleh mengharamkan atau menghalalkan sesuatu.

 

6)        Hanya berdasar pendapat pribadi, tradisi, atau tokoh.

 

7)        Tanpa dalil wahyu.

 

 

B.       Dilarang berkata halal–haram tanpa ilmu

 

1)        Allah keras melarang.

2)        Asal bicara hukum agama:

 

3)        “Jangan kamu mengatakan dusta yang keluar dari mulutmu: ‘Ini halal dan ini haram’, untuk berbohong pada Allah.”

 

QS. An-Nahl (16:116)

 

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

 

Dan jangan kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.

 

4)        Pesannya jelas:

5)        Dilarang ikut halal dan haram

 

6)        Berdasar “katanya ustaz”, “kata leluhur”, atau “menurut kebiasaan” .

 

7)        Harus berdasar dalil.

 

 

C.       Mengharamkan yang halal itu dosa

 

1)        Dilarang berlebihan mengharamkan:

 

2)        “Wahai orang-orang beriman, jangan kamu mengharamkan yang baik-baik yang Allah halalkan bagimu.”

 

 

 

QS. Al-Mā’idah (5:87)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan jangan kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang melampaui batas.

 

3)        Terlalu mudah mengharamkan itu melewati batas

 

4)        Agama bukan dipersulit

 

 

D.       Standar halal–haram: wahyu, bukan tokoh

 

1)        Al-Qur’an kritik umat terdahulu .

2)        Yang ikuti tokoh

3)        Tapi tanpa dalil:

 

4)        “Mereka menjadikan para ulama dan rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.”

 

 

QS. At-Taubah (9:31)

 

 

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

 

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

 

5)        Maksudnya tak menyembah.

6)        Tapi:

 

7)        Taat penetapan halal–haram mereka.

8)         Meskipun bertentangan dengan wahyu

 

 

E.       Yang halal dan haram sudah dijelaskan dengan jelas

 

1)        Allah tegaskan.

2)        Hukum pokok itu jelas.

3)        Hukuim pokok tak samar:

 

4)        “Dia telah menjelaskan kepadamu apa yang Dia haramkan atasmu.”

 


(QS. Al-An‘ām (6:119)

 

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya ikut persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanya berdusta (pada Allah).

 

5)        Artinya:

 

6)        Hal yang jelas dalilnya

7)        Maka diikuti

 

8)        Hal yang tidak ada dalil.

9)        Tak dipaksakan haram

 

KESIMPULAN

 

1)        Halal–haram harus ada dalil dari Al-Qur’an dan Sunah

 

2)         Tidak sah.

3)        Jika hanya karena:

 

a.        Katanya tokoh

b.        Tradisi turun-temurun

 

c.        Perasaan pribadi

d.        Mayoritas orang

 

4)        Beragama itu taat kepada dalil.

5)        Bukan taat pada “katanya”.

 

 

VERSI SISWA

 

HUKUM HALAL–HARAM HARUS ADA DALIL

 

1.         Yang menentukan halal–haram hanya Allah

 

1)        Dalam Islam.

2)        Yang boleh menentukan halal dan haram.

 

3)        Bukan manusia.

4)        Tapi Allah.

 

5)        “Menetapkan hukum hanya hak Allah.”
(QS. Yusuf: 40)

 

 

6)        Manusia tidak boleh asal menentukan sesuatu halal atau haram.

 

2.         Tak boleh bilang halal–haram tanpa dasar

 

1)        Allah melarang sebut halal atau haram.

 

2)        Jika tanpa ilmu.

 

3)        “Jangan kamu katakan: ini halal dan ini haram, padahal dusta atas nama Allah.”
(QS. An-Nahl: 116)

 

 

4)        Tak cukup hanya katanya:

 

a.        Katanya ustaz

b.        Katanya orang tua

 

c.        Katanya kebiasaan

d.        Harus ada dalil.

 

3.         Mengharamkan yang halal itu salah

 

1)        Islam tak mempersulit.

2)        “Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik yang telah Allah halalkan.”


(QS. Al-Mā’idah: 87)

 

3)        Jika Allah halalkan.

4)        Maka manusia tak boleh haramkan.

 

4.         Mengikuti tokoh tanpa dalil itu berbahaya

 

1)        Al-Qur’an ingatkan.

2)        Agar tak ikut-ikutan tokoh.

3)        Jika tak sesuai wahyu.

 

4)        “Mereka menjadikan ulama dan rahib sebagai tuhan selain Allah.”

 

(QS. At-Taubah: 31)

 

 

5)        Maksudnya:

6)        Mengikuti ucapan tokoh .

 

7)        Soal halal–haram

8)        Tapi tanpa dalil.

 

5.         Dalil itu pedoman utama

 

1)        Allah jelaskan mana halal dan haram.

 

2)        “Allah telah menjelaskan apa yang Dia haramkan atas kamu.”

 

(QS. Al-An‘ām: 119)

 

3)        Jadi:

4)        Ada dalil → diikuti

5)        Tidak ada dalil → jangan dipaksakan

 

KESIMPULAN SISWA)

 

1)        Halal–haram harus berdasar Al-Qur’an dan Sunah

 

2)        Tidak boleh berdasar:

 

 

a.        Perasaan

b.        Tradisi

c.        Kata orang

 

3)        Islam pakai dalil.

4)        Bukan pakai katanya.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Top of Form

Bottom of Form

Bottom of Form