Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, October 13, 2021

11226. RELA DAN TOLERAN BEDA PENDAPAT MAULID NABI

 




RELA DAN TOLERAN BEDA PENDAPAT MAULID NABI

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pada bulan Rabiul Awal  penanggalan Islam Hijriah.

 

Umat Islam akan mengingat satu momen.

 

Yaitu lahirnya Rasulullah SAW.

Pembawa risalah umat.

 

Kecintaan umat lslam menyambut hari  kelahiran Nabi.

Disikapi dengan berbagai macam.

 

Salah satunya dengan menggelar acara Maulid Nabi SAW.


Tapi peringatan kelahiran Nabi menimbulkan perbedaan pendapat.

 

1.      Ada ulama membolehkan.

2.      Tapi ada yang menyebut bid'ah.

 


ULAMA MEMBOLEHKAN MAULID NABI


Ulama Mesir tergabung dalam Dewan Fatwa Darul Al Ifta Mesir.

 

Menurut lembaga fatwa tertinggi di Mesir ini.

 

Merayakan maulid Nabi adalah amalan paling baik.

Dan ibadah yang agung.

 

Perayaan maulid ungkapan rasa gembira.

Dan cinta kepada Rasulullah SAW.

 

Cinta kepada Nabi adalah fondasi keimanan.


Rasulullah bersabda,

 

“Tidak beriman seseorang di antara kalian.

Sehingga menjadikan diriku lebih dicintai.

Daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.”

 

 


Memperingati maulid adalah bentuk penghormatan terhadap Nabi SAW.

 

Dan menghormati Rasulullah adalah amalan mutlak dianjurkan.

 

Allah SWT melebihkan derajat Nabi Muhammad SAW kepada  seluruh alam.


Lembaga yang pernah dipimpin Syekh Ali Jum'ah Muhammad  menambahkan.

 

Para salafus saleh sejak abad ke-4 dan ke-5 Hijriah.

 

Memberi contoh merayakan maulid.

 

Mereka menghidupkan malam maulid dengan berbagai ibadah.

 

Seperti memberi jamuan makan, melantunkan ayat Al-Quran.

Dan membaca zikir.

 

Para ulama seperti Jalaluddin as-Suyuti, Ibnu Dihyah al-Andalusi.

Dan Ibnu Hajar  banyak  meriwayatkan amalan ini.



Ibnu al-Hajj dalam kitabnya al-madkhal.

Secara panjang lebar menyebutkan keutamaan perayaan maulid Nabi.

 

Kitabnya itu menganjurkan maulid.

 

Padahal kitab itu ditulis.

Tujuannya menyebutkan perbuatan bid'ah.

 

Imam Suyuthi juga menulis sebuah risalah.

 

Dengan judul Husnul Maqshid fi Amalil Maulid.



Dar Ifta Mesir menegaskan banyak orang ragu merayakan maulid.

 

Karena tidak ada contoh perayaan maulid pada awal Islam.

 

Argumen itu bukan alasan tepat untuk melarang perayaan  maulid.

 

Menurut Lembaga Fatwa Mesir.

 

Tidak ada seorang pun.

Yang meragukan cintanya generasi awal kepada Nabi SAW.

 

Tapi bentuk cinta punya beberapa cara.

Dan ungkapan berbeda. 

 

Sebuah cara tidak bisa disebut ibadah.

 

Jika dilihat dari inti pelaksanaannya.

 

Karena hanya wasilah (sarana) yang boleh untuk digunakan.

 

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, KH Zulfa Mustafa.

 

Menyebut perayaan maulid Nabi sah-sah saja.

 

Selama isinya bukan hal yang dilarang agama.

 

Maulid Nabi isinya pembacaan shalawat.

Ceramah sejarah hidup Nabi.

 

Justru sarana efektif mengajarkan orang agar cinta Rasul.


Tapi jika peringatan maulid digelar dengan bercampur pria dan wanita.

Sebaiknya hal tersebut dihindari.

 

 “Jadi bukan melarang maulidnya.

