TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Kapan
Islam masuk ke Indonesia?
Sampai
hari ini masih terjadi perbedaan pendapat.
Para
sejarawan masih terus berdebat.
Islam
sebagai rahmat bagi semesta alam seakan-akan menyerupai angin.
Tidak
ada yang tahu pasti kapan dan ke arah mana berhembus atau menyusup.
Tahu-tahu
hanya hawa dingin yang bisa kita rasakan.
Perbedaan
pendapat dan perdebatan terus berlanjut.
Ada
3 teori penting masuknya Islam masuk ke Indonesia.
1.
Teori Gujarat.
2.
Teori Arab.
3.
Teori Persia.
Teori Gujarat
Teori
ini sangat terkenal dan mengakar kuat di benak kita, kalau Islam masuk ke
Nusantara melalui perdagangan.
Para
pedagang Gujarat datang ke Nusantara melalui jalur laut mulai abad ke-12.
Teori
ini berasal dari sejumlah sejarawan Belanda.
Misalnya
Snouck Hurgronje salah satunya yang tegas menyebut penyebar Islam pertama di
Nusantara adalah pedagang Gujarat, India.
Meskipun,
Snouck Hurgronje kemudian dianggap sebagai seorang orientalis yang mengaku
muslim.
Salah
satu bukti yang dikemukakan adalah adanya batu nisan yang terdapat di Pasai.
Batu
nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur ternyata sama bentuknya
dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat, India.
Teori Arab
Seperti
Teori Gujarat, teori ini juga menyebut masuknya Islam ke Nusantara melalui
perdagangan.
Perbedaannya, para pedagang yang datang, langsung dari Arab
pada awal abad ke-7.
Salah
satu tokoh yang mempercayai teori ini adalah Buya Hamka.
Buya
Hamka menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama
Hijriah (abad ke-7 sampai 8 Masehi) langsung dari Arab.
Dengan
bukti adanya jalur perdagangan yang ramai dan bersifat internasioal.
Yang
dimulai lewat Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina (Asia
Timur), Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat.
Teori Persia
Teori
ini lebih kepada analisa kebudayaan.
Kebudayaan
yang ada di kalangan muslim Indonesia sama dengan kebudayaan muslim Persia.
Misalnya,
adanya peringatan 10 Muharram yang ditandai dengan bubur Assyura.
Atau
juga kesamaan ajaran antara Siti Jenar dengan Al-Hallaj.
Salah
satu sejarawan yang mendukung teori ini adalah Hoesein Djajaningrat.
Mana yang benar
Dari
3 teori di atas manakah yang paling mendekati kebenaran?
Apakah
benar Islam masuk ke Nusantara, ketika
Nabi Muhammad masih hidup?
Pendapat
ini mulai berhembus sekitar tahun 2007 ketika sebuah situs memuatnya dengan
sejumlah alasan dan bukti-bukti yang dihadirkan.
Jika
mengacu 3 teori di atas, isu ini lebih mendekati teori ke-2, yakni Teori Arab.
Bahwa
jauh sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara
para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab.
Jalur
perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.
Hal
ini juga diperkuat oleh temuan G. R.
Tibbetts, sejarawan yang gigih meneliti
hubungan perdagangan sebelum Islam.
Dia
menemukan bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat
itu.
Dokumen
kuno asal Tiongkok menyebutkan menjelang
seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M.
Hanya
berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau 9,5 tahun setelah Rasulullah berdakwah secara
terbuka kepada bangsa Arab.
Di
pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang
masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.
Terlepas
dari itu semua, menarik kiranya ketika Azyumardi Azra dalam bukunya Islam
Nusantara: Jaringan Global dan Lokal (2002) menyebutkan beberapa kelemahan dari
teori tersebut di atas.
Kelemahan Teori India.
Pada
zaman itu India dipimpin orang beragama Hindu.
Mazhab
Islam di India menganut mazhab Hanafi, sedangkan di Indonesia menganut mazhab
Syafi’i.
Kelemahan Teori Arab.
Pada
zaman itu, tanah Arab dipimpin oleh Khalifah Umayah.
Raja
Sriwijaya pernah mengirim surat kepada 2 Raja Arab, yaitu Mu’awiyah bin Abi
Sofyan dan Umar bin Abdul Aziz.
Raja
Sriwijaya minta dikirim ahli untuk mengajar Islam.
Hal
itu menunjukkan pedagang Arab yang datang sebelumnya ke Nusantara murni untuk
berdagang, bukan menyebarkan agama Islam.
Azra
tidak menunjukkan kelemahan Teori Persia.
Azra
memberi analisnya mungkin Islam masuk ke Nusantara abad ke-7, tetapi penyebaran
Islam dan dianut oleh masyarakat Nusantara baru abad ke-12.
Entahlah,
kapan, apa dan bagaimana cara masuknya Islam ke Indonesia.
Yang
pasti, Islam benar-benar sudah masuk ke Indonesia.
Sehingga
Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di
dunia.
Islam
sebagai “rahmatan “lil alamin” (rahmat bagi seluruh alam semesta) seakan-akan
menyerupai angin.
Tidak
ada yang tahu pasti kapan dan ke arah mana berhembus atau menyusup.
Tahu-tahu
hawa dingin yang bisa kita rasakan dan kita bisa bernapas dengan baik.
Daftar
Pustaka
1.
Muhammad Syafii Antonio.
0 comments:
Post a Comment