BEDANYA UKHUWAH DAN FANATIK DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Perbedaan
1)
Ukhuwah
2)
Fanatik (ta‘aṣṣub)
Dalam Al-Qur’an
1)
Keduanya bahas kebersamaan.
2)
Tapi arah dan niatnya
3)
Berbeda total.
A.
Ukhuwah (Persaudaraan)
Dalam Al-Qur’an
Ukhuwah
1)
Persaudaraan dibangun
2)
Atas:
a.
Iman.
b.
Kebenaran.
c.
Akhlak.
3)
Bukan atas:
a.
Kelompok
b.
Kepentingan.
QS. Al-Hujurat (49:10)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا
اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu
sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikan (perbaiki hubungan) dua saudaramu
itu dan takutlah pada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
4)
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu
bersaudara.”
5)
Artinya:
a.
Persatuan karena nilai.
b.
Bukan karena geng.
c.
Tetap adil
d.
Meskipun pada orang berbeda.
Ciri ukhuwah di Qur’an
Yaitu:
1)
Menyatukan hati
2)
Tetap adil
3)
Saling menasihati
4)
Mendamaikan konflik
1.
Menyatukan hati
QS. Ali Imran (3:103)
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا
نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا
حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu
semua kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, dan ingatlah
akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadi kamu karena nikmat Allah, orang-orang bersaudara;
dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya.
Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
1)
Bersama pegang tali Allah
2.
Tetap adil
QS. Al-Maidah (5:8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ
بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil, karena adil itu lebih
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
1)
Kebencian jangan membuat tak adil.
3.
Saling menasihati
QS. Al-Asr (103:1-3)
وَالْعَصْرِ
1. Demi masa.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
2. Sesungguhnya manusia benar-benar
dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
3. kecuali orang-orang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati agar menaati kebenaran dan saling menasihati
agar menetapi kesabaran.
1)
Saling menasihati dalam kebenaran.
4.
Mendamaikan konflik
QS. Al-Hujurat (49:9-10).
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ
إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ
إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ
وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
9. Dan kalau ada dua
golongan dari mereka yang beriman berperang hendaklah kamu damaikan keduanya!
Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang
melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah.
Kalau dia telah surut, damaikan keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu
berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
10. Orang-orang beriman
itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikan (perbaiki hubungan) kedua
saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
1)
Ukhuwah = cinta tetap tunduk pada
kebenaran.
B.
Fanatik Buta (Ta‘aṣṣub)
Perspektif Qur’an
1)
Fanatik = membela kelompok, tokoh,
atau tradisi
2)
Meskipun salah.
QS. Al-Baqarah (2:170)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا
أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ
أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
170. Dan apabila
dikatakan pada mereka: "Ikuti apa yang telah diturunkan Allah,"
mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami
dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan
mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka tidak tahu suatu apapun, dan
tidak mendapat petunjuk?".
3)
Al-Qur’an kritik sikap ini:
“Kami hanya mengikuti apa yang kami
dapati dari nenek moyang kami.”
Contoh fanatik tradisi.
4)
Ayat lain:
QS. Al-Fath (48:26)
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ
الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى
الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا
وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
26. Ketika orang-orang
kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) sombong jahiliah lalu
Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan
Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan mereka berhak dengan kalimat
takwa itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
1)
“Ketika orang kafir menanamkan dalam
hati mereka fanatik jahiliah…”
2)
Istilah Qur’annya: fanatic buta.
Perbedaan Inti
1)
Ukhuwah.
a.
Bersatu sebab kebenaran.
b.
Mau dikeoreksi.
c.
Adil pada semua.
d.
Menguatkan iman.
e.
Berdasar takwa.
2)
Fanatic Jahiliah.
a.
Bersatu sebab kelompok.
b.
Anti kritik.
c.
Membela meskipun salah.
d.
Memecah umat.
3)
Berdasar ego identitas.
1)
Al-Qur’an ajarkan:
a.
Cintai orangnya
Tapi ikuti kebenaran.
b.
Bukan: anggap benar
Karena orangnya.
2)
Qur’an sering bertanya:
“Apakah mereka mengikuti walaupun
nenek moyang mereka tidak tahu apa-apa?”
(QS. Al-Baqarah: 170)
1)
Artinya:
a.
Islam melatih akal + iman.
b.
Bukan loyalitas buta.
Contoh Modern (Nilai Qur’an)
1)
Ukhuwah
a.
Berbeda organisasi Islam
b.
Tapi tetap saling hormat.
c.
Mengkritik dengan adab.
d.
Mengutamakan persatuan umat.
2)
Fanatik Jahiliah
a.
Anggap kelompok sendiri paling suci.
b.
Menyerang orang lain hanya karena beda
ustaz/mazhab/pilihan politik.
c.
Membela tokoh, walau jelas salah.
Kesimpulan Qur’ani
1)
Ukhuwah = persaudaraan karena Allah.
2)
Fanatik = pembelaan karena ego
kelompok.
3)
Islam perintahkan ukhuwah.
4)
Tapi melarang fanatic buta.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



