Friday, May 22, 2026

55583. QURAN ATURAN KHUSUS NABI MUHAMMAD

 







QURAN ATURAN KHUSUS BAGI NABI MUHAMMAD

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Nabi Muhammad

 

1)        Punya aturan khusus

2)        Berbeda umat Islam biasa.

 

Sebagian berupa:

 

1)        Keringanan.

2)        Tanggung jawab lebih berat.

 

Aturan khusus bagi Nabi Muhammad

Yaitu:

 

1)        Boleh menikah lebih dari 4 istri

2)        Wajib salat malam (tahajud)

 

3)        Tak boleh menerima zakat

 

4)        Istri Nabi tak boleh menikah lagi, setelah Nabi wafat

 

5)        Nabi boleh memilih giliran istri dalam kondisi tertentu

 

6)        Nabi haram menyembunyikan wahyu

7)        Nabi tanggung jawab moral lebih berat

 

8)        Rumah tangga Nabi diatur Qur’an

9)        Nabi tak mewariskan harta seperti biasa

 

10)  Nabi jadi teladan utama umat

 

 

Penjelasan.

 

 

 

 

A.       Nabi boleh menikah lebih dari 4 istri

 

 

QS Al-Ahzab (33:50).

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki termasuk apa yang kamu peroleh dalam perang yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

 

 

1)        Umat Islam dibatasi maksimal 4 istri.

2)        Tapi Nabi punya khusus tertentu.

 

3)        Mengapa?

Jawaban.

 

Banyak pernikahan Nabi:

 

1)        Untuk melindungi janda,

2)        Mempererat hubungan antar suku,

 

3)        Membantu dakwah,

4)        Pendidikan umat melalui istri Nabi.

 

5)        Mayoritas istri Nabi adalah janda

6)        Bukan gadis muda.

7)        Yang gadis hanya 1, yaitu Aisyah.

 

 

B.       Wajib salat malam (tahajud)

 

QS Al-Isra (17:79)

 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

 

Dan pada sebagian malam hari salat  tahajud kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; semoga Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat terpuji.

 

Catatan.

 

1)        “Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu…”

 

2)        Untuk umat biasa.

Salat tahajud hukumnya sunah.

 

3)        Untuk Nabi Muhammad.

Banyak ulama sebut hukumnya wajib.

 

4)        Hikmah:

 

a.        Nabi pikul beban dakwah

b.        Kepemimpinan besar.

 

C.       Tidak boleh menerima zakat

 

1)        Nabi Muhamad dan keluarga dekat

Tak boleh menerima zakat.

 

2)        Mengapa?

Jawaban.

 

a.        Agar dakwah Nabi Muhammad.

b.        Tak dianggap cari untung pribadi.

 

D.       Semua istri Nabi Muhammad tak boleh menikah lagi, setelah Nabi wafat

 

 

QS Al-Ahzab (33:53)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu memasuki rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu waktu masak (makanannya), tapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluar kamu tanpa asyik memperpanjang cakap. Sesungguhnya yang demikian akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka minta dari belakang tabir. Cara demikian lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu amat besar (dosanya) di sisi Allah.

 

Catatan.

 

1)        Istri Nabi Muhammad

 

2)        Disebut: “Ummahatul Mukminin” (ibu kaum mukminin).

 

3)        Hikmah:

 

a.        Menjaga kehormatan keluarga Nabi

b.        Posisi khusus dalam umat Islam.

 

E.       Nabi boleh memilih giliran istri dalam kondisi tertentu

 

QS Al-Ahzab (33:51).

 

۞ تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ ۖ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا

 

Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian lebih dekat untuk tenang hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuaa rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

 

Catatan.

1)        Nabi Muhammad punya tugas dakwah dan social

 

2)        Yang sangat berat.

 

 

F.        Nabi Muhammad haram menyembunyikan wahyu

 

QS Al-Maidah (5:67)

 

۞ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

 

Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang kafir.

 

Catatan.

1)        Nabi Muhammad diperintah menyampaikan seluruh wahyu.

 

2)        Maknanya:

 

 

a.        Nabi tak boleh pilih wahyu yang enak saja

b.        Tak eembunyikan ayat yang berat.

 

 

G.      Nabi mendapat tanggung jawab moral lebih berat

 

QS Al-Haqqah (69:44-46)

 

 

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

 

44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

 

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

 

45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

 

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

 

46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

 

 

Catatan.

 

1)        Jika Nabi Muhammad mengarang wahyu.

2)        Maka Nabi akan dihukum berat oleh Allah.

 

3)        Makna penting:

 

a.        Qur’an wahyu dari Allah.

b.        Nabi TAK membuat Qur’an sesuka hati.

 

 

H.       Rumah tangga Nabi diatur langsung oleh Qur’an

 

QS Al-Ahzab:

Mengatur:

1)        Adab masuk rumah Nabi,

2)        Ttika berbicara dengan istri Nabi,

 

3)        Aturan hijab istri Nabi,

4)        Fitnah terhadap keluarga Nabi.

 

5)        Logika modern:

a.        Tokoh publik besar

b.        Jadi contoh Masyarakat.

 

c.        Kehidupan Nabi

d.        Jadi pelajaran sosial.

 

 

I.           Nabi tidak mewariskan harta seperti biasa

 

1)        Dalam hadis terkenal:

“Para Nabi tidak diwarisi.”

 

2)        Harta peninggalan Nabi

3)        Untuk kepentingan umat.

 

10. Nabi menjadi teladan utama umat

 

QS Al-Ahzab (33:21)

 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Sesungguhnya ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Catatan.

 

1)        “Pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik.”

 

2)        Artinya:

 

a.        Nabi tak hanya penyampai teori.

b.        Tapi contoh hidup nyata.

 

Kesimpulan

Ada 2 aturan khusus Nabi

Yaitu:

 

1)        Keringanan.

2)        Tanggung jawab berat.

 

1.        Aturan keringanan

 

Contoh:

a.                Boleh lebih dari 4 istri.

 

2.        Tanggung jawab berat.

 

Contoh:

 

a.        wajib tahajud,

b.        tak boleh sembunyikan wahyu,

 

c.        hidup pribadi diatur Qur’an,

d.        jadi teladan umat.

Kesimpulan

 

1)        aturan khusus Nabi

2)        Tak sekadar “hak istimewa”

 

3)        Tapi juga Amanah

4)        Tanggung jawab besar.

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment