MUSYAWARAH
DALAM AL-QURAN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
A. Pengertian
musyawarah.
1. Kata
“musyawarah” menurut KBBI V bisa diartikan “pembahasan bersama dengan maksud
mencapai keputusan atas penyelesaian masalah”, “perundingan”, dan “perembukan”.
2. Kata
“musyawarah” terambil dari akar kata “sy-w-r-“.
3. Yang
pada mulanya barmakna “mengeluarkan madu dari sarang lebah”.
4. Kemudian
maknanya berkembang.
5. Sehingga
mencakup “segala sesuatu yang bisa diambil atau dikeluarkan dari yang lain”
termasuk “pendapat”.
6. “Musyawarah”
juga berarti “mengatakan atau mengajukan
sesuatu”.
7. Kata
“musyawarah” pada dasarnya hanya dipakai untuk “hal-hal yang baik”,
sejalan dengan makna dasarnya.
8. Para
ulama membahas musyawarah, orang yang diajak ikut musyawarah, hal yang
dimusyawarahkan, dan pihak lain yang terlibat dalam musyawarah.
9. Al-Quran
surah Ali 'Imran (surah ke-3) ayat 159.
فَبِمَا
رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا
مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka
karena rahmat Allah, kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian jika kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
10. Al-Quran
surah Ali 'Imran (surah ke-3) ayat 159 menyebut 3 sikap berurutan diperintahkan kepada
Rasulullah, yaitu:
1) Lemah
lembut.
2) Memberi
maaf dan membuka lembaran baru.
3) Tekad
melakukan hasil musyawarah.
11. Ke-1: Sikap
lemah lembut.
1) Dalam musyawarah
harus bersikap lemah lembut.
2) Apalagi
sebagai pemimpin, harus bertutur kata santun dan menghormati mitra bicara.
3) Jika
pemimpin bertindak kasar dan bersikap
keras kepala, maka peserta musyawarah akan menjauh.
12. Ke-2:
Memberi maaf dan membuka lembaran baru.
1) Dalam
ayat A-Quran disebutkan “fa'fu anhum” (maafkan mereka).
2) Kata
“maaf” secara harfiah artinya “menghapus”.
3) Memaafkan
adalah menghapus bekas luka di hati karena perlakuan yang tidak wajar.
13. Ke-3:
Kebulatan tekad melaksanakan hasil musyawarah.
1) Setelah
musyawarah menghasilkan kesepakatan bersama.
2) Semua
pihak harus bertekad untuk melaksanakan hasilnya.
14. Dalam
bermusyawarah mengambil keputusan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan analisa
akal dan logika manusia saja.
15. Tetapi
juga perlu “indra ke-6” atau “bisikan hati” yang bisa diberikan Allah kepada
orang hatinya suci.
16. Bukan
kepada orang zalim, kafir, fasik, bergelimang dosa, pendusta, dan pembohong.
17. Al-Quran
surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 258 Allah tidak memberi petunjuk orang
zalim.
أَلَمْ
تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ
إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ
ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ
بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang
yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberi
kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan:
"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata:
"Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata:
"Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkan dia dari
barat," lalu heran terdiam orang kafir itu; dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang zalim.
18. Al-Quran
surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 264 Allah tidak memberi petunjuk orang
kafir.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي
يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ
صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي
الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu
menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebutnya dan menyakiti (perasaan si
penerima), seperti orang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia
tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu
seperti batu licin di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat,
lalu dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa
yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir.
19. Al-Quran
surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 108 Allah tidak memberi petunjuk orang fasik.
ذَٰلِكَ
أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ
أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا
يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Itu lebih dekat untuk (menjadikan para
saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat
untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli
waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkan
(perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang fasik.
20. Al-Quran
surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat 28 Allah tidak memberi petunjuk pendusta.
وَقَالَ
رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ
يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ وَإِنْ
يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ ۖ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي
يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
Dan seorang pria beriman di antara pengikut
Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang
pria karena dia menyatakan, “Tuhanku adalah Allah, padahal dia telah datang
kepadamu dengan membawa keterangan dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta
maka dia yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar
niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang melampaui batas lagi pendusta.
21. Al-Quran
surah Yusuf (surah ke-12) ayat 52 Allah tidak memberi petunjuk pengkhianat.
ذَٰلِكَ
لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ
Yusuf berkata,“Yang demikian itu agar Dia
(Al-Aziz) mengetahui sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di
belakangnya, dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang berkhianat.
22. Al-Quran
surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 3 Allah tidak memberi petunjuk pendusta.
أَلَا لِلَّهِ
الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ
إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ
فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah agama bersih
(dari syirik). Dan orang mengambil pelindung selain Allah (berkata), “Kami
tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah
dengan sedekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang
apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang
pendusta dan sangat ingkar.
Daftar
Pustaka.
1. Shihab,
M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran.
Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.
Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.
Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.
Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment