MENGUASAI TAPI TAK BISA MENJALANKAN
Mulai Juli 2022.
Rencananya pembelian BBM bersubsidi.
Akan dibatasi.
Dengan cara.
Tiap pembeli pertalite dan solar.
Harus mengunduh aplikasi tertentu.
Bukan hanya pemilik mobil mewah.
Tapi pemilik mobil biasa.
Dan sepeda motor.
Harus punya aplikasi itu.
Saat antre di pompa bensin.
Orang yang ingin mengisi bensin.
Harus lebih dulu mengaktifkan aplikasi.
Jika tidak ada sinyal.
Habis kuota.
Atau tidak punya HP.
Harap pasrah saja.
Apalagi tidak punya sepeda motor.
Jangan nekad isi bensin.
Berapa konsumsi total.
Seluruh rakyat miskin.
Dan menengah ke bawah.
Terhadap BBM bersubsidi?
Bandingkan dengan industry.
Dan konsumsi mobil.
Kendaraan niaga atau bisnis.
Saya belum pernah melihat.
Angkot isi sampai Rp500 ribu.
Padahal 1 tangki mobil.
Bisa sebanding 10 tangki sepeda motor.
,
Ribuan mobil mewah.
Setara ratusan juta sepeda motor.
Yang banyak dipakai oleh:
1.
Ojol.
2.
Buruh.
3.
Guru honor.
4.
Ojeg pangkalan.
5.
Emak-emak dasteran.
6.
Dan lainnya.
Pembatasan dan pengetatan.
Juga hukuman sanksi tegas.
Kepada pemilik mobil tertentu.
Akan lebih tepat.
Dibandingkan pembatasan BBM bersubsidi.
Untuk rakyat banyak.
Pemerintah selalu ingin mengatur.
Hal yang sepele !!
Apakah mengisi 1 liter saja.
Harus pakai aplikasi.
Apakah yang terjadi.
Saat mogok di jalan.
HP drop.
Apakah pinjam akun orang lain.
Atau mau kasbon.
Di pompa bensin?
Jangan-jangan.
Kelak toilet 'gratis' pun.
Harus berbasis aplikasi.
Begitulah.
Jika perusahan besar dikelola.
Oleh bukan ahlinya.
Maka Dirut dan Komisarisnya.
Seperti kumpulan badut cemberut.
Hanya bisa menaikkan harga.
Dan menyusahkan rakyat. !!
Tidak ada upaya sedikit pun.
Untuk membawa kejayaan Pertamina.
Seperti Petronas Malaysia.
Petronas Malaysia dulu belajar dari
Indonesia.
Sekarang Petronas
Malaysia.
Maju
melesat meninggalkan Pertamina.
Yang
justru sibuk dengan sengkarut.
(Sumber Mei
Chen Lifen)
0 comments:
Post a Comment