Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, February 9, 2024

32343. BEM SI DANA APBN BUKAN UANG PRIBADI

 


BEM SI BANSOS DANA APBN BUKAN UANG PRIBADI

Oleh Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia

(BEM SI) ungkap.

 

Spanduk:

 'Politik Gentong Babi Ala Jokowi'.

 

Demo di Patung Kuda.

Jakarta.

 

Spanduk berisi.

 

Presiden Jokowi.

Gendong gentong berisi babi.

 

Koordinator Wilayah Jateng dan DIY BEM SI.

 Bagus Hadikusuma jelaskan.

 

Politik gentong babi.

Simbol penguasa.

 

Beri anggaran negara.

Tapi dianggap milik pribadi.

 

Hal itu merujuk.

 

1)        Pemerintah Jokowi.

2)        Membagikan bansos.

 

3)        Mengaku bantuan dari Jokowi.

4)        Padahal dana bansos berasal dari APBN.

 

5)         Bansos dari uang negara.

6)        Bukan uang pribadi.

 

"Bahwa Jokowi.

Bermain politik gentong babi.

 

Seolah Jokowi jadi Ratu Adil.

Memberi uang untuk.

 

1)        Rakyat miskin.

2)        Petani.

 

3)        Nelayan.

4)        Dan lainnya.

 

 

Ia tekankan.

Bahwa aksi mahasiswa.

 

1)        Murni hati nurani.

2)        Tak ditunggangi siapapun.

 

3)        Bukan partisan politik.

4)        Netral untuk kepentingan bangsa.

 

5)        Mahasiswa kaum intelek.

6)        Pihak murni independen.

 

7)        Tak berpihak.

8)        Kembali Marwah (muruah) demokrasi.

 

Mahasiswa turun ke jalan.

Resah pada pemerintah.

Seperti para guru besar.

Aksi mimbar bebas.

  'Kembalikan Marwah Demokrasi'.

 

Koordinator Media BEM SI.

 Ragner Angga katakan.

 

Mimbar bebas dihadiri.

Perwakilan berbagai kampus.

 

Antara lain.

1)        Universitas Sebelas Maret (UNS).

2)        Universitas Andalas (Unand).

 

3)        Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

4)        Universitas Diponegoro (Undip).

 

5)        Institut Pertanian Bogor (IPB).

6)        Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

 

7)        Institut Teknologi PLN (ITPLN).

8)        Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikmah Jakarta.

 

9)        Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

10)  STIU Darul Hikmah Bekasi.

 

11)  STEI SEBI.

12)  UM.

 

 

(Sumber CNN)

32341. WASIT NETRAL SIAPA PUN MENANG SEMUA SENANG

 


WASIT NETRAL SIAPA PUN MENANG SEMUA SENANG

Oleh Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Prof Koentjoro menilai.

Memuja-muja Presiden Jokowi.

 

1)        Kesalahan fatal.

2)        Yang dilakukan UGM.

 

3)        Tempatkan Presiden Jokowi terlalu tinggi.

4)        Sehingga merasa tak pernah salah.

 

Rabu (7/2/2024).

“Kalau dulu kita puja-puja.

Mungkin kesalahan fatal.

 

Kita tempatkan terlalu tinggi.

Sehingga merasa tak pernah salah,” kata Koentjoro.

 

Koentjoro khawatir.

 

1.        Nama UGM rusak.

2.        Sebab perilaku Presiden Jokowi.

 

3.        Dan sejumlah pihak di belakangnya.

4.        Yang membenarkan dan bohong.

 

5.        Dibalik Pak Jokowi.

Banyak orang UGM.

 

6.        Jika tak diingatkan.

Nama UGM hancur.

 

 

7.        Kita pakai bahasa kasih.

 

8.        Pak Jokowi kita kembali ke nilai dan jati diri UGM.

 

9.        Pak Jokowi kita jalankan demokrasi Pancasila dengan baik.

 

10.   Tapi tanggapannya negatif.

 

11.   Koentjoro kecewa bentuk kasihnya pada Presiden Jokowi.

 

12.    Dan sejumlah pejabat berlatar UGM.

 

13.   Dianggap partisan.

14.   Dinilai tak netral.

 

15.   Disebut berpihak.

16.   Berpihak pada siapa?

 

17.   Banyak orang dari UGM

 

1)     Presiden Jokowi, UGM

2)     Mensekneg Pratikno, UGM.

 

3)     Anies Baswedan, UGM

4)     Muhaimin, UGM.

 

5)     Ganjar, UGM

6)     Mahfud MD, UGM.

 

7)     Gibran putranya Jokowi.

8)     Airlangga, UGM

9)     Dan lainnya.

 

Koentjoro tegaskan.

Sikap kecewa UGM.

 

Pada pemerintahan Presiden Jokowi.

Sejak Oktober 2023.

Bukan hanya saat ini.

Sejak Oktober 2023.

Guru besar UGM.

 

1)                Membuat integritas.

2)                Etika budaya malu.

 

Usai kasus Gibran.

Tak direspons.

 

Kemudian Presiden BEM.

Jokowi alumnus yang ….

 

Saya tak berani ngomong,” ucap Koentjoro.

 

(Sumber Prof Kuncoro)