Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, August 2, 2025

41316. KAFIR AHLI KITAB MUSYRIK SEBURUK MAKHLUK

 

 






KAFIR AHLI KITAB MUSYRIK SEBURUK-BURUK MAKHLUK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan:

1)        Terburuk.

2)        Seburuk-buruk makhluk.

 

Jawaban.

1)        Tingkat makna.

2)        Gaya bahasa.

 

A.       Terburuk

(Superlatif biasa)

 

Kata "terburuk"

Bentuk superlatif dari "buruk".

 

Artinya:

 

Yang paling buruk.

Dari beberapa pilihan.

Atau kelompok.

 

Contoh:

 

1)        Dia murid terburuk di kelas itu.

 

2)        Itu keputusan terburuk yang pernah dibuatnya.

 

Kalimat ini.

Membandingkan 1 pihak.

 

Dengan beberapa lainnya.

Dalam konteks terbatas.

 

B.       Seburuk-buruk makhluk

(Superlatif mutlak dan retoris)

 

Ungkapan “seburuk-buruk makhluk”.

Bentuk penguatan superlatif mutlak.

Dan menyeluruh.

 

Bukan hanya paling buruk.

Di antara manusia.

 

Tapi paling buruk.

Di antara seluruh makhluk Allah.

 

 Yaitu manusia, jin, binatang, dan lainnya.

 

Artinya:

 

Makhluk paling buruk dari seluruh yang diciptakan.

 

Kalimat ini tak hanya membandingkan.

Tapi juga menghakimi mutlak.

 

Tak ada yang lebih buruk daripada itu.

Bahkan dibanding binatang.

 

Al-Quran surah Al-Bayyinah (surah ke-98) ayat 6.

 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ

 

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu seburuk-buruk makhluk.

 

Tafsir.

 

1.        Orang kafir yaitu orang menolak kebenaran.

 

2.        Setelah sampai dakwah padanya.

 

3.        Dalam konteks ini.

4.        Disebut 2 kelompok.

 

Yaitu:

1)        Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani.

Yang menolak Nabi Muhammad.

 

2)        Musyrik.

Yaitu penyembah berhala.

 

Hukuman kafir sengaja dan sombong.

Yaitu kekal di neraka.

 

C.       Mereka adalah seburuk-buruk makhluk.

 

1)        Kalimat ini sangat tegas.

2)        Mereka seburuk-bUruk makhluk.

 

3)         Sebab menolak kebenaran.

4)        Setelah datang bukti jelas (al-bayyinah).

 

D.       Tafsir Ibnu Katsir:

 

Allah jelaskan kebinasaan orang kafir.

Yang menolak risalah Nabi Muhammad.

 

Dari Ahli Kitab dan kaum musyrik.

 

Pada ayat 1-5.

Mereka minta bukti nyata.

 

Tapi setelah datang kebenaran.

Dan  bukti yang nyata.

Mereka tetap membangkang.

 

 Tafsir Muyassar:

 

1)        Orang kafir Ahli Kitab dan musyrik.

2)        Akan masuk neraka Jahanam.

 

3)         Mereka kekal di dalamnya.

4)        Mereka seburuk buruk makhluk.

 

5)        Sebab ingkar pada Allah.

6)        Setelah jelas kebenaran.

 

Pelajaran.

 

1)        Bahaya kafir.

2)        Kafir adalah penolakan kebenaran.

 

3)        Setelah datang bukti yang jelas.

4)        Sikap ini tak hanya bodoh.

 

5)        Tapi sikap sombong.

6)        Membenci kebenaran.

 

Kekalnya siksa neraka.

 

1)        Orang mati kafir.

2)        Tak bertobat.,

3)        Akan mendapat hukuman kekal.

 

Penutup.

 

1)        Orang beriman dan beramal saleh.

Sebaik-baik makhluk.

 

2)        Orang kafir dan membangkang.

Seburuk-buruk makhluk.

 

Al-Quran surah Al-Bayinah (surah ke-98) ayat 7-8.

 

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

 

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka  adalah sebaik-baik makhluk.

 

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

 

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

 

 

41315. GURU PENSIUN TETAP MENDIDIK BANGSA

 







 

PENSIUN GURU TAPI TETAP MENDIDIK  BANGSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Guru.

Meskipun guru telah pensiun.

 

Tapi peran mencerdaskan bangsa.

