Saturday, May 2, 2020

4299. GUS BAHA MUKJIZAT AL-QURAN


GUS BAHA MUKJIZAT AL-QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1.    Mukjizat adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia.
2.    KUDUS, Suaranahdliyin.com – Berbicara seputar mukjizat terbesit pertanyaan mengapa mukjizat Nabi Muhammad tidak sehebat Nabi Musa dengan tongkatnya?
3.    Menjawab pertanyaan tersebut, KH. Baha’udin Nur Salim (Gus Baha’) asal Kragan, Rembang berpendapat justru Al-Quran adalah mukjizat yang lebih dahsyat melebihi tongkat Nabi Musa dan onta Nabi Sholeh yang keluar dari batu.
4.    “Kalau yang dikatakan mukjizat adalah sesuatu yang melebihi kadar kemampuan manusia biasa, Al-Quran justru banyak menjelaskan penalaran yang objektif untuk umat sehingga bisa sering melihat kedahsyatan Allah setiap saat,” tuturnya dalam Darusan Umum Masjid al-Aqsha Menara di Gedung YM3SK, Rabu malam (29/05/19).
5.    Menurut Gus Baha’ keimanan di zaman umat Nabi Muhammad tidak perlu hal-hal yang sifatnya khoriqul adat (berbeda melebihi kebiasaan).
6.    Cukup dengan bukti penalaran atas penciptaan seekor nyamuk saja itu sudah menunjukkan dahsyatnya Allah SWT.
7.    “Kalau untuk mengetahui adanya Allah SWT harus menunggu mukjizat seperti Nabi Musa, itu kecelakaan besar dalam ketauhidan.
8.    Misalnya, kita disuruh membikin nyamuk, bisa apa tidak?
9.    Atau patungnya nyamuk saja, apakah bisa?
10. Bukankah itu sudah cukup sebagai bukti adanya Allah SWT?” tandasnya.
11. Bagi orang alim, lanjut Gus Baha’, percontohan nyamuk itu lebih dahsyat ketimbang tongkat Nabi Musa dan onta Nabi Sholeh.
12. Cara Allah menjelaskan iman cukup sederhana dengan perumpamaan serta hal-hal kecil di sekitar manusia.
13. “Kalau misalnya saya bertemu dan dipameri Nabi Musa tentang kesaktian tongkatnya, saya tetap lebih memilih Nabi Muhammad.’
14. Karena Al-Quran memberi nalar yang objektif dan tidak terbatas.
15. Makanya Rasulullah itu disebut sebagai afdholul anbiya’ (Nabi yang paling utama),” katanya.
16. Gus Baha’ memaparkan risiko mukjizat yang sifatnya khariqul adat seperti tongkat Nabi Musa dan onta Nabi Sholeh.
17. Ia menyebut mukjizat makhsushoh seperti itu terbatas, sebab hanya bisa diketahui oleh manusia yang menyaksikannya secara langsung saja.
18. “Manusia yang tidak menyaksikannya bisa saja tidak percaya.
19. Tetapi dengan kedahsyatan Al-Quran dengan logika penciptaan alam semesta pasti manusia akan percaya ila yaumil qiyamah,” paparnya.
20. Dengan mukjizat khariqul adat, dikhawatirkan bisa membuat umat manusia manja dan minta sesuatu yang aneh-aneh.
21. Sebagian ulama mengkritik mukjizat yang seperti itu selayaknya tidak perlu dituruti.
22. “Salah satu ulama menyebut penyebab orang menjadi kafir adalah ketergantungannya pada kejadian dahsyat untuk mau percaya pada kodrat Allah SWT,” sebutnya.
23. Umat ini akan menggantungkan kebenaran agama berdasar kesaktian  pemimpinnya (para ulama) sebagai pewaris Nabi.
24. Umat akan menuntut para kiai memiliki kesaktian yang bisa disaksikan bersama secara zahir.
25. “Kalau tidak sakti tidak diakui.
26. Akhirnya muncul yang pura-pura sakti, seperti kasus Dimas Kanjeng,” ucapnya diikuti tawa jamaah.
27. Al-Quran adalah mukjizat terbesar bagi umat manusia.
28.  Al-Quran bisa membuktikan dan mengantarkan manusia pada Allah SWT dengan penalaran sederhana, yang orang awam pun bisa memahaminya.
29. Nabi Muhammad menjadi satu-satunya utusan sukses membawa manusia kembali (iman) kepada Allah dengan sarana yang tidak terbatas dan ada di mana saja.
30. Rasulullah sukses memiliki umat beriman tanpa harus ditunggui dan dibina secara langsung sampai hari ini.
31. Cukup dengan Al-Quran,” jelas kiai yang masih memiliki nasab hingga Mbah Asnawi Sepuh ini. (
(Sumber: internet)


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment