Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 31, 2024

37434. MASJID QIBLATAIN BUKTI UMAT ISLAM TAK SEMBAH KAKBAH

 


MASJID QIBLATAIN BUKTI UMAT ISLAM TAK SEMBAH KAKBAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat).

 pada zaman dahulu.

 

Masjid ini disebut Masjid Bani Salamah.

Sebab dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.

 

Pada awal Islam.

Umat Islam salat menghadap ke arah utara.

 

Berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina.

Bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.

 

Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam.

Nabi Muhammad membawa agama baru.

Tapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka.

 

Yaitu ke arah Rumah Suci.

Di Yerusalem di Palestina.

 

Nabi Muhammad dan umat Islam.

Salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa.

 

Atau Baitul- Maqdis di Palestina.

Sekitar 17 bulan.

 

Selama Nabi Muhammad berada di Mekah.

Beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.

 

Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina.

 

Sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.

 

Sewaktu tinggal di Madinah.

Nabi Muhammad tak bias menghadap “dua kiblat” sekaligus.

 

Sebab posisi kota Madinah.

Berada di utara Mekah.

 

Sedangkan posisi Mekah.

Berada di selatan Madinah.

 

Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah.

Waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran.

 

Surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.

Perintah menjadikan Kakbah di Masjidil Haram.

Sebagai kiblat .

 

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

    

       Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

 

Waktu salat Asar.

Para sahabat salat di Masjid Qiblatain.

 

Menghadap kiblat ke utara.

Ke arah Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis).

Di Palestina.

 

Di tengah salat.

Ada orang makmum masbuk.

 

Atau terlambat datang.

Dia berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat .

Di Masjid Nabawi.

 

Salat menghadap ke aras selatan.

Ke arah Kakbah di Masjidil Haram Mekah.

 

Serentak imam dan para makmum.

Berputar 180 derajat.

 

Mengubah arah kiblat.

Dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina.

Ke selatan Kakbah di Masjidil Haram di Mekah.

 

Karena peristiwa itu.

Masjid Bani Salamah disebut Masjid Qiblatain.

Artinya “masjid dua kiblat”.

 

Pergantian arah kiblat dalam salat.

Salah satu bukti .

 

Bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam.

Tak menyembah Kakbah.

Kakbah adalah arah atau kiblat.

Umat Islam menghadapkan wajahnya.

 

Saat melakukan salat.

Tapi umat Islam tak menyembah Kakbah.

Meskipun wajahnya menghadap Kakbah.

 

Umat Islam salat menghadap Kakbah.

Sebab diperintah oleh Allah.

Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.

 

Umat Islam seluruh dunia.

Saat salat bersatu menghadapkan wajah.

 

Ke arah satu titik.

Yaitu ke Kakbah di Mekah.

 

 (Sumber : Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017).

37430. INTER VS EMPOLI (3-0)

Wednesday, October 30, 2024

37427. PERINTAH PUASA DAN SOAL MAKANAN

 


PERINTAH BERPUASA DAN SOAL MAKANAN          

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Makanan, wajib puasa.

Dan balasan dari Allah.

 

Dalam Al-Quran.

Yaitu:

1)        Surah Al-Baqarah (2 : 168, 172-173).

2)        Surah Ali-lmran (3 : 93-94).

 

3)        Surah An-Nisa (4 : 160).

4)        Surah Yunus (10 : 59).

 

5)        Surah An-Nahl (16: 66-67, 114-115).

6)        Surah Al-Baqarah (2 : 183-185, 187, 196).

 

7)        Surah An-Nisa (4 : 92).

8)        Surah Al-Maidah (5 : 89)

 

9)        Surah Maryam (19 : 26).

10)  Surah Al-Ahzab (33 : 35)

 

11)  Surah Al-Mujadilah (58 : 4)

 

Perintah makan yang halal dan baik.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  168.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

 

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi, dan jangan kamu ikuti langkah setan; karena sesungguhnya setan adalah musuh nyata bagimu.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  172-173.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

 

Hai orang-orang beriman, makanlah rezeki yang baik yang Kami berikan padamu dan bersyukurlah pada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

 

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tapi barang siapa terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak ingin dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Al-Quran surah Ali-lmran (surah ke-3) ayat 93-94.

 


۞ كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

 

Semua makanan halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakan: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat, lalu bacalah jika kamu orang yang benar".

 

فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

Maka barang siapa berdusta pada Allah sesudah itu, maka mereka orang zalim.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 160.

 


فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا

 

Maka sebab kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (konsumsi makanan) yang baik-baik (yang dulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah.

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 59.

 


قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ

 

Katakan (Muhammad) : "Terangkan padaku tentang rezeki yang diturunkan Allah padamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakan: "Apakah Allah memberi izin padamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 66-67.

 


وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ

 

Dan sesungguhnya pada binatang ternak benar-benar ada pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari dalam perutnya (berupa) susu bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.

 

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

 

Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian benar-benar ada tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 183-185.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

 

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

184. (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan  pada hari lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa rela hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

 (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  187.

 


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri kamu; mereka pakaian bagimu, dan kamu  pakaian bagi mereka. Allah tahu bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf padamu. Maka sekarang campuri mereka dan ikuti apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa sampai (datang) malam, (tapi) jangan kamu campuri mereka, sedangkan kamu iktikaf dalam masjid. Itu larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat  196.

 


وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Dan sempurnakan ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajib atasnya berfidiah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajib ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa 3 hari dalam masa haji dan 7 hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itu 10 (hari) sempurna. Demikian (kewajiban membayar fidiah) bagi orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang bukan penduduk Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahui bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

 

 

 (Sumber Tafsir Quran Perkata DR M Hatta)