WAKTU
TAK BISA KEMBALI
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
A. Pengertian
waktu.
1. Kata
“waktu” (menurut KBBI V) bisa diartikan “seluruh rangkaian saat ketika proses,
perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung”, “lamanya (saat tertentu)”,
“saat yang tertentu untuk melakukan sesuatu”, “kesempatan”, tempo”, “peluang”,
“ketika’’, “saat”, “hari”, “keadaan
hari”, dan “saat yang ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia”.
2. Dalam
Al-Quran, kata “waqt” (waktu) ditemukan 3 kali.
3. Tapi konteks
penggunaan dan makna yang dikandungnya berbeda.
4. Kata
“waqt” dipakai dalam konteks masa akhir hidup di dunia ini.
5. Al-Quran
surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 187.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا
عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ
عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَعْلَمُونَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang
kiamat,”Kapankah terjadinya?" Katakan: ”Sesungguhnya pengetahuan tentang
kiamat pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun bisa menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.
Kiamat amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi. Kiamat itu
tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya
kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakan:”Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari kiamat itu di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui”.
6. Al-Quran
surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 38.
إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
Sampai hari (suatu)
waktu yang telah ditentukan.
7. Al-Quran
surah Shad (surah ke-38) ayat 81.
إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ
الْمَعْلُومِ
Sampai kepada
hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).
8. Kata
“waqt” dikaitkan dengan kerja adalah “batas akhir dari masa seharusnya dipakai
untuk bekerja”.
9. Kata
lain yang dipakai Al-Quran menunjuk “masa” adalah “ashr”.
10. Kata
“ashr” hanya ditemukan 1 kali dalam Al-Quran, yaitu surah Al-Ashr.
11. Al-Quran
surah Al-Ashr (surah ke-103) ayat 1-3 kaitan dengan kerja keras justru sangat
jelas.
12. Karena
dipakai konteks kehidupan dunia.
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa.
Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang beriman, mengerjakan
amal saleh, saling nasihat agar menaati kebenaran, dan saling nasihat agar
menetapi kesabaran.
13. Kata
“ashr” terambil dari akar kata yang berarti “memeras atau menekan sekuat tenaga,
sehingga bagian terdalam bisa keluar dan tampak di permukaan”.
14. Al-Quran
menamakan “ashr”.
15. Karena
manusia dituntut memakainya sekuat tenaga dan peras keringat.
16. Sehingga
“inti sari” kehidupan bisa diperoleh.
17. Waktu
menjelang matahari terbenam juga disebut “ashr” (Asar).
18. Karena
siang harinya telah kerja keras dan malam hari untuk istirahat.
19. Al-Quran
surah An-Naml (surah ke-27) ayat 86.
أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا
جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ
لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Apakah mereka
tidak memperhatikan, sesungguhnya Kami menjadikan malam agar mereka
beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya yang demikian terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang beriman.
20. Modal
utama manusia adalah “waktu”.
1) Yang
tidak mampu didapat sekarang atau gagal kita raih sekarang.
2) Masih
mungkin kita raih esok hari.
3) Tetapi
“waktu” yang telah berlalu tidak bisa kembali.
21. Al-Quran
surah Al-Ashr (surah ke-103) ayat 1-3.
22. Allah bersumpah: Demi Ashr (waktu), semua
manusia dalam wadah kerugian.
23. Karena
manusia tidak pakai “waktu” (ashr) dengan baik.
24. Kerugian
sering disadari pada waktu “Asar” (menjelang matahari terbenam).
B. Al-Quran
menjelaskan syarat orang tidak rugi.
1. Yang bisa
penuhi 4 kriteria, yaitu orang:
1) Beriman.
2) Mengamalkan
kebenaran.
3) Belajar
mengajar dalam kebenaran.
4) Sabar dan
tabah dalam amal kebenaran.
2. Ke-1:
Orang beriman kepada Allah (amanu).
3. Ke-2:
Orang mengamalkan kebenaran (amilush shalihat).
4. Ke-3:
Orang belajar dan mengajar dalam kebenaran (tawashauw bil haq).
5. Ke-4:
Orang sabar dan tabah dalam amal kebenaran (tawashauw bish shabr).
25. Manusia
masih rugi, jika sekadar tahu kebenaran dan mengamalkan kebenaran.
1) Manusia
dituntut saling menjaga dan saling meningkatkan mutu iman.
2) Dan berjuang
bersama guna menikmati anugerah Allah.
C. Baca Al-Ashr
tiap bertemu dan berpisah.
1. Para sahabat
Rasulullah selalu membaca surah Al-Ashr tiap akan berpisah.
2. Umat
Islam sekarang, perlu baca surah Al-Ashr saat bertemu dan ketika berpisah.
3. Agar
waktu bisa terisi dengan aktivitas bermanfaat.
4. Dan tidak
merugikan siapa pun.
Daftar Pustaka
1. Shihab,
M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab,
M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan
Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab,
M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com
online
0 comments:
Post a Comment