Sunday, March 1, 2026

55070. JIKA DISERANG BOLEH MELAWAN

 



JIKA DISERANG MUSUH BOLEH MELAWAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur’an atur

 

1)        Membalas serangan.

2)        Tapi dengan batasan

3)        Prinsip tertentu.

 

Pedoman Quran

Yaitu:

 

1)        Boleh membela diri

2)        Larangan menyerang duluan

 

3)        Balasan yang proporsional

4)        Mengutamakan perdamaian

 

Penjelasan.

 

1️ Boleh membela diri

 

QS Al-Baqarah [2:190]


وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tapi) jangan kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

 

Catatan.

1)        "Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi jangan melampaui batas."

 

2)        Artinya:

 

3)        Jika orang diserang atau ada yang menindas

 

4)        Maka dibolehkan membela diri.

5)        Tapi tak boleh menyerang tanpa sebab.

 

2️ Larangan menyerang duluan

 

1)        Al-Qur’an tekankan

2)        Agar tak mulai peperangan:

 

QS Al-Baqarah [2:191]:


وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

 

Dan bunuh mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan, dan jangan kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuh mereka. Demikan balasan bagi orang kafir.

 

Catatan.

 

1)        "Dan bunuh mereka di mana saja kamu temui mereka, dan usir mereka dari tempat mereka mengusir kamu, tapi jangan melampaui batas..."

 

2)        Artinya membalas serangan secara proporsional.

 

3)        Bukan dendam atau kebencian.

 

3️ Balasan proporsional

 

1)        Prinsip seimbang dalam membalas:

2)        Membela diri, tapi tak berlebihan

 

3)        Jika lawan berhenti menyerang.

4)        Maka balasan dihentikan

 

QS Al-Baqarah (2:192-193)

 

 

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

 

193. Dan perangi mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) taat hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang zalim.

 

4️ Mengutamakan perdamaian

 

1)        Jika musuh mau berdamai.

2)        Maka Islam anjurkan menerima damai.

 

Ringkasnya:

 

1)        Al-Qur’an bolehkan balas serangan.

2)        Untuk membela diri

 

3)        Tapi dengan batas, adil, dan tidak berlebihan.

 

4)        Selalu membuka jalan perdamaian.

 

Kesimpulan

Prinsip Al-Qur’an

 

1)        Membela diri diperbolehkan.

2)        Tapi tidak agresif.

 

3)        Balasan harus proporsional.

 

4)        Jika lawan ingin damai.

5)        Maka utamakan damai.

 

6)        Semua tindakan diatur adil.

7)        Bukan balas dendam.

 

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

 

0 comments:

Post a Comment