Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, September 12, 2025

43331. BEDA TAFSIR KLASIK DAN MODERN

 




 

CONTOH BEDA TAFSIR KLASIK DAN MODERN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Contoh 1:

Surah Al-Baqarah [2]: 2


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertakwa,

 

Tafsir Klasik

Ibnu Kasir, Thabari:

 

1)        Maksud “laa raiba fiih”

 

Tak ada keraguan bahwa Al-Qur’an datang dari Allah.

Bukan dari manusia atau makhluk lain.

 

2)        “Hudan lil muttaqiin”

Petunjuk khusus hanya manfaat bagi orang bertakwa.

 

Tafsir Modern.

Rasyid Ridha, Quraish Shihab:

 

1)        “Tidak ada keraguan”

Tak ada keraguan bagi siapa pun.

 Yang mempelajari objektif.

 

2)        “Petunjuk”

Tak hanya bagi orang beriman.

Tapi Al-Qur’an berisi sistem hidup.

 

Memberi manfaat umum.

Puncaknya hanya dicapai orang bertakwa.

 

Contoh 2: Surah Al-Maidah [5]: 51


۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin(mu); sebagian mereka pemimpin bagi sebagian lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

 

Tafsir Klasik:

Ibnu Kasir:

 

1)        Larangan keras menjadikan mereka sebagai pemimpin, penolong, atau penguasa.

 

2)        Dalam urusan kaum Muslimin.

 

Thabari:

 

1)        “Wali” berarti sekutu atau sahabat karib.

2)        Bisa melemahkan Islam.

 

Tafsir Modern:

 

Quraish Shihab:

 

1)        Kata “wali” berarti “pelindung, patron, pemimpin politik”.

 

2)        Tak sekadar teman biasa.

 

3)        Dilarang dalam konteks politik dan agama.

 

4)        Tak larangan berteman dalam hidup sosial sehari-hari.

 

Muhammad Abduh:

 

1)        Ayat ini turun terkait kondisi perang.

2)        Maknanya tak mutlak.

3)        Tapi kontekstual.

 

 Contoh 3:

Surah An-Nisa [4]: 34


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

 

Kaum laki-laki pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihati mereka dan pisahkan mereka di tempat tidur mereka, dan pukul mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka jangan kamu mencari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

 

Catatan.

 

 “Kaum laki-laki adalah “qawwam” atas kaum wanita...”

 

Tafsir Klasik:

 

Mayoritas ulama:

1)        “Qawwam” berarti pemimpin, penguasa, penanggung jawab atas perempuan.

 

2)        Laki-laki punya kelebihan kuat fisik dan wajib memberi nafkah.

 

 

3)        Dalam keadaan nusyuz (durhaka).

Suami boleh menasihati, memisahkan tempat tidur.

 

Hingga “memukul ringan”

Sebagai bentuk ta’dib (pendidikan).

 

Tafsir Modern:

Fazlur Rahman & Quraish Shihab:

 

1)        Qawwam bukan berarti dominasi, melainkan “penanggung jawab” dalam konteks ekonomi dan sosial, sesuai budaya Arab waktu itu.

 

2)        Kata “memukul” ditafsirkan ulang: bisa berarti simbolik, atau ditinggalkan karena bertentangan dengan semangat kasih sayang yang diajarkan Al-Qur’an.

 

Jadi, beda tafsir muncul karena:

 

1)        Perbedaan pendekatan (bahasa, sejarah, fiqh, filsafat, modern).

 

2)        Konteks turunnya ayat (asbābun nuzūl).

 

3)        Pemahaman kondisi sosial-budaya masing-masing mufassir.

 

Klasik:

Larangan jadikan pemimpin atau sekutu.

 

Modern:

Kontekstual (politik/perang).

Bukan larangan sosial berteman.

 

An-Nisa [4]: 34

 

Klasik:

Laki-laki pemimpin mutlak atas perempuan.

 

Modern:

Qawwam = penanggung jawab (ekonomi/sosial), bukan dominasi.

 

An-Nur [24]: 31

 

Klasik:

Wajib menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

 

Modern:

Fokus pada kesopanan dan fungsi budaya pakaian.

Tafsir jilbab fleksibel.

 

Al-Baqarah [2]: 256

  •  

Klasik:

Tidak ada paksaan dalam masuk Islam.

Tapi murtad tetap dihukum.

 

Modern:

Kebebasan beragama penuh.

Tanpa paksaan dalam keyakinan maupun praktik.

 

At-Taubah [9]: 5 (Ayat Pedang)

  •  

Klasik:

Perintah umum memerangi musyrik yang menentang Islam.

 

Modern:

Kontekstual, berlaku hanya pada masa perang tertentu.

Bukan semua non-Muslim.

 

Al-Qadr [97]: 1

Klasik:

 Turun seluruh Al-Qur’an sekaligus ke langit dunia lalu bertahap ke Nabi.

 

Modern:

Turun wahyu pertama di malam Lailatul Qadr (bukan sekaligus seluruh mushaf).

 

Al-Kahfi [18]: 9–26 (Kisah Ashabul Kahfi)

 

Klasik:

Jumlah pemuda berbeda-beda (3, 5, 7).

Tidur 309 tahun secara literal.

 

Modern:

Bisa ditafsirkan simbolik.

Bukti perlindungan Allah bagi pemuda beriman.

 

Al-Insan [76]: 2

 

Klasik:

Nutfah amsyaj = campuran mani laki-laki dan perempuan.

 

Modern (sains):

Bisa dipahami sebagai kode genetik (DNA, kromosom).

 

Al-An’am [6]: 141

 

Klasik:

Kewajiban zakat pertanian.

 

Modern:

Memaknainya lebih luas.

 

Kewajiban berbagi rezeki secara social.

Bukan hanya zakat formal.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

43330. MANUSIA HARMONIS MAKHLUK LAIN

 



 

MANUSIA HARMONIS DENGAN MAKHLUK LAIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur’an tekankan.

Manusia bukan satu-satunya makhluk Allah.

 

Tapi bagian dari ciptaan Allah.

Yang sangat luas.

 

A.       Hubungan Manusia dengan Alam & Tumbuhan.

 

1.        Manusia jadi khalifah di bumi.

 

Manusia diberi amanah memakmurkan bumi.

Bukan merusaknya.

 

Al-Quran surah Al-A‘rāf (surah ke-7) ayat 56.


وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 

Dan jangan kamu membuat kerusakan di bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang

 

Catatan.

1)        Alam sebagai tanda kebesaran Allah.

2)        Gunung, hujan, tumbuhan, malam, siang.

 

3)        Semua ingatkan manusia pada Sang Pencipta.

 

Al-Quran surah An-Naḥl (surah ke-16) ayat 10-11.


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

 

10. Dia Allah yang menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagian menjadi minuman dan sebagian (menyuburkan) tetumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

 

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


11. Dia Allah menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 

Catatan.

 

1)        Allah menurunkan hujan.

2)        Menumbuhkan tanaman.

3)        Untuk makanan manusia dan hewan.

 

B.       Hubungan Manusia dengan Hewan.

 

1)        Sebagai rezeki & sarana hidup:

 

Hewan bisa dimakan, dijadikan tunggangan, pakaian (dari bulu), dan kekuatan kerja.

 

Al-Quran surah An-Naḥl (surah ke-16) ayat 10-11.


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

 

10. Dia  Allah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagian menjadi minuman dan sebagian (menyuburkan) tetumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.


يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


11. Dia Allah menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 

2)        Hewan juga bertasbih kepada Allah:

 

Al-Quran surah Al-Isrā’ (surah ke-17) ayat 44.


تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

 

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

 

 

 

3)        Larangan zalim kepada hewan.

 

Meskipun hewan halal dimakan.

Islam tekankan perlakuan baik.

Dilarang menyiksa hewan.

 

2.        Hubungan Manusia dengan Jin

 

Jin diciptakan berbeda dengan manusia.

Tapi sama-sama beribadah.

 

 

Al-Quran surah Az-Zāriyāt (surah ke-51) ayat 56.


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

 

56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

 

Jin bisa berinteraksi dengan manusia.

Tapi dilarang meminta bantuan.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 6.

 


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

 

Dan bahwa beberapa orang pria manusia meminta perlindungan kepada beberapa pria   jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

 

Jin ada yang beriman dan ada yang kafir.

Seperti manusia.

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 11.

 


وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

 

Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada orang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda.

 

C.       Hubungan Manusia dengan Malaikat

 

Malaikat bukan untuk disembah.

Tapi pengawas dan pembawa wahyu.

 

Al-Quran surah Ar-Ra‘du (surah ke-13) ayat 11.


لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Malaikat mendoakan orang beriman.

Dan mencatat amal manusia.

 

Al-Quran surah Qāf (surah ke-50) ayat 17-18.


إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

 

17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

 

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

 

18. Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

 

D.       Hubungan sesama manusia.

 

Harus dilandasi ukhuwah, keadilan, dan kasih sayang.

 

Al-Quran surah Al-Ḥujurāt (surah ke-49) ayat 13.

 


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Perintah tolong-menolong dalam kebaikan.

 

Al-Quran surah Al-Māidah (surah ke-5) ayat 2.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu melanggar syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram, jangan (mengganggu) binatang had-ya, dan binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang yang mengunjungi Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan rida dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka boleh berburu. Dan jangan sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

 

E.       Hubungan Manusia dengan Benda Alam & Langit.

 

Matahari, bulan, bintang, laut diciptakan untuk manfaat manusia.

Sebagai tanda kebesaran Allah.

 

Al-Quran surah Luqmān (surah ke-31) ayat 20.

 
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ


Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

 

Kesimpulan

Dalam Al-Qur’an.

 

Hubungan manusia dan makhluk lain.

Harus berdasarkan:

 

1)        Tanggung jawab (tidak merusak, tidak zalim).

 

2)        Kesadaran spiritual (semua makhluk bertasbih kepada Allah).

 

3)        Pemanfaatan yang bijak (alam, hewan, dan tumbuhan sebagai rezeki, bukan eksploitasi).

 

4)        Keseimbangan (harmoni antara manusia, makhluk gaib, dan alam).

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.