HORMAT PADA ULAMA BUKAN FEODAL DI ALQURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi,
MM
Ada 3 konsep.
1)
Feodal.
2)
Egaliter.
3)
Hormat kepada guru.
Dari sudut Al-Qur’an.
A.
Feodal (Hierarki yang Menindas)
Feodalisme.
Yaitu :
1)
Sistem social.
2)
Orang berkedudukan tinggi.
3)
Merasa berhak dipatuhi.
4)
Tanpa alasan yang benar.
5)
Tapi rakyat kecil.
6)
Dianggap rendah.
Dalam Islam.
1)
Sikap feodal dikecam keras.
2)
Semua manusia setara di depan Allah.
3)
Yang membedakan hanya takwa.
QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Catatan.
1)
Al-Qur’an menolak strata sosial yang
menindas.
2)
Tidak ada manusia lebih tinggi karena
status, keturunan, atau kekayaan.
B.
Egaliter (Kesetaraan dan Keadilan)
Egaliter
Yaitu:
1)
Semua manusia sama dalam hak dan
martabat.
2)
Prinsip ini sangat dijunjung dalam
Al-Qur’an.
3)
Islam menolak diskriminasi sosial,
ekonomi, dan rasial.
QS. Al-Mā’idah [5]: 8.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ
بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
QS. Āli ‘Imrān [3]: 195.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ
ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا
وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا
لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ
حُسْنُ الثَّوَابِ
Maka Tuhan mereka
memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak
menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau
perempuan, (karena) sebagian kamu keturunan dari sebagian lain. Maka orang yang
berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku,
yang berperang dan yang dibunuh, pasti akan Ku-hapuskan kesalahan mereka dan
pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di
bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang
baik".
Catatan.
1)
Semua manusia punya nilai di depan Allah.
2)
Berdasarkan amal dan takwa.
3)
Bukan jabatan atau kasta.
C.
Hormat kepada Guru (Adab dan Ilmu)
Islam membedakan;
1)
Feodal
Yaitu tunduk buta karena status
2)
Penghormatan ilmiah.
Yaitu adab pada guru.
Karena ilmu dan bimbingannya.
Hormat pada guru bukan feudal.
Tapi penghargaan pada ilmu.
Diperintahkan Al-Qur’an.
QS. Al-Mujādilah [58]: 11.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا
يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ
الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai orang-orang beriman
apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka
lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. Asy-Syu‘arā’ [26]: 215.
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan rendahkan dirimu
terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
Catatan.
1)
Rendah hati di depan orang berilmu.
2)
Tak berarti tunduk secara feudal.
3)
Tapi menghormati ilmu.
4)
Yang Allah anugerahkan padanya.
Pesan Utama:
1)
Islam bukan agama feudal.
2)
Tapi agama adil dan egaliter.
3)
Menghormati guru.
4)
Bukan status sosialnya.
5)
Tapi karena ilmunya.
6)
Yang membawa kita mengenal Allah.
Hormat kepada Guru Bukan Sikap Feodal
Dalam hidup kita.
Ada perbedaan penting.
Sikap feodal dan sikap hormat.
Feodal.
1)
Anggap orang lebih tinggi.
2)
Hanya karena jabatan, kekayaan, atau
keturunan.
Tapi hormat kepada guru.
1)
Sikap rendah hati pada orang.
2)
Yang diberi ilmu oleh Allah.
3)
Sebab lewat mereka.
4)
Kita mengenal kebenaran.
Islam menolak feodal dan sombong
sosial.
Sebab tak ada manusia.
Yang lebih tinggi di depan Allah.
Kecuali karena takwa.
Islam memerintahkan kita.
Untuk menghormati orang berilmu.
1)
Menghormati guru.
2)
Bukan feodal.
3)
Tapi menghormati ilmu.
4)
Yang dimuliakan Allah.
Guru perantara cahaya ilmu.
Tanpa guru.
Kita mudah tersesat.
Dalam gelap kebodohan.
Nabi Muhammad bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami.
Orang yang:
1)
Tak menghormati orang tua.
2)
Tak menyayangi yang muda.
3)
Tak tahu hak orang berilmu.”
(HR. Ahmad dan Hakim)
Kesimpulan
1)
Hormat kepada guru.
2)
Bukan memuja manusia.
3)
Tapi menghargai peran mereka.
4)
Sebagai pembawa amanah ilmu.
5)
Kita menundukkan hati.
6)
Bukan mereka sempurna.
7)
Tapi karena ilmu yang diajarkan.
8)
Membawa lebih dekat pada Allah.
Penutup
1)
Kita jaga keseimbangan.
2)
Tak feodal kepada manusia.
3)
Tapi juga tak arogan pada guru.
4)
Rendahkan diri di depan ilmu.
5)
Sebab Allah memuliakan orang berilmu.
Semoga Allah menjadikan kita’
1)
Hamba egaliter dalam muamalah.
2)
Rendah hati dalam menuntut ilmu.
3)
Tinggi derajatnya di sisi Allah.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.



.jpg)
0 comments:
Post a Comment