Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, July 22, 2025

41316. ATURAN HIBAH BAGI ANAK ANGKAT

 


 

ATURAN HIBAH BAGI ANAK ANGKAT DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

Dalam Islam.

Hibah pada anak angkat

 

1)        Boleh.

2)        Tak ada batas nominal eksplisit.

 

3)        Dilakukan saat masih hidup.

4)        Tak merugikan ahli waris yang sah.

5)        Dilakukan secara adil.

 

 

A.       Hibah boleh untuk anak angkat.

 

1)        Islam membolehkan hibah.

2)        Memberi harta tanpa imbalan.

 

3)        Kepada siapa pun.

4)        Termasuk anak angkat.

 

Dengan syarat:

 

1)        Dilakukan saat masih hidup.

2)        Harta benar-benar dikuasakan kepada penerima.

 

3)        Terjadi serah terima.

4)        Tak niat menghindari hukum waris

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 2.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu melanggar syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram, jangan (mengganggu) binatang had-ya, dan binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang yang mengunjungi Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan rida dari Tuhannya dan jika kamu telah selesai ibadah haji, maka boleh berburu. Dan jangan sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

 

Catatan.

 

1)        "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa."

 

B.       Tidak ada batas resmi.

Tapi ada adab dan keadilan.

 

1.        Secara hukum tak ada batas maksimal.

Untuk hibah kepada anak angkat.

 

2.        Ulama beri pedoman keadilan.

Agar tidak zalim.

 

Yaitu:

1)        Jika masih ada ahli waris sah.

2)        Seperti anak kandung, istri/suami, dll.

 

3)        Sebaiknya hibah tak melebihi 1/3 dari seluruh harta.

 

4)        Agar tidak menimbulkan konflik warisan setelah wafat.

 

Ibn Qudamah (ulama Hanbali):

“Makruh memberi seluruh harta.

Kepada satu anak atau orang tertentu.

 

Sebab bisa timbul konflik .

Setelah wafat.”

 

C.       Cara bijak memberi hibah pada anak angkat.

 

1)        Pastikan niatnya demi Allah.

 

2)        Tak untuk menghilangkan hak waris orang lain

 

3)        Dokumentasi resmi dan sah.

 

4)        Sampaikan kepada keluarga.

Agar tak timbul fitnah dan sengketa.

 

5)        Jika harta utama masih dibutuhkan untuk hidup.

Sisakan untuk diri sendiri dulu.

 

Kesimpulan.

 

1)        Boleh hibah pada anak angkat.

2)        Tak dibatasi jumlahnya.

 

3)        Tapi harus adil.

4)        Hibah diserahkan langsung.

 

5)        Tak menzalimi ahli waris sah.

 

6)        Jika memberi jumlah besar.

7)        Usahakan dalam batas maksimal 1/3.

 

8)        Demi maslahat.

9)        Menjaga harmoni keluarga.

 

 

 

 

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

41315. ATURAN HAK WARIS ANAK ANGKAT

 



 

HAK WARIS ANAK ANGKAT DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Tak ada ayat eksplisit.

 

Menetapkan hak waris.

Bagi anak angkat.

 

Islam membedakan tegas.

1)        Anak kandung.

2)        Anak angkat.

 

Terutama dalam hal:

 

1)        Nasab (keturunan).

2)        Hukum waris.

3)        Hak keluarga.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 4-5.

 

مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

 

4. Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

 

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

5. Panggilah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak mereka; itu lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggil mereka sebagai) saudaramu seagama dan maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

 

1)        "…Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Itu hanya perkataanmu di mulutmu saja…"

 

2)        Anak angkat tak punya status nasab atau hukum seperti anak kandung.

 

3)        Tak otomatis dapat warisan dari orang tua angkat.

 

A.       Hukum Waris Anak Angkat

 

Menurut hukum Islam (syariah):

 

Anak angkat tak otomatis dapat warisan.

Dari orang tua angkat.

Sebab bukan ahli waris syar’i.

 

Tapi orang tua angkat.

Boleh memberi harta melalui:

 

1)        Hibah

Diberikan saat masih hidup.

 

2)        Wasiat.

Maksimal 1/3 dari total harta.

 

Setelah meninggal.

Jika tak ada keberatan ahli waris.

 

B.       Contoh Solusi Islami

 

Misalnya.

Orang mengangkat anak:

 

1)        Ia bisa memberi hibah harta.

Saat masih hidup.

Berupa rumah, tabungan, dsb

 

2)        Membuat surat wasiat .

Maksimal 1/3 dari hartanya.

Untuk anak angkatnya

 

 

 

Kesimpulan:

 

1)        Islam menjunjung tinggi keadilan dalam warisan.

 

2)        Hukum waris ditetapkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an (QS An-Nisa: 11–12)

 

3)        Anak angkat bukan ahli waris syar’i.

4)        Berdasarkan QS Al-Ahzab: 4-5.

 

5)        Anak angkat bukan status anak kandung.

6)        Tak otomatis dapat warisan.

 

7)        Islam boleh memberi harta kepada anak angkat

 

8)        Bisa melalui hibah.

Saat masih hidup.

 

9)        Bisa lewat surah wasiat

Maksimal 1/3 harta.

Berlaku saat meninggal.

 

10)  Tujuan utama: keadilan dan keteraturan keluarga.

 

11)  Islam menjaga hak ahli waris sah.

 

12)  Membuka ruang kasih sayang untuk anak angkat secara syariat.

 

C.       Meneladani Nabi Muhammad SAW.

 

Nabi punya anak angkat.

Bernama Zaid bin Haritsah.

 

Nabi memisahkan kasih sayang dan hukum waris.

Penutup:

 

1)        Islam membedakan kasih sayang dan aturan hukum.

 

2)        Bisa menyayangi anak angkat.

Seperti anak sendiri.

 

3)         Tapi tetap ikut batas syariat

4)        Agar adil dan berkah.

 

D.       Islam tak melarang berbuat baik

 

Islam bukan agama kaku.

Islam tak melarang memberi harta.

Kepada anak angkat.

 

Tapi lewat jalur yang benar.

Yaitu:

 

1)        Hibah.

Memberikan harta saat masih hidup.

 

 

2)        Surat wasiat.

Maksimal 1/3 dari harta.

 

Berlaku setelah wafat.

QS. Al-Baqarah: 180).

 

Bentuk kasih saying.

Berada dalam koridor syariat.

 

Kita bisa mencintai, mendidik, dan membesarkan anak angkat.

 

Dengan penuh cinta.

Tanpa melanggar aturan Allah.

Dalam warisan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.