 

Tapi menghindari hal-hal yang keliru di dalamnya,” ungkap Sekretaris MUI DKI Jakarta.



Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam kumpulan fatwanya.

 

Berpendapat tidak mengapa memperingati maulid Nabi.

 

Dengan berkumpul.

 

Membaca sejarah.

Dan pujian yang benar.

 

Dibarengi sedekah.

 

Tapi jika dicampur dengan pemukulan alat music.

 

Sehingga gaduh.

Dan nyanyian wanita dan pria dengan suara melengking.

Sebaiknya dihindari.

 

Umat perlu meneliti dengan baik.

 

Beberapa kitab.

Yang berisi pujian berlebihan terhadap Rasulullah SAW.

 

Pujian berlebihan justru mengurangi nilai.

 

Bahkan menghilangkan penghormatan terhadap Nabi SAW.


 

ULAMA YANG MENOLAK MAULID NABI


Pendapat menolak perayaan mauled.

Datang dari Lajnah Daimah Kerajaan Arab Saudi.

 

Ulama di Komite Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi berpendapat.

 

Membaca kisah Nabi untuk mengetahui ibadah, ucapan, perbuatan.

Dan akhlak Nabi SAW sangat dianjurkan.


Tapi jika khusus kisah maulid untuk dibaca.

Dan berkumpul untuk menggelarnya tiap tahun.

 

Termasuk bid'ah.

 

 

Alasannya, hal itu tidak ditemukan di zaman Nabi SAW.

 

Dan tidak pula di abad ke-1 generasi terbaik.

Yang disebut Nabi.

 

Perayaan dengan bercampurnya wanita dan pria juga khawatir timbul fitnah.


Lajnah Daimah menyebut.

 

Jika maulid disandarkan kepada Imam Syafii.

Maka hal itu tertolak.

 

Karena perayaan maulid muncul abad ke-4 Hijriah.

 

Pada masa pemerintahan Fatimiah.

 

Padahal Imam Syafii wafat  tahun 204 H.

Yaitu masuk abad ke-3.



Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menambahkan.

 

Generasi terbaik adalah generasi:

1.      Khulafaur rasyidin.

2.      Sahabat.

3.      Tabiin di abad awal Islam.

 

Jika mereka disebut oleh Rasulullah generasi terbaik.

Tapi mereka tidak melakukan maulid.

 

Maka seharusnya cukup meniru generasi awal Islam itu.

 


Menurut Syekh Abdul Aziz.

 

Mengadakan peringatan seperti itu.

Memberi kesan Allah belum menyempurnakan agama-Nya.

 

Untuk umat ini.

 

Juga memberi kesan.

 

Rasulullah belum menyampaikan hal wajib dikerjakan umatnya.

 

Kemudian datang orang-orang.

Yang membuat hal baru.

 

Yang tidak diperkenankan oleh Allah.

 

(Sumber republika)

11225. RASULULLAH BERTUGAS MENJELASKAN AL-QURAN

 



RASULULLAH BERTUGAS MENJELASKAN AL-QURAN

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Sunah adalah sabda, perbuatan, atau ketetapan (takrir) Nabi Muhammad.

Saat Rasulullah masih hidup.

 

Hadis penelusuran berita tentang  sabda, perbuatan, ketetapan (takrir) Nabi Muhammad.

Saat Rasulullah sudah wafat.

 

Sunah Rasulullah adalah sumber ajaran Islam ke-2.

Al-Quran adalah sumber ke-1 dan utama ajaran lslam.

 

 Hadis dalam arti ucapan.

Yang berasal dari Nabi Muhammad.

 

Pada umumnya diterima berdasar riwayat dengan makna.

 

Artinya teks hadis tidak sepenuhnya persis sama.

Dengan yang diucapkan oleh Nabi.

 

 

 Tafsir adalah penjelasan tentang ayat Al-Quran.

Agar maksudnya lebih mudah dipahami.

 

Al-Quran diyakini kebenarannya oleh umat Islam:

 

Surah demi surah, ayat demi ayat, kata demi kata.

Bahkan huruf demi huruf.

 

 Semuanya telah disampaikan secara utuh.

Oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.

 

Yang kemudian memerintahkan para sahabatnya.

 

Untuk menuliskan, menghafalkan dan mempelajarinya.

 

 Beberapa saat setelah Nabi wafat.

 

Para sahabat mengumpulkan semua naskah Al-Quran.

 

Yang ditulis, menyalin.

Dan menyebarkan ke penjuru dunia Islam.

 

Hingga kini, semua yang mereka lakukan itu diterima.

 

Dan dijaga oleh generasi berikutnya.

 

 Mushaf Al-Quran yang dibaca sekarang ini tetap sama.

 

Dan tidak berbeda sedikit pun.

Dengan yang pernah dibaca oleh Nabi Muhammad.

Dan para pengikutnya 15 abad lampau.

 

 Nabi Muhammad ditugaskan untuk menjelaskan kandungan ayat Al-Quran.    

 

Penjelasan Nabi Muhammad tidak dapat dipisahkan dari pemahaman maksud ayat Al-Quran.

 

Beliau satu-satunya manusia yang mendapat wewenang penuh untuk menjelaskan Al-Quran.

 

 

 

Penjelasan Nabi pasti benar.

Dan tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan keterangan Nabi.

 

Dengan penjelasan yang lain.

Siapa pun orangnya.

 

Penjelasan tentang atas arti dan maksud ayat Al-Quran.

 

Yang diberikan oleh Nabi Muhammad beraneka macam bentuknya.

 

Dapat berupa ucapan, perbuatan, tulisan atau “taqrir”.

 

 Takrir adalah pembenaran terhadap sesuatu.

 

Berupa diamnya Nabi terhadap perbuatan.

Yang dilakukan oleh orang lain.

 

 

 Segala ketetapan Nabi harus diikuti.

 

Dan segala perilaku Nabi merupakan panutan terbaik.

 

Bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah.

 

Dan keselamatan dunia dan akhirat.

 

 

 

Penggabungan dan pemisahan kata “Athiu”.

Yang artinya “patuhi”.

 

lsyarat bahwa semua perintah.

Dan larangan Nabi Muhammad harus dipatuhi.  

 

 

Al-Quran surah Al-Hasyr (surah ke-59) ayat 7.

 

 

 Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota maka untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan orang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang kaya saja di antaramu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Apa yang dilarangnya maka tinggalkan. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

 

 

Orang yang meragukan keaslian hadis Nabi.

 

Karena mereka menduga.

Bahwa hadis baru ditulis pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.

Yaitu tahun 99 Hijriah.

 

Mereka tidak dapat membedakan:

 

1.      Penulisan hadis secara resmi.

 

Yang diperintahkan oleh penguasa.

 

 untuk disebarluaskan ke seluruh pelosok.

 

2.      Penulisan hadis atas prakarsa perorangan.

Yang  dimulai sejak zaman Nabi.

 

 

 Sebagian orang meragukan penulisan hadis pada zaman Nabi.

 

Karena keliruan dalam memahami riwayat.

 

Dalam kitab hadis.

 

Yang menyatakan.

Bahwa para ulama menghafal ribuan hadis.

 

Mereka menduga.

Bahwa jumlah ribuan hadis adalah jumlah “matan”.

Atau teks redaksi hadis.

 

Sehingga mereka menganggap mustahil.

 

Menulis hadis seluruhnya.

Sejak awal sejarah Islam.

 

Mereka tidak sadar.

Bahwa jumlah ribuan hadis itu.

 

Bukan “matan”.

Atau teks redaksi hadis.

Tapi jalur atau “thuruq” hadis.

 

 Kesimpulanya.

 

Salah paham tentang kedudukan, fungsi.

Dan sejarah perkembangan hadis.

 

Timbul akibat dangkalnya ilmu agama.

 

Dan akibat pendangkalan agama.

 

 Yang dilakukan musuh Islam.

 

Terutama para orientalis yang tidak tanggung jawab.

 

Atas nama penelitian ilmiah untuk melemahkan Islam.

 

 Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran