Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, February 14, 2021

8632. CARA BERDOA DENGAN ANGKAT TANGAN

 


CARA BERDOA ANGKAT TANGAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

 

Berdoa mengangkat kedua tangan ke atas ada 2 model, yaitu:

 

 

 

1.      Kedua telapak tangan terbuka menghadap ke atas dan  punggung tangan berada di bawah.

 

 

2.      Kedua telapak tangan terbuka menghadap ke bawah dan punggung tangan berada di atas.

 

 

 

Imam Nawawi berkata berdasar hadis sahih disebutkan Rasulullah mengangkat kedua tangan ketika beliau berdoa dalam berbagai kesempatan, bukan pada saat salat Istisqa saja.

 

 

 

 

Ibnu Umar berkata,

 

 

 

 

”Rasulullah mengangkat kedua tangan sambil berdoa:

 

 

 

Ya Allah, aku berlepas diri kepada-Mu atas apa yang dilakukan Khalid’.”

(HR. Bukhari).

 

 

 

Umar bin Khattab berkata,

 

 

 

 

”Pada saat Perang Badar, Rasulullah melihat dari kejauhan pasukan kaum musyrikin sejumlah 1000 orang.

 

 

 

Para sahabat Rasulullah sebanyak 300 orang.

 

 

 

Rasulullah menghadap kiblat, menengadahkan kedua tangan dan berdoa,

 

 

 

 

“Ya Allah, berikan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.

 

 

 

 

Ya Allah, jika pasukan kaum muslimin ini binasa, maka Engkau tidak akan disembah lagi di atas bumi’.”

 

 

 

 

 

Rasulullah terus berdoa dengan menengadahkan kedua tangan menghadap kiblat hingga selendang beliau jatuh dari atas bahunya.

 

 

 

Abu Bakar mengambil selendang itu dan meletakkan di atas bahu Rasulullah.

 

 

 

 

 

Kemudian turun Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9.

 

 

 

 

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

 

 

 

 

 

(Ingatlah), ketika kamu mohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.

 

 

 

 

 

Para ulama menjelaskan jika ada 2 hadis kontradiktif, maka yang dipakai adalah,

 

 

 

 

“Yang menetapkan lebih diutamakan daripada yang menolaknya.”

 

 

Anas berkata,

 

 

 

”Seorang Arab Badui dari perkampungan datang kepada Rasulullah dan ia berkata:

 

 

 

 

Wahai Rasulullah, hewan ternak telah mati, keluarga telah binasa, orang banyak telah binasa.

 

 

 

 

Rasulullah mengangkat kedua tangan berdoa untuk minta hujan.

 

 

 

 

Orang banyak juga mengangkat tangan mereka mengikuti Rasulullah.”

 

 

 

 

 

Berdoa mengangkat tangan memiliki beberapa cara, yaitu:

 

 

1.           Punggung telapak tangan berada di atas.

 

 

 

 

Berdasar hadis Nabi,

 

 

 

 

“Sesungguhnya Rasulullah ketika salat istisqa untuk meminta turun hujan memberi isyarat dengan punggung telapak tangannya ke langit (ke atas), dan telapak tangan menghadap ke bawah”.

 

(HR. Muslim).

 

 

2.           Kedua telapak tangan membuka ke langit. 

 

 

 

Imam Nawawi berkata bahwa sekelompok ulama mazhab dan ulama lain berpendapat hukumnya sunah dalam setiap berdoa untuk menolak bala seperti kemarau panjang dan sejenisnya dengan cara mengangkat kedua tangan dengan punggung telapak tangan berada di atas.

 

 

 

 

Jika berdoa mohon sesuatu yang ingin dihasilkan, maka kedua telapak tangannya menghadap ke langit.

 

 

 

Umar bin Khaththab berkata,

 

 

 

 

 

”Rasulullah mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, beliau menurunkan kedua tangan dengan mengusapkan kedua tangan ke wajah beliau.”

 

(HR. Tirmidzi).

 

 

 

 

Kesimpulannya.

 

1.      Berdoa mengangkat kedua tangan membuka ke atas jika mohon untuk diberikan sesuatu.

 

 

 

 

Misalnya ketika berdoa,

 

 

 

 

”Ya Allah, bahagiakan hidup kami di dunia dan ahirat.”

 

 

2.      Kedua tangan membuka ke bawah jika mohon untuk menolak sesuatu.

 

 

Misalnya berdoa,

 

 

 

”Ya Allah, jauhkan kami siksa api neraka.”

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

1.      Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.      Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.      Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

8631. TEORI MODERN ALAM SEMESTA DALAM AL-QURAN

 


TEORI MODERN ALAM SEMESTA DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

Teori modern yang diterima tentang asal usul alam semesta adalah teori Big Bang (ledakan besar yang dahsyat).

 

 

 

Para ilmuwan masih meneliti teori ini.

 

 

 

Konsep letusan dahsyat ini telah dijelaskan secara garis besar dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun lampau.

 

 

 

 

Teori Big Bang menjelaskan terjadinya alam semesta dimulai dengan satu gumpalan besar.

 

 

 

Kemudian alam semesta meledak menjadi jutaan pecahan.

 

 

 

Fenomena ini terjadi milyaran tahun lalu.

 

 

 

Sejak saat itu, alam semesta meluas dan mengembang semakin besar.

 

 

 

Sampai suatu saat akan berhenti berkembang.

 

 

 

Dan alam semesta akan kembali menciut lagi.

 

 

 

Itu teori para ilmuwan tentang alam semesta yang agaknya sejalan dengan Al-Quran.

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.

 

 

 

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

 

 

 

 

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Adz-Dzariyat (surah ke-51) ayat 47.

 

 

 

 

وَالسَّمَاءَبَنَيْنَاهَابِأَيْدٍوَإِنَّالَمُوسِعُونَ

 

 

 

 

 

 

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.

 

 

 

 

Al-Quran surah Adz-Dzariyat (surah ke-51) ayat 7.

 

 

 

وَالسَّمَاءِذَاتِالْحُبُكِ

 

 

 

Demi langit yang punya jalan-jalan.

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Mursalat (surah ke-77) ayat 8.

 

 

 

فَإِذَاالنُّجُومُطُمِسَتْ

 

 

 

 

Maka jika bintang-bintang telah dihapuskan.

 

 

 

 

 

Para ilmuwan menyatakan pada saat terbentuknya alam semesta, ruang angkasa penuh gas panas. 

 

 

 

 

Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Fushshilat (surah ke-41) ayat 11.

 

 

 

ثُمَّاسْتَوَىٰإِلَىالسَّمَاءِوَهِيَدُخَانٌفَقَالَلَهَاوَلِلْأَرْضِائْتِيَاطَوْعًاأَوْكَرْهًاقَالَتَاأَتَيْنَاطَائِعِينَ

 

 

 

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”.

 

 

 

 

 

Menurut para ilmuwan, kata “asap” adalah penjelasan yang tepat tetang gas ini.

 

 

 

Allah membagi langit menjadi 7 lapis.

 

 

 

 

Seperti penjelasan dalam Al-Quran surah Fushshilat (surah ke-41) ayat 12.

 

فَقَضَاهُنَّسَبْعَسَمَاوَاتٍفِييَوْمَيْنِوَأَوْحَىٰفِيكُلِّسَمَاءٍأَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّاالسَّمَاءَالدُّنْيَابِمَصَابِيحَوَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَتَقْدِيرُالْعَزِيزِالْعَلِيمِ

 

 

 

 

Maka Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

 

 

Para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berumur sekitar 18 milyar tahun.

 

 

 

 

Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam “6 hari” atau “6 periode.”

 

 

 

 

Sebagian ulama memprediksi umur alam semesta 18,3 milyar tahun.

 

 

 

 

Kata “hari” di sini bukan ukuran 24 jam standar manusia.

 

 

 

Tetapi diukur dengan standar berbeda.

 

 

 

 

Al-Quran menyatakan 1 hari ukuran Allah sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia.

 

 

 

 

Dalam keadaan tertentu 1 hari sama dengan 50.000 tahun.

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Maarij (surah ke-70) ayat 4.

 

 

 

تَعْرُجُالْمَلَائِكَةُوَالرُّوحُإِلَيْهِفِييَوْمٍكَانَمِقْدَارُهُخَمْسِينَأَلْفَسَنَةٍ

 

 

 

 

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam 1 hari yang kadarnya 50.000 tahun.

 

 

 

 

Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 2.

اللَّهُالَّذِيرَفَعَالسَّمَاوَاتِبِغَيْرِعَمَدٍتَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّاسْتَوَىٰعَلَىالْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَالشَّمْسَوَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّيَجْرِيلِأَجَلٍمُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُالْأَمْرَيُفَصِّلُالْآيَاتِلَعَلَّكُمْبِلِقَاءِرَبِّكُمْتُوقِنُونَ

 

 

 

 

Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

 

 

 

 

Teori sains modern menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari ledakan sebuah gumpalan besar yang dahsyat.

 

 

 

Tetapi belum berhasil menentukan,

 

 

 

 

“Bagaimana cara gumpalan besar itu terwujud dan bagaimana ruang angkasa berupa kekosongan dan kehampaan terbentuk?”

 

 

 

 

Saat ini, beberapa ilmuwan sampai kepada kesimpulan tentang kemungkinan penciptaan alam semesta.

 

 

 

 

Artinya alam semesta terjadi karena ada yang menciptakannya.

 

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 16-17.

 

وَمَاخَلَقْنَاالسَّمَاءَوَالْأَرْضَوَمَابَيْنَهُمَالَاعِبِينَ

لَوْأَرَدْنَاأَنْنَتَّخِذَلَهْوًالَاتَّخَذْنَاهُمِنْلَدُنَّاإِنْكُنَّافَاعِلِينَ

 

 

 

 

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).

 

 

 

 

 

Umat Islam yang patuh sangat yakin terhadap kebenaran Al-Quran.

 

 

 

Apa pun yang dikatakan Al-Quran pasti benar.

 

 

 

Dan tidak perlu menunggu sampai Al-Quran membuktikan kebenarannya.

 

 

 

 

 

Ketika ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta ternyata terbukti benar secara ilmiah.

 

 

 

 

Hal itu membantu mendukung bukti Al-Quran sebagai kalam Allah Yang Maha Tinggi.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,

3.      Tafsirq.com online.