AZAN 5
WAKTU PERTAMA AMERIKA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. Tidak
seperti di Indonesia, panggilan salat azan dengan pengeras suara di negara penduduknya
mayoritas non muslim adalah tak lumrah.
2. Momen sejarah
terjadi, ketika azan berkumandang ke seluruh penjuru kota.
3. Contohnya
yang baru saja terjadi di kota Minnesota, Amerika Serikat.
4. Seperti
dikutip Aljazeera, Minggu (26/4/2020) pada Kamis 23 April 2020 dari pengeras
suara di atas masjid Minnesota, malam waktu setempat.
5. Telah
berkumandang azan untuk pertama kalinya di seluruh lingkungan Minneapolis,
menyambut umat Muslim setempat bersiap mulai bulan suci Ramadan.
6. Kumandang
azan kembali menggema pada Jumat pagi.
7. Akan
berlanjut 5 kali sehari sebagai tanda seruan salat 5 waktu selama bulan Ramadan
ini.
8. Diungkapkan
oleh anggota komunitas setempat, kumandang azan menandai momen bersejarah kota Minneapolis
dan kota besar di seluruh Amerika Serikat.
9. Biasanya
di Amerika, azan hanya terdengar dalam masjid atau pusat komunitas.
10. Momen menggemanya
azan ke seluruh penjuru kota disebutkan oleh Imam masjid Dar al-Hijrah (masjid
yang mengumandangkan azan), Abdisalam Adam, bagi sebagian orang menjadi
peristiwa sejarah.
11. “Pasti
ada banyak kegembiraan.
12. Beberapa
orang melihatnya sebagai momen bersejarah, mereka melihatnya dalam hidup
mereka,” ujar Imam Abdisalam Adam.
13. Jaylani
Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Minnesota, menjelaskan
seruan azan dikumandangkan oleh perwakilan berbeda dari masjid sekitar kota.
14. Kumandang
azan ini diharapkan bisa mencapai ribuan umat Muslim di lingkungan wilayah
Cedar-Riverside di Minneapolis.
15. Jaylani
menambah semoga azan sekaligus penenang umat Muslim setempat, khususnya para
jamaah yang biasa ke masjid di tengah pandemi corona COVID-19.
16. “Kami
ingin menyentuh orang-orang yang sering mengunjungi masjid dan komunitas ini.
17. Jika kita
tidak bersama secara fisik, setidaknya melalui gema suara azan jadi pemersatu
bersama dalam masa sulit ini, " kata Hussein.
18. Imam
Abdisalam Adam mengatakan di tengah rasa kehilangan momen bulan Ramadan karena
pandemi COVID-19 yang menjadikan penutupan masjid dan tidak adanya salat berjamaah,
ia berharap kumandang azan setidaknya memberi esensi kemiripan, situasi normal
pada umat Muslim setempat.
19. “Dengan
tidak adanya sholat berjamaah 5 waktu dan salat Jumat berjamaah, kami berharap memberi
penghiburan dan koneksi dengan kebutuhan spiritual anggota masyarakat,"
pungkas Imam Abdisalam Adam.
(Sumber: internet)
0 comments:
Post a Comment