Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, July 26, 2025

41350. KEUNGGULAN BAHASA ARAB BAGI QURAN

 

 


KEUNGGULAN  BAHASA ARAB BAGI WAHYU ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Keunggulan bahasa Arab.

Dalam konteks bahasa wahyu.

 

Yaitu:

1)        Bahasa Al-Quran.

2)        Bahasa ibadah umat lslam.

 

3)        Kaya kosa kata.

4)        Tata bahasa sistematis dan rapi.

 

5)        Indah didengar dan mudah dihafal.

6)        Makna sangat dalam dan bertingkat.

 

7)        Bunyi merdu dan irama indah.

8)        Makna padat dan ringkas.

 

9)        Terjaga dan tak punah.

10)  Bahasa surga abadi.

 

A.       Bahasa Arab.

Paling kaya kosakata

 

Jumlah kosa kata.

Bahasa dunia.

 

1)        Arab = 12 juta.

2)        Inggris =  1 juta.

 

3)        Jerman = 500 ribu.

4)        Rusia = 300 ribu.

 

5)        Perancis = 150 ribu.

6)        Belanda = 250 ribu.

 

7)        Spanyol = 93 ribu.

 

8)        Jawa = 250 ribu.

9)        Sunda = 100 ribu.

10)  Indonesia = 91 ribu.

 

11)  Melayu = 90 ribu.

12)  Madura = 75 ribu.

 

13)  Latin = 60 ribu.

 

B.       Contoh bahasa Arab.

 

1)        Kata "pedang".

Punya lebih dari 300 sinonim.

 

2)        Kata "madu".

Punya lebih dari 80 kata.

 

Sehingga tepat makna.

Nuansa makna sangat halus.

 

 

C.       Struktur tata bahasa sangat rapi.

 

Bahasa Arab punya:

1)        Ilmu Nahwu (gramatika).

2)        Sharaf (morfologi).

 

3)        Kompleks.

4)        Sistematis.

 

Setiap kata bisa berubah bentuk.

Sesuai fungsi:

 

1)        Pelaku.

2)        Objek.

 

3)        Waktu.

4)        Tempat.

5)        Dan lainnya.

 

Semua terbaca dari “bentuk” katanya.

 

D.       Makna sangat dalam dan bertingkat.

 

Dalam 1 kata bahasa Arab.

Bisa punya makna;

 

1)        Literal (asli).

2)        Majazi (kiasan).

3)        Balaghah (retoris).

 

Contoh.

Kata "nur" (cahaya)

 

Bisa berarti.

 

1)        Cahaya fisik.

2)        Cahaya ilmu.

 

3)        Cahaya petunjuk.

4)        Cahaya iman

 

Tergantung konteks.

 

E.       Irama dan indah bunyi.

 

Bahasa Arab sangat kaya:

1)        Irama.

2)        Alunan bunyi.

 

Cocok untuk:

 

1)        Dibaca.

2)        Dilagukan.

3)        Dihafalkan.

 

Al-Qur’an mudah dihafal.

Oleh jutaan orang.

 

Sejak dahulu.

Hingga kini.

 

F.         Makna padat dan ringkas.

 

Dalam 1 ayat pendek.

Terkandung banyak:

 

1)        Hukum.

2)        Pelajaran.

3)        Nilai.

 

Contoh:

 

1)         وَأَقِيمُوا ٱلصَّلَوٰةَ وَآتُوا ٱلزَّكَوٰةَ

"Dirikan salat dan tunaikan zakat".

 

2)        Cuma beberapa kata.

3)        Tapi memuat hukum wajib, jenis ibadah, syarat, waktu, dan tata cara.

 

 

 

G.      Bahasa Aarab terjaga dan tak punah.

 

Bahasa Arab

Satu-satunya bahasa kuno.

 

Masih dipakai hidup.

Sampai hari ini.

 

Bahasa yang hilang.

1)        Ibrani kuno.

2)        Aram.

3)        Latin.

 

Tapi bahasa Arab.

Masih dipakai sehari-hari.

Oleh ratusan juta orang.

 

H.       Bahasa Arab yaitu bahasa surga dan bahasa Ibadah.

 

Dalam hadis disebutkan.

Bahasa Arab adalah:

 

1)        Bahasa penghuni surga.

 

2)        Bahasa ibadah umat Islam.

Di seluruh dunia.

 

3)        Salat, azan, doa, dan bacaan Al-Qur’an.

Semua dalam bahasa Arab.

 

Kesimpulan:

Bahasa Arab.

 

1)        Tak sekadar alat komunikasi.

1)        Tapi bahasa wahyu.

 

2)        Bahasa ilmu.

3)        Bahasa akhirat.

 

Allah pilih bahasa Arab.

Untuk Al-Qur’an.

 

Sebab unggulan dalam:

1)        Menyimpan arti.

2)        Menyampaikan makna sempurna.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

41344. ALBUM YUS-SOFIE
























 

41343. HUKUM POTONG TANGAN ALMAIDAH 38

 

 


HUKUM POTONG TANGAN ALMIDAH 38

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 38.


وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potong tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

 

Tafsir Ibnu Kasir:

 

1)                Potong tangan ini.

2)                Tak hukuman sembarangan.

 

3)                Tapi harus penuhi syarat batas minimal (nisab).

4)                Tak ada syubhat (keraguan).

 

5)                Yang dipotong adalah tangan kanan dari pergelangan tangan.

 

6)                Nisab (batas minim harta yang dicuri) menurut banyak ulama.

Yaitu seperempat dinar.

Sekitar 1,06 gram emas.

 

 Tafsir Qurtubi:

 

1)        Ayat ini hukuman hadd.

2)        Ditentukan oleh syariat.

 

3)        Tak ijtihad manusia.

4)        Tapi harus melihat konteks dan keadilan.

 

5)        Tak sembarangan.

6)        Tak kekejaman.

 

Tafsir Jalalain.

 

1)        Perintah potong tangan.

2)        Jadi hukuman dan Pelajaran.

 

3)        Hukum ini tak otomatis.

 

4)        Harus ditangani pengadilan resmi.

5)        Dengan bukti kuat.

 

Syarat hukum potong tangan.

Dalam fikih.

Yaitu:

 

1)        Ada nilai minimal yang dicuri.

2)        Dicuri dari tempat yang aman.

 

3)        Pencuri tak kondisi lapar.

4)        Pencuri tak butuh mendesak.

 

5)        Tak berlaku bagi anak dan orang gila.

6)        Tak meragukan.

7)        Tak ada faktor yang membenarkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan.

 

Hukum potong tangan.

Dalam Islam.

 

1)        Bukan tindakan kejam.

2)        Tapi hukum pidana ketat syaratnya.

 

3)         Hanya dilakukan negara.

4)        Yang menerapkan hukum Islam.

 

5)        Secara penuh dan adil.

6)        Untuk menciptakan warga aman dan jujur.

 

Umar bin Khattab.

Tak terapkan hukum potong tangan.

 

Saat kelaparan umum.

Pada masa paceklik.

 

Kondisi darurat.

Gugurkan pelaksanaan hadd.

 

Kesimpulan.

 

Hukum potong tangan dalam Islam.

 

1)        Ada dalam Al-Qur’an dan sunah.

 

2)        Punya syarat sangat ketat.

3)        Tak sembarangan diterapkan.

 

4)        Tujuannya efek jera dan adil.

5)        Melindungi harta masyarakat.

 

6)        Dalam konteks negara modern.

Melibatkan sistem adil dan profesional.

 

7)        Tak main hakim sendiri.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

Bottom of Form

Bottom of Form