ATASI MASALAH
RAKYAT YANG NYATA BUKAN BEDA PENDAPAT
Oleh: Drs. HM. Yusron
Hadi, M.M.
Kepala
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Atau BP2MI.
Videonya
viral.
Benny
Rhamdani.
Bertemu
Presiden Jokowi.
Di GBK.
Acara
Nusantara Bersatu.
Sabtu, 26 November 2022.
Andi
Sinulingga.
Aktivis
Kolaborasi Warga Jakarta.
Selasa
(29/11/22).
Apakah
negara dalam kondisi darurat?
Pihak elit
merekonstruksi.
Seolah-olah
Indonesia.
Akan hancur,”
ujar Andi Sinulingga.
Jika
kritis terhadap pemerintah.
Misalnya:
1)
Kasus PSSI Kanjuruhan.
2)
Penanganan gempa Cianjur.
3)
Dan lainnya.
Padahal
civilian society.
Pasti
cerewet.
Di
manapun.
Civil
society.
Membuat
para pejabat.
Tak bisa
hidup tenang.
Harus terus
kerja.
Juga terhadap.
Gubernur
Anies Baswedan.
Tapi lingkungan
Anies.
Tak
membangun framing.
Bahwa Jakarta
itu darurat.
Menurut
Sinulingga.
Banyak
model orang mengkritik.
1)
Ada yang santun.
2)
Ada yang biasa.
3)
Ada yang kasar.
Tapi,
apa pun itu.
Semua kritik
untuk pemerintah.
Karena
diberi gaji.
Dan banyak
fasilitas.
Kebutuhan
rakyat sederhana.
Yaitu:
1)
Harga terjangkau.
2)
Sembako cukup.
3)
Daya beli kuat.
4)
Lapangan kerja mudah.
5)
Layanan kesehatan baik.
6)
Pendidikan baik.
7)
Kondisi aman.
8)
Aman di jalan.
9)
Hidup aman.
Tapi pemerintah
membuat soal lain.
Yaitu:
1)
Radikal.
2)
Intoleran.
3)
Khilafah.
4)
Anti Pancasila,
5)
Anti NKRI.
Hal ini
masalah beda pendapat.
Padahal.
Rakyat
butuh yang nyata.
Masalah
rakyat yang nyata.
Tak
diatasi.
Tapi membangun
framing lain.
Orang ini
syndrom megalomania.
Yaitu:
1)
Merasa paling hebat.
2)
Merasa paling benar.
3)
Merasa paling kuasa.
4)
Takut hilang jabatan.
5)
Takut hilang pangkat.
6)
Takut hilang kursi.
Menurut
Sinulingga.
Pertemuan
di GBK.
Murni politik.
Bukan
kepentingan negara.
Tidak
ada kepentingan negara.
Murni
kepentingan politik.
Jika Pak
Jokowi selamat.
Maka di
belakangnya juga selamat.
Budaya
politik begini.
Tak
boleh dibiarkan.
Harus
direm.
Harus
diingatkan,” tegasnya.
Secara
umum.
Video berisi
provokasi.
Terhadap
Pak Jokowi.
Agar memerangi
rakyatnya sendiri.
Hal ini.
Pasti
dihantui perasaan tak enak.
Setelah
tak jadi pejabat.
Post
power syndrome,” jawabnya.
(Sumber fnn)
0 comments:
Post a Comment