FASE MANUSIA SETELAH
WAFAT VERSI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an
Urutan manusia setelah
mati
Dijelaskan bertahap.
Yaitu:
1)
Kematian (ruh
dicabut)
2)
Alam Barzakh (alam
kubur)
3)
Hari Kiamat
4)
Dibangkitkan dari
kematian
5)
Dikumpulkan di Padang
Mahsyar
6)
Amal diperlihatkan
dan dihisab
7)
Penentuan akhir:
Surga atau Neraka
Penjelasan.
A.
Kematian (ruh
dicabut)
1)
Saat ajal datang.
2)
Malaikat mencabut ruh
manusia.
QS Ali Imran (3:185)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ
النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat saja disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang menipu.
Catatan.
“Tiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
QS As-Sajdah (32:11)
۞ قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ
الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakan: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut
nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan
dikembalikan".
Catatan.
3)
“Katakan: Malaikat maut
yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu.”
4)
Logika modern:
Kematian adalah
berhentinya fungsi tubuh dan otak.
5)
Al-Qur’an ajarkan
a.
Setelah tubuh berhenti.
b.
Ruh tetap ada
c.
Masuk fase berikutnya.
B.
Alam Barzakh (alam
kubur)
1)
Setelah mati.
a.
Manusia masuk alam
penantian
b.
Sebelum hari
kebangkitan.
QS Al-Mukminun (23:100)
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا
تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ
بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku
tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu perkataan yang diucapkannya
saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.
Catatan.
2)
“Di hadapan mereka ada
barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”
3)
Bahasa sederhana:
a.
Barzakh seperti “ruang
tunggu”
b.
Menuju Hari Kiamat.
4)
Logika modern:
a.
Manusia hidup di dunia
b.
Dengan dimensi terlihat.
Al-Qur’an jelaskan
a.
Ada alam gaib
b.
Tak terlihat mata
manusia.
C.
Hari Kiamat
1)
Seluruh alam semesta dihancurkan.
QS Al-Zalzalah (99:1)
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ
زِلْزَالَهَا
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
Catatan.
“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat.”
QS At-Takwir
(81:1)
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Apabila
matahari digulung,
Catatan.
“Ketika matahari digulung.”
2)
Logika modern:
a.
Semua benda di alam
semesta
b.
Punya batas umur.
c.
Bintang, planet, dan
galaksi.
d.
Bisa hancur.
1)
Al-Qur’an sebut
2)
Alam dunia tidak kekal.
D.
Dibangkitkan dari
kematian
1)
Manusia dihidupkan
kembali.
QS Al-Mukminun
(23): 15–16.
ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ
لَمَيِّتُونَ
15. Kemudian, sesudah
itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
تُبْعَثُونَ
16. Kemudian,
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
Catatan.
1)
“Kemudian sesudah itu
kamu benar-benar akan mati.
2)
Kemudian pada hari
kiamat kamu akan dibangkitkan.”
QS Yasin
(36): 78–79.
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ
خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
78. Dan ia membuat
perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapa
yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا
أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
79. Katakan: "Ia
akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama. Dan Dia Maha
Mengetahui tentang segala makhluk.
Catatan
1)
“Dan Dia membuat
perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: ‘Siapakah
yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur?’
2)
Katakan: ‘Yang akan
menghidupkannya ialah Tuhan yang menciptakannya pertama kali.’”
3)
Logika modern:
a.
Allah mampu menciptakan
manusia
b.
Dari tidak ada menjadi
ada.
c.
Maka membangkitkan Kembali
d.
Tentu lebih mudah
bagi-Nya.
E.
Dikumpulkan di Padang
Mahsyar
1)
Semua manusia
dikumpulkan
2)
Menunggu pengadilan
Allah.
QS Az-Zalzalah (99): 6.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ
أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan
bermacam-macam, supaya diperlihatkan pada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
Catatan.
1)
“Pada hari itu manusia
keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok.”
3)
Logika modern:
a.
Ini gambarkan
b.
Semua manusia tanggung jawab
hidupnya.
c.
Tak melihat kaya,
miskin, jabatan, atau kekuasaan.
F.
Amal diperlihatkan
dan dihisab
1)
Semua perbuatan
dihitung.
QS Az-Zalzalah (99): 7–8.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
خَيْرًا يَرَهُ
7. Barangsiapa mengerjakan
kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
شَرًّا يَرَهُ
8. Dan barangsiapa mengerjakan
kejahatan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Catatan.
1)
“Barang siapa mengerjakan
kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.
2)
Dan barang siapa
mengerjakan kejahatan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
QS Al-lsra (17:14)
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ
الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Bacalah kitabmu, cukup dirimu sendiri pada waktu ini
sebagai penghisab terhadapmu".
Catatan.
1)
“Bacalah kitabmu, cukup
dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.”
2)
Logika modern:
a.
Dalam dunia modern
b.
Ada rekaman data,
kamera, dan jejak digital.
c.
Al-Qur’an ajarkan
d.
Semua amal manusia
e.
Tercatat sempurna.
G.
Penentuan akhir:
Surga atau Neraka
1)
Setelah dihisab
2)
Manusia masuk balasan
akhir.
3)
Orang beriman dan
bertakwa
4)
Masuk surga
QS Ali ‘Imran (3): 185.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ
النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat saja disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanya kesenangan yang menipu.
Catatan.
1)
“Barang siapa dijauhkan
dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung.”
2)
Orang kafir dan zalim
3)
Masuk neraka
QS An-Nisa’ (4): 56.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا
سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا
غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak
akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,
Kami ganti kulit mereka dengan kulit lain, supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya
orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke
dalam neraka.”
2)
Logika modern:
a.
Keadilan sejati
b.
Tak selalu terjadi di
dunia.
c.
Ada orang baik, tapi menderita
d.
Ada orang jahat, tapi lolos
dari hukuman.
e.
Al-Qur’an jelaskan
f.
Ada pengadilan akhir sempurna.
Ringkasan
Tahapan perjalanan manusia
Setelah Mati
Yaitu:
1)
Mati → ruh dicabut
2)
Masuk alam barzakh/kubur
3)
Terjadi Hari kiamat
4)
Manusia dibangkitkan
5)
Dikumpulkan di Padang
Mahsyar
6)
Amal dihisab
7)
Masuk surga
8)
Masuk neraka
Kesimpulan
Versi Al-Qur’an:
1)
Hidup dunia bukan akhir.
2)
Tapi ujian sementara
3)
Menuju hidup abadi.
Versi logika modern:
1)
Manusia selalu cari
a.
Keadilan.
b.
Tujuan hidup.
c.
Makna setelah kematian.
2)
Al-Qur’an jelaskan
Hidup manusia
a.
Punya tanggung jawab
b.
Tujuan akhir.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT




.jpg)


