Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, July 23, 2025

41323. BUDAK DAN KEADILAN SOSIAL DI QURAN

 

 





BUDAK DAN KEADILAN SOSIAL DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Quran jelaskan.

 

1)        Sistem budak.

2)        Keadilan social.

 

A.       Budak dalam Al-Qur’an.

Bukan dibenarkan, tapi diatur.

 

Zaman turunnya Al-Qur’an.

Sistem perbudakan.

 

1)        Model global.

2)        Sangat mengakar.

3)        Termasuk di Arab.

 

 Ajaran Al-Qur’an.

 

1)        Tak langsung hapus budak.

2)        Tetapi mengatur.

 

3)        Membatasi.

4)        Membuka jalan mengakhiri.

 

5)        Secara bertahap.

6)        Demi stabilitas sosial.

 

B.       Al-Qur’an tegakkan keadilan sosial bagi budak.

 

1)        Perintah berbuat baik kepada budak

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 36.

 

 وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

 

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan budakmu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,

 

Catatan.

 

1)        "...Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat... dan kepada budak yang kamu miliki."

 

2)        Budak diperlakukan setara manusia.

3)        Diberi makan, pakaian, dan perlindungan.

 

C.       Pembebasan budak sebagai amal mulia dan tebusan (kafarat) dosa

 

Al-Quran surah Al-Balad (surah ke-90) ayat 12-13.

 


وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

 

12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

 

فَكُّ رَقَبَةٍ

 

13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.

 

Catatan.

 

1)        “(Amal mulia itu) adalah memerdekakan budak.”

 

Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 3.


وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Orang-orang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikian yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

 

Catatan.

 

1)        “Barang siapa men-zihar istrinya, maka kafaratnya yaitu memerdekakan budak...”.

 

2)        Islam dorong pembebasan budak.

3)        Bentuk tebusan salah sosial.

 

D.       Budak masuk golongan harus dibebaskan lewat zakat.

 

Al-quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 60.


۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


60. Sesungguhnya zakat itu, hanya untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang terlilit utang, untuk jalan Allah dan untuk musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Catatan.

 

1)        “...Dan untuk membebaskan budak (ar-riqab).”

 

2)        Zakat tak hanya bagi orang miskin.

 

3)        Tapi juga membebaskan manusia tertindas.

 

E.       Arah perjuangan Islam.

Menghapus budak.

 

 

Al-Qur’an jadikan budak.

Bagian umat manusia.

 

Berhak atas keadilan.

Tak sekadar "milik".

 

Nabi Muhammad memberi teladan:

 

“Barang siapa memerdekakan seorang budak.

Maka Allah akan memerdekakan tiap anggota tubuhnya dari neraka.”

 

(HR. Bukhari)

 

Keadilan Sosial Modern.

 

Zaman modern.

Sistem budak hilang.

 

Secara hukum.

Tapi semangat Al-Qur’an tetap relevan.

 

Yaitu:

 

 

1)        Membela kaum tertindas

2)        Menolak eksploitasi manusia

 

3)        Memberdayakan fakir miskin

4)        Menghapus ketimpangan sosial

 

Kesimpulan:

 

1)        Al-Qur’an tak legalkan perbudakan.

2)        Tapi mulai proses menghapusnya.

 

3)        Dengan cara bijak dan manusiawi.

4)        Islam agama keadilan social.

 

5)        Menjunjung tinggi manusia.

 

6)        Tak melihat status sosial, suku, ras, atau kekayaan.

 

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

41321. KENAPA ORANG ZALIM TAK LANGSUNG DISIKSA

 

 


KENAPA ORANG ZALIM TAK LANGSUNG DISIKSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa orang zalim.

Dibiarkan oleh Allah.

Padahal jelas berbuat jahat.

 

 Pertanyaan.

 

Kenapa orang zalim:

1)        Bisa hidup mewah.

2)        Lama berkuasa.

3)        Tak langsung dihukum oleh Allah?

 

Al-Qur’an menjawabnya.

 

Al-Quran surah Ali ‘Imran (surah ke-3) ayat 178.

 


وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

 

Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanya supaya bertambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.

 

Catatan.

 

1)        Allah menunda hukuman.

2)        Tak karena saying.

 

3)        Tapi sebagai istidraj.

4)        Ujian dalam nikmat dunia.

 

5)        Mereka terus menumpuk dosa.

6)        Tanpa merasa bersalah.

 

7)        Saat azab datang.

8)        Tak ada lagi ampunan.

 

9)        Istidraj yaitu tipuan nikmat.

10)  Nikmat tapi makin jauh dari Allah.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 44.


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga jika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

 

Catatan.

 

1)        Orang zalim sering merasa aman.

2)        Sebab hidupnya "baik-baik saja".

 

3)        Tapi itu hanya jebakan halus.

4)        Tiba-tiba binasa tak sempat tobat.

 

Al-Quran surah Ibrahim (surah ke-14) ayat 42.



وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

 

Dan jangan sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

 

Catatan.

 

1)        Allah tidak lalai.

2)        Allah menunda karena Maha Adil.

 

3)        Memberi waktu bertobat.

4)        Tak sekadar membalas instan.

 

5)        Hari pembalasan pasti datang.

6)        Lebih dahsyat daripada azab dunia.

 

Al-Qurann surah Maryam (surah ke-19) ayat 75.


قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا

 

Katakan (Muhammad): "Barang siapa  berada dalam kesesatan, maka biar Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang umur (dan kesempatan) baginya; sehingga jika mereka melihat apa yang diancamkan padanya, baik siksa atau kiamat, maka mereka akan tahu siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolongnya".

 

Catatan.

 

1)        Allah memberi kesempatan panjang pada orang zalim.

 

2)        Agar mereka sadar dan tobat.

3)        Tapi jika tetap keras hati.

 

4)        Maka azab datang tepat waktunya.

 

Kesimpulan.

 

1)        Allah tak membiarkan orang zalim selamanya.

2)        Allah menunda hukuman.

 

3)        Memberi waktu bertobat.

4)        Atau makin menumpuk dosa.

 

5)        Tak bisa mengelak, saat dihukum.

 

6)        Dunia tak tempat keadilan sempurna.

 

7)        Keadilan sejati akan ditegakkan di akhirat.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.