Belum selesai.

 

A.       Guru: Profesi Mulia Sepanjang Hayat

 

Dalam Islam.

Ilmu adalah cahaya.

 

Guru adalah pembawa cahaya.

 

Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 11.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang beriman jika dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan jika dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdiri, niscaya Allah akan meninggikan orang  beriman di antaramu dan orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

"Allah akan mengangkat derajat orang  beriman dan orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

 

1)        Guru tak sekadar profesi.

2)        Guru pengabdi ilmu.

 

3)        Pembentuk akhlak.

4)        Pilar utama peradaban.

 

B.       Pensiun administrasi, bukan habis misi.

 

Guru pensiun dari sekolah atau instansi.

Hanya akhir tugas formal.

 

Tetapi misi hidupnya.

1)        Mencerdaskan bangsa.

2)        Menanamkan nilai kebaikan.

 

3)        Terus berlanjut.

4)        Ia masih ditanya oleh anak cucu.

 

5)        Masih memberi nasihat lingkungan.

6)        Tetap menjadi panutan

 

Pepatah Arab.

 

 العِلْمُ في الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ

Ilmu diajarkan sejak kecil.

Bagaikan ukiran di atas batu.

 

Dan siapa yang mengukirnya?

Jawab : Guru.

 

C.       Warisan Ilmu adalah amal jariah

 

Nabi Muhammad bersabda:

 

“Jika manusia meninggal dunia.

Maka terputus amalnya.

 

Kecuali 3 hal.

Yaitu:

 

1)        Sedekah jariah.

2)        Ilmu bermanfaat.

3)        Anak saleh yang mendoakan.

 

(HR. Muslim)

 

Catatan.

 

1)        Selama ilmu diamalkan muridnya.

2)        Pahala terus mengalir.

 

3)        Meskipun telah pensiun.

4)        Bahkan ketika jasadnya wafat.

 

 Catatan.

 

1)        Guru yang baik, meskipun pensiun, tetap menjadi cahaya.

 

2)        Ia tidak memadamkan pelita.

 

3)        Tapi menyulut obor-obor baru.,

4)        Bagi generasi penerus bangsa.

 

5)        Pensiun bukan akhir pengabdian.

 

6)        Tapi awal pengaruh lebih luas, lebih dalam, dan lebih abadi.

 

Pensiun guru, tapi tetap mendidik.

 

Dalam Islam.

posisi guru sangat mulia.

 

Rasulullah bersabda:

 

"Sesungguhnya aku diutus hanya sebagai seorang guru."

(HR. Ibnu Majah)

 

Tugas utama Rasul.

Yaitu mengajarkan ilmu dan akhlak.

 

Pengertian "Guru"

Secara Umum:

 

Guru adalah orang yang mengajar ilmu pengetahuan.

Di sekolah atau tempat belajar.

 

Kata "guru"

Berasal dari bahasa Sansekerta:

 

1)        Gu (kegelapan).

2)        Ru (penghilang).

 

Artinya "penghilang kegelapan".

 

Dalam Islam:

 

Rasulullah disebut sebagai mu’allim (guru).

Sebab mengajarkan ilmu, akhlak, dan syariat.

 

Guru tak hanya mengajar materi.

Tapi juga membentuk:

 

1)        Pribadi .

2)        Nilai hidup.

 

Pengertian "Mendidik"

Secara bahasa:

 

Mendidik artinya:

 

1)        Membimbing.

2)        Mengarahkan.

3)        Membina orang.

 

Agar berkembang secara utuh.

Yaitu jasmani, akal, dan hati.

 

Dalam Islam:

Pendidikan disebut tarbiyah.

 

Berasal dari akar kata “rabba”.

Artinya:

 

1)                Menumbuhkan.

2)                Memelihara.

3)                Membentuk.

 

Jadi, mendidik.

 

1)        Tak sekadar mengisi otak.

2)        Tapi menumbuhkan karakter dan iman.

 

Penutup:

 

1)        Tidak semua yang mengajar itu mendidik.

 

2)        Tapi tiap orang yang mendidik dengan hati, dia guru sejati.

 

3)        Guru sejati tak hanya mengajar.

4)        Agar muridnya tahu.

 

5)        Tapi juga mendidik.

6)        Agar muridnya menjadi manusia utuh.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Friday, August 1, 2025