RAKYAT DUKUNG
ANIES BASWEDAN LAWAN BUZZER
Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Buzzer
Yaitu orang atau sekumpulan orang.
Di media sosial.
Seperti:
1)
Facebook.
2)
Twitter.
3)
Instagram.
4)
Tiktok.
5)
Dan lainnya.
Buzzer kampanye lewat media
sosial.
Dampak positif buzzer.
Untuk iklan pemasaran produk.
Agar dikenal semua rakyat.
Dampak Negatif Buzzer.
Menjatuhkan lawan politik.
Dengan info salah.
Atau berita palsu.
Alias hoaks.
Pada era post truth.
Atau pasca kebenaran.
Tindakan buzzer makin ganas.
Mereka membangun opini.
Sesuai pesanan.
Orang diberi cap negatif.
Tanpa fakta yang benar.
Atau berita bohong.
Dan manipulasi.
Calon presiden.
Anies Baswedan.
Selalu
jadi target.
Para buzzer
jahat.
Dengan
berita palsu.
“Anies
Baswedan.
Paling sering diserang berita negatif.
Dari para
buzzer.
Di mata mereka.
Tak ada hal positif sedikit pun.
Pada Anies Baswedan,” jelas Kang Jana.
Senin, 5 Desember 2022.
“Serangan
para buzzer.
Kepada
Anies Baswedan.
Tak pernah
libur.
Jumlahnya
terus bertambah.
Seiring
makin luasnya.
Dukungan
rakyat Indonesia.
Kepada
Anies Baswedan,” sambungnya.
Tapi upaya para buzzer.
Menjelekkan Anies
Baswedan.
Akan sia-sia.
Karena rakyat makin cerdas.
Rakyat mudah mendapat info yang benar.
Dan berbagai prestasi positif.
Anies Baswedan.
Saat memimpin Jakarta.
Para buzzer.
1)
Sebar kebencian.
2)
Putar balik fakta.
3)
Berita negatif.
Tak punya pengaruh.
Terhadap rakyat.
Yang ditemui Anies Baswedan.
Ramai dan gaduh di medsos.
Berlawanan dengan rakyat gembira.
Menyambut Anies Baswedan.
Di semua daerah.
Contohnya.
Ahad,
4 Desember 2022.
Hujan
yang turun.
Tak kurangi
semangat warga.
Di
Ranah Minang Sumbar.
Untuk menyambut
Anies Baswedan.
Anies
Baswedan.
Dan rakyat
Indonesia.
Yang
cerdas dan ikhlas.
Telah membunuh
para buzzer.
Mereka
mati sia-sia.
Sejarah
akan mencatatnya.
Anak cucunya
ikut menanggung.
Beban
sejarah kelam,” tegas Kang Jana.
Karena para buzzer.
Mencari uang.
Dengan mengadu domba.
Sudah waktunya ditamatkan.
“Kita semua harus bertekad.
Untuk
mengakhiri:
1)
Politik adu domba.
2)
Politik pecah belah.
Sebagai sesama anak bangsa.
Kita harus:
1)
Bersinergi.
2)
Kolaborasi.
Memajukan Indonesia.
Dalam kompetisi global .
Yang makin sulit dan kompleks,” kata Kang Jana
Tèa.
(sumber kba)
0 comments:
Post a Comment