Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, October 17, 2021

11289. UMAT ISLAM DILARANG BERHIAS BERLEBIHAN

 




UMAT ISLAM DILARANG BERHIAS BERLEBIHAN

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Islam melarang umat lslam berhias berlebihan.

 

Islam menentang sikap berlebihan dalam berhias.

Sehingga melewati batas.

 

Allah berfirman,

”Setan menyuruh mengubah ciptaan Allah.”

 Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 119.

 

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

     Dan aku (setan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga hewan ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". Barang siapa menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya dia menderita kerugian nyata.

 

 

Membuat tato, kikir gigi, dan operasi kecantikan hukumnya haram.

 

Sahabat berkata,

”Rasulullah melaknat wanita yang menato dan minta ditato.

Yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.”

 

 

Tato adalah gambar (lukisan) pada kulit tubuh.

 

Sahabat berkata,

 

”Rasulullah melaknat wanita yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.”

 

 

Rasulullah bersabda,

”Dilaknat wanita yang menjarangkan giginya agar menjadi cantik, karena mengubah ciptaan Allah.”.

 

Islam melarang berhias yang berlebihan sehingga melewati batas.

 

 

Para ulama membolehkan umat lslam menata giginya untuk berobata.

 

 

Allah berfirman,”

 

Allah menghendaki kemudahan bagimu.

Dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 185.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

      (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

 

 

Hukum mencukur alis mata.

 

lslam melarang mencukur alis mata.

 

Sahabat berkata,

 

”Rasulullah melaknat wanita yang mencukur alisnya atau minta dicukur alisnya.”

 

 

Mazhab Hambali.

 

Bolehkan mencukur rambut dahi, mengukir, memberi make up.

 

Dan meruncingkan ujung matanya.

Dengan izin suaminya.

Karena termasuk berhias.

 

 

Imam Nawawi.

Melarang wanita mencukur rambut dahinya.

 

Imam Thabari meriwayatkan.

 

Bahwa isterinya bertanya kepada Aisyah (istri Rasulullah).

Tentang wanita berhias.

Aisyah menjawab,

 

”Hilangkan kejelekan yang ada padamu sedapat mungkin.”

 

Hukum menyambung rambut.

 

Islam melarang wanita menyambung rambutnya.

Dengan rambut asli maupun rambut tiruan.

 

 

Abu Hurairah berkata,

 

”Rasulullah melaknat wanita yang menyambung rambut.

Atau minta disambungkan rambutnya.”

3Said bin Jabir berkata,

 

”Boleh menyambung rambut dengan benang sutera atau wool.

Yang biasa dipakai menganyam rambut.”

 

 

Hukum menyemir rambut.

 

Rasulullah bersabda,

 

”Orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambutnya.

Kamu harus berbeda dengan mereka.

Maka semirlah rambutmu.”

Rasulullah bersabda,

 

”Semirlah rambut dan uban Ayahnya Abu Bakar.

 

Tapi jangan yang berwarna hitam.”

 

 

Sebagian ulama membolehkan menyemir rambut.

Dan uban dengan warna hitam.

 

Agar tampak muda untuk menakutkan musuh.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

Sebaik-baik bahan yang dipakai untuk menyemir uban.

 

Yaitun pohon inai dan katam.”

 

 

 Inai berwarna merah.

 

Katam berwarna hitam kemerahan.

 

 

Riwayat Anas bin Malik.

 

1)      Abu Bakar menyemir rambutnya dengan inai dan katam.

 

2)      Umar bin Khattab menyemir rambutnya dengan katam saja.

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Qardhawi, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam Islam. Alihbahasa: H. Mu'ammal Hamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.    Tafsirq.com online.

 

11285. MO SALAH GOAL

11283. ACARA MAULID NABI DAN YANG MENOLAK SEMUA CINTA NABI

 



ACARA MAULID NABI DAN YANG MENOLAK SEMUA CINTA NABI

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pada bulan Rabiul Awal penanggalan Islam Hijriah.

 

Umat Islam akan mengingat satu momen.

 

Yaitu lahirnya Rasulullah SAW.

 

Pembawa risalah umat.

 

Kecintaan umat lslam menyambut hari kelahiran Nabi.

 

Disikapi dengan berbagai macam.

 

Salah satunya dengan menggelar acara Maulid Nabi SAW.

 

Tapi peringatan kelahiran Nabi menimbulkan perbedaan pendapat.

 

1. Ada ulama membolehkan.

2. Tapi ada yang menyebut bid'ah.

 

Mengadakan acara Maulid Nabi.

Tiap tahun.

Karena cinta kepada Nabi.

 

Menolak Maulid Nabi tiap tahun.

 

Tak ada contoh dari Nabi.

 

Karena cinta kepada Nabi.

 

Sama-sama cinta kepada Nabi.

 

Jangan bertengkar.

 

 

ULAMA MEMBOLEHKAN MAULID NABI

 

Ulama Mesir tergabung dalam Dewan Fatwa Darul Al Ifta Mesir.

 

Menurut lembaga fatwa tertinggi di Mesir ini.

Merayakan maulid Nabi adalah amalan paling baik.

 

Dan ibadah yang agung.

 

Perayaan maulid ungkapan rasa gembira.

 

Dan cinta kepada Rasulullah SAW.

 

Cinta kepada Nabi adalah fondasi keimanan.

 

Rasulullah bersabda,

“Tidak beriman seseorang di antara kalian.

Sehingga menjadikan diriku lebih dicintai.

