ANIES
BASWEDAN MEMBUAT KELAS INSPIRASI
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, M.M.
Kelas Inspirasi.
Yaitu gerakan berbagi pengalaman
dan nilai.
Melibatkan 1.000 orang.
Dari bermacam-macam profesi.
Untuk 130 SD (sekolah dasar).
Kelas inspirasi adalah langkah
lanjutan.
Setelah Anies Baswedan menggelar
Indonesia Mengajar.
Yang ditandai penyebaran pendidik
muda.
Ke berbagai wilayah pelosok di
Indonesia.
Anies Baswedan menjawab pertanyaan
BBC Indonesia.
Tentang efektivitas acara.
Yang diharapkan menginspirasi
para siswa SD.
"Kelas insprirasi akan
membuka cakrawala baru," kata Anies Baswedan.
Pasa murid SD.
Akan terbuka wawasannya.
Setelah para profesional, seperti:
1.
Wartawan.
2. Dokter.
3. Penulis naskah.
4. Ahli geologi.
5. Arsitek.
6. Juru masak.
7. Dan lainnya.
Menceritakan pengalamannya.
Dan membagikan nilai positif dalam
perjalanan hidupnya.
"Para siswa akan punya mimpi.
Yang bisa menjadi semacam
motivator," papar Anies Baswedan.
Anis Baswedan telah meraih
berbagai penghargaan internasional.
Atas ide dan aktivitasnya.
“Jika selama ini, anak-anak terpaku hanya pada cita-cita.
Seperti insinyur, dokter, atau
pilot.
Maka diharapkan setelah ikut GKI.
Yaitu Gerakan Kelas lnspirasi.
Mereka punya pengetahuan lebih
luas.
Terhadap aneka profesi lainnya.
"Mimpi seorang anak adalah
cermin pengetahuannya.
Jika selama ini.
Anak-anak hanya tahu 2 atau 3
profesi.
Maka mimpinya.
Ya cuma 2 atau 3 profesi
itu," jelas Anies Baswedan.
"Tapi jika anak-anak
pengetahuannya luas.
Maka anak-anak akan punya mimpi jauh lebih luas," tambah Anies
Baswedan.
Tahun 1987-1988.
Anis Baswedan ikut program
pertukaran pelajar.
Yaitu AFS Intercultural
Programs di Wisconsin, Amerika Serikat.
Anies Baswedan menyatakan.
Bahwa dia yakin para siswa bakal terinspirasi.
Setelah ikut materi pengalaman
dari profesional.
Para professional tampil lengkap
dengan alat peraganya.
Di depan para siswa.
Seorang arsitek memakai helm
kerjanya.
Seorang copy writer membawa
pula alat peraga mirip kamera film.
Terlihat begitu atraktif.
Dengan membawa alat peraga.
Dengan harapan.
Kisah mereka menetap lama.
Dalam benak anak-anak.
Anies Baswedan yakin.
Bahwa pengalaman anak-anak berinteraksi
dengan para profesional.
Akan sangat membekas.
"Saya bisa pastikan.
Anak-anak saat pulang.
Akan bercerita.
Bahwa tadi ada orang yang namanya
arsitek.
Yang membangun gedung-gedung bertingkat,"
kata Anies Baswedan.
Anies Baswedan mengajak semua
pihak.
Tidak melihat kelas inspirasi
dari pendekatan program.
Jika kita lihat sebagai
pendekatan program.
Maka akan mengejar ukuran.
Karena sulit mengukur inspirasi.
Jika orang terinspirasi.
Maka dia akan punya tenaga
tambahan yang kuat dalam dirinya".
Tahun 1992-1993.
Anis Baswedan sebagai Ketua Umum
Senat Mahasiswa UGM.
Anis Baswedan memberi contoh.
Bung Karno mengggelorakan spirit.
Dengan berkata,
“Saya adalah orang Jawa.
Dan saya adalah orang Indonesia.
Saya orang Sunda.
Dan saya orang Indonesia.
Saya orang Bugis.
Dan saya orang indonesia".
Menurut Anies Baswedan.
Apa yang dilakukan Presiden Soekarno
saat itu.
Tidak ada ukuran programnya.
Tapi Bung Karno memberi inspirasi.
Hal itu “inspired”.
Dan itu “that the power of
idea”.
Saat SMA.
Anies Baswedan pernah menjadi
Ketua OSIS se-Indonesia.
"Dalam kelas inspirasi.
Yang hadir di kelas adalah ide.
Dan diharapkan menempel di benak anak-anak.
Dan menjadi pendorong mereka", ujar Anies
Baswedan.
(Sumber BBC)
0 comments:
Post a Comment