Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 19, 2024

37242. SUAMI TUDUH ISTERINYA BERZINA

 


SUAMI TUDUH ISTERlNYA BERZINA DI ALQURAN     

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Dalam Al-Quran

 

1)        Suami menuduh isterinya berzina.

Surah An-Nur (24 : 6-10).

 

2)        Hukuman bagi pezina.

Surah An-Nur (24 : 2).

 

3)        Hukuman bagi budak berzina.

Surah An-Nur (4 : 25).

 

4)        Hukuman bagi orang menuduh orang lain berzina.

Surah An-Nur (24 : 4-5).

 

5)        Perintah tegakkan hukum yang adil.

 

Surah Al-Baqarah (2 : 286).

Surah Al-An’am (6 : 152)

 

 

1.        Suami tuduh isterinya berzina.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat  6-10.

 


وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ

 

Dan orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tak punya saksi selain diri sendiri, maka persaksian orang itu ialah 4 kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.

 

وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

 

Dan (sumpah) yang ke-5: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia berdusta.

 

وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

 

Isterinya dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya 4 kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya benar-benar termasuk orang dusta.

 

وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ

 

Dan (sumpah) yang ke-5 bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya orang yang benar.

 

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ

 

Dan andaikan tak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikan) Allah bukan Penerima Tobat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu mengalami kesulitan).

 

2.        Hukuman bagi pria dan wanita pezina.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat  2.

 

انِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

 

Wanita berzina dan pria berzina, maka deralah tiap orang 10 kali dera, dan janganlah belas kasihan pada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman pada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan sekumpulan orang beriman.

 

 

3.        Hukuman bagi budak berzina.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat  25.

 


وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ فَمِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ فَتَيَاتِكُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ ۚ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ مُحْصَنَاتٍ غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ وَلَا مُتَّخِذَاتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَا أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنَاتِ مِنَ الْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ۚ وَأَنْ تَصْبِرُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) tak cukup belanja untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita beriman, dari budak yang kamu miliki. Allah tahu imanmu; sebagian kamu adalah sebagian lain, karena itu kawini mereka dengan izin tuan mereka, dan beri maskawin menurut yang patut, sedangkan mereka wanita menjaga diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil pria  lain jadi piaraan; dan jika mereka jaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan keji (zina), maka atas mereka separuh hukuman dari hukuman wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak), adalah bagi orang yang takut pada masyakat menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan sabar lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

4.        Hukuman bagi orang menuduh orang lain berzina.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 4-5.

 


وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Dan orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan 4 orang saksi, maka dera mereka (yang menuduh itu) 80 kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selamanya. Dan mereka orang fasik.

 

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Kecuali orang bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

5.        Perintah tegakkan hukum yang adil.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286.

 


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Allah tak bebani orang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan kepada orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 152.

 


وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara lebih bermanfaat, hingga ia dewasa. Dan sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban pada orang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan jika kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhi janji Allah. Yang demikian diperintahkan Allah padamu agar kamu ingat.

 

 

 (Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)

 

37238. HIDUP GEMERLAP DUNIA PERMAINAN MENIPU

 


HIDUP GEMERLAP DUNIA PERMAINAN MENIPU     

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Nilai harta benda dan fitnah bagi manusia.

Dalam Al-Quran.

 

Yaitu:

 

1)        Surah Ali lmran (3 : 10, 181).

2)        Surah Al-Anfal (8 : 36).

 

3)        Surah An-Nur (24 : 22).

4)        Surah At-Taubah (9 : 74).

 

5)        Surah An-Nahl (16 : 71)

6)        Surah Al-Kahfi (18 : 46).

 

7)        Surah Al-Anfal (8 : 28).

8)        Surah Al-lsra (17 : 83).

 

9)        Surah Asy- Syura (42 : 27).

10)  Surah Al-Hadid (57 : 20)

 

 

1.        Harta kekayaan dan anak-anak orang kafir tak dapat menolak siksaan neraka.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat  10.

 

 الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

 

Sesungguhnya orang-orang kafir, harta benda dan anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka bahan bakar api neraka.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat  181.

 

 سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ


Sesungguhnya Allah mendengar ucapan orang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan benar, dan Kami akan katakan (pada mereka): "Rasakan olehmu azab membakar".

 

 

Asbabun nuzul ayat 181.

Ibnu Abbas jelaskan.

 

Pendeta Yahudi bernama Fanhas.

Berkata pada Abu Bakar.

“Kami tak butuh Allah. Kami lebih kaya daripada Allah.

 

Jika Allah kaya, tentu tak utang ada kami.

Seperti kata Muhammad.

 

Pada surah QS (2:245).

Lalu turun ayat ini.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  245.


مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

 

Siapa yang mau memberi pinjaman pada Allah, pinjaman yang baik (menginfakkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan bayaran padanya dengan banyak lipat ganda. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya, kamu dikembalikan.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 36.

 

 

 الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

 

Sesungguhnya orang-orang kafir menginfakkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka sumbangkan harta, kemudian mereka menyesal, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahanam orang-orang kafir  dikumpulkan.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.

 


وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Dan jangan orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) pada kaum kerabat(nya), orang miskin dan orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 74.

 


يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

 

Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kafir, dan menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya pada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tak punya pelindung dan  penolong di bumi.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat  71.


وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

 

Dan Allah melebihkan rezeki sebagian kamu dari sebagian lain, tapi orang yang dilebihkan (rezekinya) tak mau memberi rezeki mereka pada budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki. Maka mengapa mereka ingkar nikmat Allah?.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 46.

 

الُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

 

Harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup dunia, tapi amalan kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat  28.

 


وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

 

Dan ketahui, bahwa hartamu dan anak-anakmu hanya sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 83.

 


وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

 

Dan jika Kami berikan kesenangan pada manusia niscaya dia berpaling; dan membelakang dengan sikap sombong; dan jika dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.

 

Al-Quran surah Asy- Syura (surah ke-42) ayat 27.

 


۞ وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

 

Dan jika Allah melapangkan rezeki pada hamba-Nya tentu mereka akan melampaui batas di bumi, tapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

 

Al-Quran surah Al-Hadid (surah ke-57) ayat 20.

 


اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

 

Ketahui, bahwa sesungguhnya hidup dunia hanya permainan yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu jadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab keras dan ampunan dari Allah serta rida-Nya. Dan hidup dunia tidak lain hanya kesenangan menipu.

 

 

 (Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)