 

Daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.”

 

Memperingati maulid adalah bentuk penghormatan terhadap Nabi SAW.

 

Dan menghormati Rasulullah adalah amalan mutlak dianjurkan.

 

Allah SWT melebihkan derajat Nabi Muhammad SAW kepada seluruh alam.

 

Lembaga yang pernah dipimpin Syekh Ali Jum'ah Muhammad menambahkan.

Para salafus saleh sejak abad ke-4 dan ke-5 Hijriah.

 

Memberi contoh merayakan maulid.

 

Mereka menghidupkan malam maulid dengan berbagai ibadah.

 

Seperti memberi jamuan makan, melantunkan ayat Al-Quran.

 

Dan membaca zikir.

 

Para ulama seperti Jalaluddin as-Suyuti, Ibnu Dihyah al-Andalusi.

 

Dan Ibnu Hajar banyak meriwayatkan amalan ini.

 

Ibnu al-Hajj dalam kitabnya al-madkhal.

 

Secara panjang lebar menyebutkan keutamaan perayaan maulid Nabi.

 

Kitabnya itu menganjurkan maulid.

Padahal kitab itu ditulis.

 

Tujuannya menyebutkan perbuatan bid'ah.

Imam Suyuthi juga menulis sebuah risalah.

 

Dengan judul Husnul Maqshid fi Amalil Maulid.

 

Dar Ifta Mesir menegaskan banyak orang ragu merayakan maulid.

 

Karena tidak ada contoh perayaan maulid pada awal Islam.

 

Argumen itu bukan alasan tepat untuk melarang perayaan maulid.

 

Menurut Lembaga Fatwa Mesir.

 

Tidak ada seorang pun.

Yang meragukan cintanya generasi awal kepada Nabi SAW.

 

Tapi bentuk cinta punya beberapa cara.

 

Dan ungkapan berbeda.

 

Sebuah cara tidak bisa disebut ibadah.

 

Jika dilihat dari inti pelaksanaannya.

 

Karena hanya wasilah (sarana) yang boleh untuk digunakan.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, KH Zulfa Mustafa.

Menyebut perayaan maulid Nabi sah-sah saja.

 

Selama isinya bukan hal yang dilarang agama.

 

Maulid Nabi isinya pembacaan selawat.

 

Ceramah sejarah hidup Nabi.

 

Justru sarana efektif mengajarkan orang agar cinta Rasul.

Tapi jika peringatan maulid digelar dengan bercampur pria dan wanita.

 

Sebaiknya hal tersebut dihindari.

 

“Jadi bukan melarang maulidnya.

 

Tapi menghindari hal-hal yang keliru di dalamnya,” ungkap Sekretaris MUI DKI Jakarta.

 

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam kumpulan fatwanya.

 

Berpendapat tidak mengapa memperingati maulid Nabi.

Dengan berkumpul.

 

Membaca sejarah.

 

Dan pujian yang benar.

 

Dibarengi sedekah.

 

Tapi jika dicampur dengan pemukulan alat music.

Sehingga gaduh.

 

Dan nyanyian wanita dan pria dengan suara melengking.

 

Sebaiknya dihindari.

 

Umat perlu meneliti dengan baik.

Beberapa kitab.

 

Yang berisi pujian berlebihan terhadap Rasulullah SAW.

 

Pujian berlebihan justru mengurangi nilai.

 

Bahkan menghilangkan penghormatan terhadap Nabi SAW.

 

ULAMA YANG MENOLAK MAULID NABI

Pendapat menolak perayaan mauled.

 

Datang dari Lajnah Daimah Kerajaan Arab Saudi.

Ulama di Komite Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi berpendapat.

Membaca kisah Nabi untuk mengetahui ibadah, ucapan, perbuatan.

 

Dan akhlak Nabi SAW sangat dianjurkan.

 

Tapi jika khusus kisah maulid untuk dibaca.

 

Dan berkumpul untuk menggelarnya tiap tahun.

 

Termasuk bid'ah.

Alasannya, hal itu tidak ditemukan di zaman Nabi SAW.

 

Dan tidak pula di abad ke-1 generasi terbaik.

 

Yang disebut Nabi.

 

Perayaan dengan bercampurnya wanita dan pria juga khawatir timbul fitnah.

 

Lajnah Daimah menyebut.

 

Jika maulid disandarkan kepada Imam Syafii.

 

Maka hal itu tertolak.

Karena perayaan maulid muncul abad ke-4 Hijriah.

 

Pada masa pemerintahan Fatimiah.

 

Padahal Imam Syafii wafat tahun 204 H.

Yaitu masuk abad ke-3.

 

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menambahkan.

 

Generasi terbaik adalah generasi:

1. Khulafaur rasyidin.

2. Sahabat.

3. Tabiin di abad awal Islam.

Jika mereka disebut oleh Rasulullah generasi terbaik.

 

Tapi mereka tidak melakukan maulid.

 

Maka seharusnya cukup meniru generasi awal Islam itu.

 

Menurut Syekh Abdul Aziz.

 

Mengadakan peringatan seperti itu.

 

Memberi kesan Allah belum menyempurnakan agama-Nya.

 

Untuk umat ini.

Juga memberi kesan.

 

Rasulullah belum menyampaikan hal wajib dikerjakan umatnya.

 

Kemudian datang orang-orang.

Yang membuat hal baru.

Yang tidak diperkenankan oleh Allah.

 

 

(Sumber Republika)