Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, July 24, 2025

41326. CARA NABI SALAT SEBELUM ISRA MIKRAJ

 

 


CARA NABI SALAT SEBELUM ISRA MIKRAJ

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Bagaimana cara salat.

Sebelum peristiwa Isra Mikraj.

Menurut Al-Qur'an?

 

Jawab Singkat:

 

1)        Sebelum Isra’ Mikraj.

2)        Salat sudah ada.

 

3)        Tapi belum wajib 5 waktu.

4)        Seperti usai Isra’ Mi’raj.

 

5)        Bentuk dan cara salatnya.

Lebih sederhana.

 

6)        Tak diperinci di Al-Qur'an.

7)        Tapi disebut isyarat.

 

Perintah resmi salat 5 waktu.

Diturunkan saat peristiwa Isra Mikraj.

 

Apakah para nabi sebelumnya juga salat?

Dan bagaimana bentuknya?

 

Jawaban.

 

1)        Pabi sebelum Isra Mikraj sudah salat.

2)        Atau ibadah serupa.

 

3)        Meskipun bentuk, waktu, dan jumlahnya.

4)        Tak persis seperti salat 5 waktu.

 

5)        Yang diwajibkan pada Nabi Muhammad.

6)        Disebutkan tersirat di Al-Qur’an.

 

A.       Nabi Ibrahim dan Ismail

 

Al-Quran surah Ibrahim (surah ke-14) ayat 40.

 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

 

Ya Tuhanku, jadikan aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankan doaku.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Ibrahim dan keturunannya.

2)        Mengenal ibadah salat.

3)        Meskipun tak format salat 5 waktu.

 

B.       Nabi Musa

 

Al-Quran surah Taha (surah ke-20) ayat 14

 

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

 

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan salat untuk mengingat Aku.

 

Catatan.

 

1)        Allah perintah Nabi Musa mendirikan salat.

2)        Sebagai bentuk zikir (mengingat Allah).

 

C.       Maryam (ibunda Isa)

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 43.


يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

 

Hai Maryam, taatlah pada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang yang rukuk.

 

Catatan.

 

1)        Perintah sujud dan rukuk.

2)        Bukti ibadah gerakan seperti salat.

3)        Sudah dikenal zaman itu.

 

D.       Nabi Isa dan para pengikutnya

 

Al-Quran surah Maryam (surah ke-19) ayat 31.


وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

 

31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Isa diperintahkan untuk salat dan zakat.

2)        Tanda ibadah mirip dengan Islam.

 

Penjelasan.

 

Menurut banyak penafsir.

Salat para nabi dahulu.

Yaitu bentuk ibadah tertentu.

 

Seperti berdiri, sujud, rukuk, dan doa.

Tapi tak terikat waktu.

 

Tak terikat  jumlah rakaat

Seperti sekarang.

 

Ibnu Kasir menjelaskan.

Salat Nabi terdahulu.

 

Cara mengingat Allah

Dan tunduk kepada Allah.

Bentuknya bisa berbeda.

 

Menurut banyak riwayat:

 

Nabi Muhammad melakukan salat.

Yaitu 2 rakaat pagi.

Dan 2 rakaat sore hari.

 

Sebelum Isra Mikraj.

Ikut syariat Nabi Ibrahim.

 

Salat 5 waktu wajib usai Isra Mikraj.

Tapi bentuk salat ringan.

 

Seperti berdiri, rukuk, dan sujud.

Sudah ada sebelumnya.

 

Kesimpulan:

 

1)        Para nabi sebelum Nabi Muhammad.

2)        Sudah kenal salat.

 

3)        Intinya ibadah pada Allah.

4)        Dengan berdiri, rukuk, sujud, dan doa pada Allah.

 

Al-Qur’an sebutkan.

Salat mereka secara umum.

 

Tapi tak diperinci.

Gerakan, bacaan, dan waktunya.

 

Secara teknis.

Seperti salat 5 waktu.

 

Salat 5 waktu.

Dengan bentuk dan waktu sekarang.

 

Khusus umat Nabi Muhammad.

Penyempurna ibadah para nabi terdahulu.

 

Pelajaran.

 

1)        Salat ibadah warisan para nabi.

2)        Siapa yang menjaga salat.

 

3)        Berarti ikut jalan para nabi.

4)        Salat hubungan langsung hamba dan Allah.

 

5)        Jangan tinggalkan salat.

6)        Salat adalah tiang agama.

 

7)        Salat cahaya dan pelindung di dunia dan akhirat.

 

8)        Membentuk karakter taat, sabar, dan rendah hati.

 

Penutup

 

A.       Isyarat salat

Sebelum Isra' Mi'raj di Al-Qur’an

 

Beberapa ayat menunjukkan.

Bahwa salat.

 

Dalam bentuk doa dan sujud.

Dilakukan para nabi terdahulu.

 

Termasuk Nabi Muhammad.

Sebelum Isra’ Mikraj:

 

Al-Quran surah Al-Muzzammil (surah ke-73) ayat 1-4.

 

Ayat Makkiyah.

Sebelum Isra’ Mikraj.

 


يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

 

1. Hai orang berselimut (Muhammad),

 

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

 

2. bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya),

 

نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

 

3. (yaitu) seperduanya atau kurangi dari seperdua itu sedikit.

 

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

 

4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran dengan perlahan.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Muhammad melakukan salat.

2)        Yaitu 2 rakaat pagi.

 

3)        Dan 2 rakaat sore.

4)        Sejak awal kenabian.

 

5)        Sesuai kebiasaan para nabi terdahulu.

 

6)        QS. Al-Muzzammil: 1-4.

7)        Nabi diperintah salat malam.

 

8)        Ibadah salat sudah wajib.

9)        Tapi belum 5 waktu.

 

B.       Apakah manusia berdoa lewat Nabi?

 

Dalam Al-Qur’an.

Ada beberapa contoh.

 

Manusia mohon kepada Allah.

Lewat perantara para nabi.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 64.

 


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentu mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

 

1)        Umat diminta datang pada Nabi Muhammad.

 

2)        Agar Nabi mendoakan ampunan pada Allah bagi mereka.

 

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 97-98.

 



قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ

 

97. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkan ampun bagi kami terhadap dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang bersalah (berdosa)".

 

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

98. Yaqub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

 

Catatan.

 

1)        Anak-anak Nabi Yaqub minta ayahnya mendoakan mereka.

2)        Agar Allah mengampuni dosa mereka.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat 12.

 


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

12. Hai Nabi, apabila datang kepadamu Perempuan beriman untuk berjanji setia, bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terima janji setia mereka dan mohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Muhammad diperintahkan  memohonkan ampun pada Allah.

2)        Bagi para wanita beriman yang berbaiat.

 

Kesimpulan:

 

Berdoa lewat nabi.

Meminta nabi mendoakan.

 

Diperbolehkan bahkan diperintahkan.

Selama nabi mashi hidup.

 

Tapi sesudah wafatnya para nabi.

Umat diperintah langsung berdoa pada Allah.

 

Semua doa dan ampunan.

Hanya Allah berkuasa memberi.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

Wednesday, July 23, 2025

41325. ALQURAN HAPUS BUDAK BERTAHAP

 

 





ALQURAN MENGHAPUS BUDAK  BERTAHAP

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Quran jelaskan.

 

1)        Sistem budak.

2)        Keadilan social.

 

A.       Budak dalam Al-Qur’an.

Bukan dibenarkan, tapi diatur.

 

Zaman turunnya Al-Qur’an.

Sistem perbudakan.

 

1)        Model global.

2)        Sangat mengakar.

3)        Termasuk di Arab.

 

 Ajaran Al-Qur’an.

 

1)        Tak langsung hapus budak.

2)        Tetapi mengatur.

 

3)        Membatasi.

4)        Membuka jalan mengakhiri.

 

5)        Secara bertahap.

6)        Demi stabilitas sosial.

 

B.       Al-Qur’an tegakkan keadilan sosial bagi budak.

 

1)        Perintah berbuat baik kepada budak

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 36.

 

 وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

 

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan budakmu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,

 

Catatan.

 

1)        "...Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat... dan kepada budak yang kamu miliki."

 

2)        Budak diperlakukan setara manusia.

3)        Diberi makan, pakaian, dan perlindungan.

 

C.       Pembebasan budak sebagai amal mulia dan tebusan (kafarat) dosa

 

Al-Quran surah Al-Balad (surah ke-90) ayat 12-13.

 


وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

 

12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

 

فَكُّ رَقَبَةٍ

 

13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.

 

Catatan.

 

1)        “(Amal mulia itu) adalah memerdekakan budak.”

 

Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 3.


وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Orang-orang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikian yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

 

Catatan.

 

1)        “Barang siapa men-zihar istrinya, maka kafaratnya yaitu memerdekakan budak...”.

 

2)        Islam dorong pembebasan budak.

3)        Bentuk tebusan salah sosial.

 

D.       Budak masuk golongan harus dibebaskan lewat zakat.

 

Al-quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 60.


۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


60. Sesungguhnya zakat itu, hanya untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang terlilit utang, untuk jalan Allah dan untuk musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Catatan.

 

1)        “...Dan untuk membebaskan budak (ar-riqab).”

 

2)        Zakat tak hanya bagi orang miskin.

 

3)        Tapi juga membebaskan manusia tertindas.

 

E.       Arah perjuangan Islam.

Menghapus budak.

 

 

Al-Qur’an jadikan budak.

Bagian umat manusia.

 

Berhak atas keadilan.

Tak sekadar "milik".

 

Nabi Muhammad memberi teladan:

 

“Barang siapa memerdekakan seorang budak.

Maka Allah akan memerdekakan tiap anggota tubuhnya dari neraka.”

 

(HR. Bukhari)

 

Keadilan Sosial Modern.

 

Zaman modern.

Sistem budak hilang.

 

Secara hukum.

Tapi semangat Al-Qur’an tetap relevan.

 

Yaitu:

 

 

1)        Membela kaum tertindas

2)        Menolak eksploitasi manusia

 

3)        Memberdayakan fakir miskin

4)        Menghapus ketimpangan sosial

 

Kesimpulan:

 

1)        Al-Qur’an tak legalkan perbudakan.

2)        Tapi mulai proses menghapusnya.

 

3)        Dengan cara bijak dan manusiawi.

4)        Islam agama keadilan social.

 

5)        Menjunjung tinggi manusia.

 

6)        Tak melihat status sosial, suku, ras, atau kekayaan.

 

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.