Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, August 2, 2025

41318. BEDA AKIDAH SYARIAT AKHLAK DI QURAN

 

 


BEDANYA AKIDAH SYARIAT DAN AKHLAK DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan.

 

1)             Akidah.

2)             Syariat.

3)             Akhlak.

 

Dalam Al-Qur’an.

1)        Fokus.

2)        Tujuan utama.

3)        Ayat terkait.

 

A.       Akidah.

Iman dan Keyakinan

 

Akidah.

Yaitu keyakinan mantap dalam hati.

 

Ada 6 rukun iman.

Yaitu beriman pada:

 

1)        Allah.

2)        Malaikat.

 

3)        Kitab-kitab.

4)        Rasul-rasul.

 

5)        Hari akhir.

6)        Takdir qada dan qadar.

 

Fokus:

1)        Keyakinan dalam hati.

2)        Iman dalam hati.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 285.

 

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

 

Rasul beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membedakan seorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampuni kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau tempat kembali".

 

Al-Quran surah Al-Ikhlas (surah ke-112)ayat 1-4.

Penegasan tauhid.

 

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

1.        Katakan (Muhammad): “Dia Allah, Yang Maha Esa.

 

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,

 

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 2-3.

Beriman kepada yang gaib.

 

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

 

2. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang bertakwa,

 

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

 

3. (yaitu) orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

 

Catatan.

1)        Tujuan akidah membentuk keyakinan yang benar.

 

2)        Agar ibadah dan amal diterima Allah.

 

B.       Syariat .

Aturan Ibadah dan Muamalah

 

Syariat.

Yaitu:

1)        Hukum.

2)        Aturan lahiriah.

 

Mengatur hubungan manusia dengan:

1)        Allah (ibadah).

2)        Sesama (muamalah).

 

Fokus:

1)        Cara melakukan sesuatu.

2)        Amal perbuatan sesuai hukum.

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 48.

 

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

Dan Kami  turunkan kepadamu Al-uran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian bagi kitab yang lain; maka putuskan perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan jangan kamu ikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah, kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 183.

Kewajiban puasa.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Hai orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 23.

Perintah berbakti pada orang tua.

 

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

 

Dan Tuhanmu memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkan pada mereka perkataan mulia.

 

Catatan.

1)        Tujuan syariat untuk menata hidup pribadi dan social.

 

2)        Sesuai perintah Allah.

 

C.       Akhlak

Perilaku dan Karakter

 

Akhlak.

1)        Yaitu sifat dan perilaku.

 

2)        Lahir dari akidah yang benar.

3)        Patuh pada syariat.

 

Fokus:

1)        Cara bersikap.

2)        Karakter dan etika.

 

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

 

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 159.

Sikap lemah lembut dan memaafkan.

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

 

Maka sebab rahmat dari Allah, kamu berlaku lemah lembut pada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian jika kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang bertawakal kepada-Nya.

 

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 90.

Perintah adil, berbuat baik, dan mencegah kejahatan.

 

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

 

Catatan.

Tujuan akhlak menyempurnakan hubungan dengan:

 

1)        Allah.

2)        Makhluk.

 

Penutup.

 

Dalam Al-Qur’an.

Ada 3 pilar lslam.

 

Yaitu:

1)        Akidah.

2)        Syariat.

3)        Akhlak.

 

Kesimpulan

 

1)        Akidah.

Fondasi.

 

2)        Syariat.

Bangunan.

 

3)        Akhlak.

Asesoris keindahan.

 

4)        Jika fondasi (iman) rapuh.

Maka bangunan (syariat) akan roboh.

 

5)        Jika bangunan (syariat) tanpa hiasan.

Maka tampilan (akhlak) kaku dan tak menarik.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

41317. KAFIR SEBURUK BURUK MAKHLUK

 

 





ORANG KAFIR SEBURUK-BURUK MAKHLUK DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan:

1)        Terburuk.

2)        Seburuk-buruk makhluk.

 

Jawaban.

1)        Tingkat makna.

2)        Gaya bahasa.

 

A.       Terburuk

(Superlatif biasa)

 

Kata "terburuk"

Bentuk superlatif dari "buruk".

 

Artinya:

 

Yang paling buruk.

Dari beberapa pilihan.

Atau kelompok.

 

Contoh:

 

1)        Dia murid terburuk di kelas itu.

 

2)        Itu keputusan terburuk yang pernah dibuatnya.

 

Kalimat ini.

Membandingkan 1 pihak.

 

Dengan beberapa lainnya.

Dalam konteks terbatas.

 

B.       Seburuk-buruk makhluk

(Superlatif mutlak dan retoris)

 

Ungkapan “seburuk-buruk makhluk”.

Bentuk penguatan superlatif mutlak.

Dan menyeluruh.

 

Bukan hanya paling buruk.

Di antara manusia.

 

Tapi paling buruk.

Di antara seluruh makhluk Allah.

 

 Yaitu manusia, jin, binatang, dan lainnya.

 

Artinya:

 

Makhluk paling buruk dari seluruh yang diciptakan.

 

Kalimat ini tak hanya membandingkan.

Tapi juga menghakimi mutlak.

 

Tak ada yang lebih buruk daripada itu.

Bahkan dibanding binatang.

 

Al-Quran surah Al-Bayyinah (surah ke-98) ayat 6.

 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ

 

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu seburuk-buruk makhluk.

 

Tafsir.

 

1.        Orang kafir yaitu orang menolak kebenaran.

 

2.        Setelah sampai dakwah padanya.

 

3.        Dalam konteks ini.

4.        Disebut 2 kelompok.

 

Yaitu:

1)        Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani.

Yang menolak Nabi Muhammad.

 

2)        Musyrik.

Yaitu penyembah berhala.

 

Hukuman kafir sengaja dan sombong.

Yaitu kekal di neraka.

 

C.       Mereka adalah seburuk-buruk makhluk.

 

1)        Kalimat ini sangat tegas.

2)        Mereka seburuk-bUruk makhluk.

 

3)         Sebab menolak kebenaran.

4)        Setelah datang bukti jelas (al-bayyinah).

 

D.       Tafsir Ibnu Katsir:

 

Allah jelaskan kebinasaan orang kafir.

Yang menolak risalah Nabi Muhammad.

 

Dari Ahli Kitab dan kaum musyrik.

 

Pada ayat 1-5.

Mereka minta bukti nyata.

 

Tapi setelah datang kebenaran.

Dan  bukti yang nyata.

Mereka tetap membangkang.

 

 Tafsir Muyassar:

 

1)        Orang kafir Ahli Kitab dan musyrik.

2)        Akan masuk neraka Jahanam.

 

3)         Mereka kekal di dalamnya.

4)        Mereka seburuk buruk makhluk.

 

5)        Sebab ingkar pada Allah.

6)        Setelah jelas kebenaran.

 

Pelajaran.

 

1)        Bahaya kafir.

2)        Kafir adalah penolakan kebenaran.

 

3)        Setelah datang bukti yang jelas.

4)        Sikap ini tak hanya bodoh.

 

5)        Tapi sikap sombong.

6)        Membenci kebenaran.

 

Kekalnya siksa neraka.

 

1)        Orang mati kafir.

2)        Tak bertobat.,

3)        Akan mendapat hukuman kekal.

 

Penutup.

 

1)        Orang beriman dan beramal saleh.

Sebaik-baik makhluk.

 

2)        Orang kafir dan membangkang.

Seburuk-buruk makhluk.

 

Al-Quran surah Al-Bayinah (surah ke-98) ayat 7-8.

 

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

 

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka  adalah sebaik-baik makhluk.

 

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

 

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.