JIKA DISERANG MUSUH BOLEH MELAWAN
Oleh:
Drs HM Yusron Hadi, MM
Al-Qur’an atur
1)
Membalas serangan.
2)
Tapi dengan batasan
3)
Prinsip tertentu.
Pedoman Quran
Yaitu:
1)
Boleh membela diri
2)
Larangan menyerang duluan
3)
Balasan yang proporsional
4)
Mengutamakan perdamaian
Penjelasan.
1️⃣ Boleh membela diri
QS Al-Baqarah [2:190]
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Dan perangi di jalan
Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tapi) jangan kamu melampaui batas,
karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.
Catatan.
1)
"Dan perangi di jalan Allah
orang-orang yang memerangi kamu, tapi jangan melampaui batas."
2)
Artinya:
3)
Jika orang diserang atau ada yang
menindas
4)
Maka dibolehkan membela diri.
5)
Tapi tak boleh menyerang tanpa sebab.
2️⃣ Larangan menyerang
duluan
1)
Al-Qur’an tekankan
2)
Agar tak mulai peperangan:
QS Al-Baqarah [2:191]:
وَاقْتُلُوهُمْ
حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ
وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ
كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ
Dan bunuh mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir
mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih
besar bahayanya daripada pembunuhan, dan jangan kamu memerangi mereka di
Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka
memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuh mereka. Demikan balasan bagi orang
kafir.
Catatan.
1)
"Dan bunuh mereka di mana saja
kamu temui mereka, dan usir mereka dari tempat mereka mengusir kamu, tapi jangan
melampaui batas..."
2)
Artinya membalas serangan secara
proporsional.
3)
Bukan dendam atau kebencian.
3️⃣ Balasan
proporsional
1)
Prinsip seimbang dalam membalas:
2)
Membela diri, tapi tak berlebihan
3)
Jika lawan berhenti menyerang.
4)
Maka balasan dihentikan
QS Al-Baqarah (2:192-193)
فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
192. Kemudian jika
mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ
فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا
عَلَى الظَّالِمِينَ
193. Dan perangi mereka
itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) taat hanya semata-mata untuk
Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan
(lagi), kecuali terhadap orang zalim.
4️⃣ Mengutamakan
perdamaian
1)
Jika musuh mau berdamai.
2)
Maka Islam anjurkan menerima damai.
Ringkasnya:
1)
Al-Qur’an bolehkan balas serangan.
2)
Untuk membela diri
3)
Tapi dengan batas, adil, dan tidak berlebihan.
4)
Selalu membuka jalan perdamaian.
Kesimpulan
Prinsip Al-Qur’an
1)
Membela diri diperbolehkan.
2)
Tapi tidak agresif.
3)
Balasan harus proporsional.
4)
Jika lawan ingin damai.
5)
Maka utamakan damai.
6)
Semua tindakan diatur adil.
7)
Bukan balas dendam.
Sumber
1) Tafsir
Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.jpeg)
