Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label BEDA UKHUWAH DAN FANATIK. Show all posts
Showing posts with label BEDA UKHUWAH DAN FANATIK. Show all posts

Friday, March 20, 2026

55195. BEDA UKHUWAH DAN FANATIK

 


BEDANYA UKHUWAH DAN FANATIK DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan

1)        Ukhuwah

2)        Fanatik (ta‘aṣṣub)

 

Dalam Al-Qur’an

 

1)        Keduanya bahas kebersamaan.

 

2)        Tapi arah dan niatnya

3)        Berbeda total.

 

A.       Ukhuwah (Persaudaraan)

Dalam Al-Qur’an

 

Ukhuwah

1)        Persaudaraan dibangun

2)        Atas:

 

a.        Iman.

b.        Kebenaran.

c.        Akhlak.

 

3)        Bukan atas:

 

a.        Kelompok

b.        Kepentingan.

 

QS. Al-Hujurat (49:10)


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikan (perbaiki hubungan) dua saudaramu itu dan takutlah pada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

 

4)        “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”

 

5)        Artinya:

 

a.        Persatuan karena nilai.

b.        Bukan karena geng.

 

c.        Tetap adil

d.        Meskipun pada orang berbeda.

 

Ciri ukhuwah di Qur’an

Yaitu:

 

1)        Menyatukan hati

2)        Tetap adil

 

3)        Saling menasihati

4)        Mendamaikan konflik

 

1.        Menyatukan hati

 

QS. Ali Imran (3:103)


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadi kamu karena nikmat Allah, orang-orang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

 

1)        Bersama pegang tali Allah

 

2.         Tetap adil

 

QS. Al-Maidah (5:8)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

1)        Kebencian jangan membuat tak adil.

 

3.        Saling menasihati

 

QS. Al-Asr (103:1-3)


وَالْعَصْرِ

1. Demi masa.

 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

2. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian,

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

3. kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling  menasehati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar menetapi kesabaran.

 

1)        Saling menasihati dalam kebenaran.

 

4.         Mendamaikan konflik

 

QS. Al-Hujurat (49:9-10).

 

Surat Al-Hujurat Ayat 9

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

 

9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman  berperang hendaklah kamu damaikan keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikan keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikan (perbaiki hubungan) kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

1)        Ukhuwah = cinta tetap tunduk pada kebenaran.

 

 

B.       Fanatik Buta (Ta‘aṣṣub)

Perspektif Qur’an

 

1)        Fanatik = membela kelompok, tokoh, atau tradisi

2)        Meskipun salah.

 

QS. Al-Baqarah (2:170)

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

 

170. Dan apabila dikatakan pada mereka: "Ikuti apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka tidak tahu suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

 

3)        Al-Qur’an kritik sikap ini:

“Kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.”


Contoh fanatik tradisi.

 

4)        Ayat lain:

 

QS. Al-Fath (48:26)


إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

 

26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) sombong jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

 

1)        “Ketika orang kafir menanamkan dalam hati mereka fanatik jahiliah…”

 

2)        Istilah Qur’annya: fanatic buta.

 

Perbedaan Inti

 

1)        Ukhuwah.

 

a.        Bersatu sebab kebenaran.

b.        Mau dikeoreksi.

 

c.        Adil pada semua.

d.        Menguatkan iman.

e.        Berdasar takwa.

 

2)        Fanatic Jahiliah.

 

a.        Bersatu sebab kelompok.

b.        Anti kritik.

 

c.        Membela meskipun salah.

d.        Memecah umat.

3)        Berdasar ego identitas.

 

1)        Al-Qur’an ajarkan:

 

a.                Cintai orangnya

Tapi ikuti kebenaran.

 

b.                Bukan: anggap benar

Karena orangnya.

 

2)        Qur’an sering bertanya:

 

“Apakah mereka mengikuti walaupun nenek moyang mereka tidak tahu apa-apa?”

 

(QS. Al-Baqarah: 170)

 

1)        Artinya:

 

a.        Islam melatih akal + iman.

b.        Bukan loyalitas buta.

 

 

Contoh Modern (Nilai Qur’an)

 

1)        Ukhuwah

 

a.        Berbeda organisasi Islam

b.        Tapi tetap saling hormat.

 

c.        Mengkritik dengan adab.

d.        Mengutamakan persatuan umat.

 

2)        Fanatik Jahiliah

 

a.        Anggap kelompok sendiri paling suci.

 

b.        Menyerang orang lain hanya karena beda ustaz/mazhab/pilihan politik.

 

c.        Membela tokoh, walau jelas salah.

 

Kesimpulan Qur’ani

 

1)        Ukhuwah = persaudaraan karena Allah.

 

2)        Fanatik = pembelaan karena ego kelompok.

 

3)        Islam perintahkan ukhuwah.

4)        Tapi melarang fanatic buta.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT