Tuesday, September 8, 2020

5323. SALAT JENAZAH DI MEKAH 2018


SALAT JENAZAH  DI MEKAH 2018
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
A.   Pada musim haji tahun 2018, penulis salat di Masjidil Haram, Mekah.
B.   Posisi salat jenazah di Masjidil Haram, Mekah tahun 2018.
1.    Jenazah diletakkan di atas kendaraan.
2.    Tiap kendaraan membawa 1 jenazah.
3.    Jenazah dibungkus kain putih, hitam, coklat, atau hijau.
4.    Tiap jenazah hanya dibungkus dengan kain 1 warna.
5.    Kendaraan masuk dan keluar lewat pintu timur Masjidil Haram.
6.    Yang letaknya di bawah kompleks istana Raja Arab Saudi.
7.    Semua kendaraan yang membawa jenazah di parkir di lantai 1 (satu).
8.    Kendaraan jenazah dijejer di luar lantai 1 tempat sai antara Sofa dan Marwa.
9.    Imam salat jenazah berada di lantai 1 di bawah tower jam raksasa.
10. Imam tidak berada di dekat Kakbah.
11. Biasanya imam salat wajib berbeda dengan imam salat jenazah.
12. Setelah salat wajib selesai, imam langsung meninggalkan lokasinya.
13. Kemudian diganti imam salat jenazah.
14. Artinya jenazah berada di belakang imam.
15. Pada musim haji, jenazah tidak diletakkan di dekat Kakbah.
16. Setelah selesai salat jenazah, kendaraan langsung ke kompleks pekamanan.
17. Proses pemakaman hanya diikuti keluarga dekat saja.


C.   Hukum merawat jenazah orang lslam.
1.    Kata “jenazah” menurut KBBI V dapat diartikan “mayat”, “badan atau tubuh orang yang sudah mati”, dengan istilah yang lebih santun.
2.    Fardu kifayah adalah kewajiban bersama bagi mukalaf yang apabila sudah dilaksanakan oleh seseorang di antara mereka, yang lain bebas dari kewajiban itu.

D.   Cara merawat jenazah.
1.    Jika seorang muslim meninggal dunia, maka hukumnya fardu kifayah (kewajiban kelompok) atas umat Islam untuk menyelenggarakan 4 hal terhadap jenazahnya.
1)    Memandikan.
2)    Mengafani.
3)    Menyalatkan.
4)    Menguburkan jenazah.
2.    Kafan adalah kain pembungkus mayat (sebaiknya berwarna putih).
3.    Mengafani jenazah adalah memberi kain kafan kepada jenazah atau memakaikan kain kafan kepada jenazah.

E.   Cara mengafani (membungkus) jenazah.
1.    Kain kafan diambil dari harta si jenazah sendiri, keluarganya, atau berasal dari dana sosial masyarakat.
2.    Kain kafan minimal 1 lapis untuk jenazah pria maupun wanita yang menutupi seluruh tubuhnya.
3.    Jenazah pria sebaiknya dibungkus kafan sebanyak 3 lapis kain kafan menutupi seluruh tubuh jenazah.
4.    Jenazah wanita sebaiknya dibungkus 5 lapis kain kafan.
5.    Kain kafan dihamparkan setiap helai ditaburi wewangian kemudian dibungkuskan kepada jenazah.
6.    Kedua tangan jenazah ditaruh di atas perutnya.
7.    Tangan kanan di atas tangan kiri dan  diluruskan sesuai rusuknya (lambungnya).
8.    Jenazah orang Islam yang sedang memakai seragam ihram haji atau ihram umrah tidak perlu diberi wewangian dan kepala jenazah tidak perlu ditutupi.

F.    Cara salat jenazah.
1.    Dilakukan dengan 4 takbir.
2.    Dengan berdiri saja tanpa rukuk.
3.    Tanpa sujud.
4.    Hukum salat jenazah adalah fardu kifayah (kewajiban kelompok).

G.   Syarat orang ikut menyalatkan jenazah.
1.    Suci badan dan suci pakaian, menutup aurat, serta menghadap kiblat.
2.    Salat jenazah dilakukan ketika jenazah telah dimandikan dan dikafani.
3.    Jenazah diletakkan di sebelah kiblat di depan para jemaah.
4.    Pendapat yang lain, jenazah boleh diletakkan di manapun.

H.   Rukun salat jenazah.
1.    Berniat salat jenazah.
2.    Membaca surah Al-Fatihah setelah takbiratul ihram (takbir ke-1).
3.    Membaca takbir 4 kali termasuk takbiratul ihram.
4.    Membaca selawat kepada Nabi Muhammad setelah takbir ke-2.
5.    Membacakan doa untuk jenazah setelah takbir ke-3 dan ke-4.
6.    Salat jenazah sambil berdiri jika mampu.
7.    Mengucapkan salam.

I.     Sunah salat jenazah.
1.    Mengangkat kedua tangan ketika membaca 4 kali takbir.
2.    Membaca taawuz (auzubillah) sebelum membaca surah Al-Fatihah.
3.    Mengucapkan bacaan dengan merendahkan suara.

J.    Cara menguburkan jenazah.
1.    Menggali lubang liang lahad secukupnya agar tidak tercium bau mayat dari luar dan tidak dapat dibongkar oleh binatang buas.
2.    Jenazah ditaruh miring ke sebelah kanan dengan wajah menghadap kiblat.
3.    Memasang kayu atau bambu yang dimiringkan di atas jenazah agar tidak terkena tanah.
4.    Menimbun lubang lahad dengan galian tanahnya semula.

K.   Sunah menguburkan jenazah.
1.    Memasukkan jenazah wanita ke liang lahad disunahkan menutupi bagian atasnya dengan kain atau bahan lainnya.
2.    Urukan tanah tempat jenazah dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya agar mudah dikenali.
3.    Urukan tanah disunahkan diratakan tidak dimunjungkan.
4.    Memberi tanda dengan sesuatu di atas urukan kepala jenazah.
5.    Meletakkan kerikil di atas tanah kuburan.
6.    Meletakkan bunga atau pelepah basah di atas kuburan.
7.    Menyirami tanah kuburan dengan air.
8.    Mendoakan jenazah agar semua amal kebaikannya diterima oleh Allah dan segala kesalahannya diampuni oleh Allah.

L.    Larangan tentang kuburan.
1.    Dilarang menembok kuburan.
2.    Dilarang duduk di atas kuburan.
3.    Dilarang membuat rumah di atas kuburan.
4.    Dilarang membuat masjid di atas kuburan.
5.    Dilarang membuat tulisan diatas kuburan.

M.  Hukum memindahkan jenazah
1.    Sebagian ulama berpendapat bahwa memindahkan jenazah dengan cara membongkar kuburan, lalu dipindahkan ke tempat lain hukumnya haram.
2.    Tetapi sebagian ulama lain membolehkan memindahkan jenazah, asalkan kehormatan jenazah tetap terjaga.

 Daftar Pustaka
1.    Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.    Tafsirq.com online

tribunnews
SALAT JENAZAH DI MEKAH SEBELUM 2018









Related Posts:

0 comments:

Post a Comment