MAF’UL
BIH DALAM KALIMAT
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan
tentang posisi maf’uul bih dalam struktur kalimat bahasa Arab?” Tim Badar
Online menjelaskannya.
1. Maf’uul
bih, اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ adalah isim (kata benda) yang menjadi objek
dari pelaku.
2. Objek
(menurut KBBI V) dapat diartikan “hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok
pembicaraan”, atau “benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk
diteliti, diperhatikan, dan sebagainya.
3. Posisi
maf’uul bih (objek) dalam struktur kalimat dibagi 6 model.
1) Model
1: Fi’il/kata kerja + Fa’il/pelaku +
Maf’ul Bih/objek.
فِعْلٌ
+ فَاعِلٌ + مَفْعُوْلٌ بِهِ
a. Model
ini yang paling umum digunakan.
2) Model
2: Fi’il/kata kerja + Maf’ul bih/objek
+ Fa’il/pelaku.
فِعْلٌ
+ مَفْعُوْلٌ بِهِ + فَاعِلٌ
3) Model
3: Gabungan Fi’il/kata kerja dan Fa’il/pelaku
+ Maf’ul Bih/objek.
فِعْلٌ
فَاعِلٌ + مَفْعُوْلٌ بِهِ
a. Biasanya
fa’ilnya (pelakunya) berupa dhamir (kata ganti orang).
4) Model
4: Gabungan semua: Fi’il/kata kerja, Fa’il/pelaku,
dan Maf’ul Bih/objek
فِعْلٌ فَاعِلٌ مَفْعُوْلٌ بِهِ
a. Biasanya
fa’il (pelaku) dan maf’ul bihnya (objeknya), keduanya berupa dhamir (kata ganti
orang).
5) Model
5: Gabungan Fi’il/kata kerja dan Maf’ul Bih/objek + Fa’il/pelaku.
فِعْلٌ مَفْعُوْلٌ بِهِ + فَاعِلٌ
a. Biasanya
maf’ul bihnya (objeknya) berupa dhamir (kata ganti orang).
6) Model
6: Maf’ul Bih (objek) + Gabungan
Fi’il/kata kerja dan Fa’il/pelaku
مَفْعُوْلٌ بِهِ + فِعْلٌ فَاعِلٌ
a. Model
ini biasanya untuk pembatasan/kekhususan.
4. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam
kalimat model 1:
Fi’il/kata kerja + Fa’il/pelaku
+ Maf’ul Bih/objek.
a. رَفَسَ
مُحَمَّدٌ اَلْكُرَّةَ (ra-fa-sa
mu-ham-ma-dun al-kur-ra-ta) = (Muhammad menendang bola)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “ra-fa-sa” رَفَسَ
(menendang)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “mu-ham-ma-dun” مُحَمَّدٌ (Muhammad)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-kur-ra-ta” اَلْكُرَّةَ (bola)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Fi’il (kata kerja) + Fa’il (pelaku) +
Maf’ul bih (objek).
b. ذَبَحَ
مُحَمَّدٌ اَلْغَنَمَ (dza-ba-ha
mu-ham-ma-dun al-gha-na-ma) = (Muhammad menyembelih kambing)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “dza-ba-ha” ذَبَحَ (menyembelih)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “mu-ham-ma-dun” مُحَمَّدٌ (Muhammad)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-gha-na-ma” اَلْغَنَمَ (kambing)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Fi’il (kata kerja) + Fa’il (pelaku) +
Maf’ul bih (objek).
5. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam kalimat model 2:
Fi’il/kata kerja + Maf’ul
bih/objek + Fa’il/pelaku.
a. أَكَلَ
الرُّزَّ اَلْوَلَدُ (a-ka-la
ar-ruz-za al-wa-la-du) = (Anak kecil itu makan nasi)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “dza-ba-ha”, أَكَلَ (makan)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “al-wa-la-du”, اَلْوَلَدُ (anak kecil itu)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-ruz-za”, الرُّزَّ (nasi)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Fi’il (kata kerja) + Maf’ul bih (objek) +
Fa’il
(pelaku)
b. سَأَلَ
الأُسْتَاذَ تِلْمِيْذٌ (sa-a-la
al-us-taa-dza til-mii-dzun) = (Murid itu bertanya kepada guru)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “sa-ala”,
سَأَلَ (bertanya)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “til-mii-dzun”,
تِلْمِيْذٌ (murid)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-us-taa-dza”, الأُسْتَاذَ (ustad)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Fi’il (kata kerja) + Maf’ul bih (objek) +
Fa’il (pelaku)
6. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam kalimat model 3:
Gabungan Fi’il/kata kerja dan Fa’il/pelaku +
Maf’ul Bih/objek.
a. سَأَلْتُ الأُسْتَاذَ (sa-al-tu al-us-taa-dza) = (Aku bertanya
kepada ustad)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “sa-al” (bertanya) yang tersembunyi dalam “sa-al-tu” سَأَلْتُ (aku bertanya).
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “a-naa” (aku) yang tersembunyi dalam “sa-al-tu” سَأَلْتُ (aku bertanya).
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-us-taa-dza”, الأُسْتَاذَ (ustad).
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan Fi’il/kata kerja dan
Fa’il/pelaku + Maf’ul Bih/objek.
b. قَرَأْتُ
الْمَجَلَّةَ (qa-ra’-tu al-ma-jal-la-ta) = (Aku membaca
majalah)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “qa-ra-a” (membaca) قَرَأْتُ yang
tersembuni dalam “qa-ra’-tu” قَرَأْتُ (aku membaca)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “a-naa” (saya) yang
tersembunyi dalam “qa-ra’-tu”, قَرَأْتُ (aku membaca).
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “al-ma-jal-la-ta”,
الْمَجَلَّةَ
(majalah)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan Fi’il/kata kerja dan Fa’il/pelaku
+ Maf’ul Bih/objek.
7. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam kalimat model 4:
Gabungan semuanya: Fi’il/kata
kerja, Fa’il/pelaku, dan Maf’ul
Bih/objek.
a. أَمَرْتُكَ (a-mar-tu-ka) = (Aku memerintahkan kepadamu)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “a-mar”, أَمَرْتُكَ (memerintahkan)
yang tersembunyi dalam “a-mar-tu-ka”, أَمَرْتُكَ (aku memerintahkanmu).
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “a-naa” (aku) yang tersembunyi dalam أَمَرْتُكَ
(aku memerintahkanmu).
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “an-ta” (kamu) yang tersembunyi dalam أَمَرْتُكَ (aku memerintahkanmu)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan semuanya: Fi’il/kata kerja,
Fa’il/pelaku, dan Maf’ul Bih/objek.
b. ضَرَبَهُ (dha-ra-ba-hu) = (Dia memukulnya)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “dza-ra-ba” (memukul) ضَرَبَهُ yang tersembunyi dalam “dza-ra-ba-hu” ضَرَبَهُ (dia
memukulnya)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “hu-wa” (dia) yang tersembunyi dalam ضَرَبَهُ (dia memukulnya)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “hu-wa” (dia) yang tersembunyi dalam ضَرَبَهُ (dia memukulnya)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan semuanya: Fi’il/kata kerja,
Fa’il/pelaku, dan Maf’ul Bih/objek.
8. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam kalimat model 5:
Gabungan Fi’il/kata kerja
dan Maf’ul Bih/objek + Fa’il/pelaku
a. سَأَلَنِي
أُسْتَاذٌ (sa-al-nii us-taa-dzun)
= (Seorang ustad bertanya kepadaku)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “sa-a-la”, سَأَلَنِي (bertanya)
yang tersembunyi dalam “sa-a-la-nii”, سَأَلَنِي (bertanya kepadaku)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “usta-dzun”, أُسْتَاذٌ
(ustad)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “a-naa” (saya) yang tersembunyi dalam سَأَلَنِي (bertanya kepadaku)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan Fi’il/kata kerja dan Maf’ul
Bih/objek + Fa’il/pelaku
b. رَحِمَكَ
اللهُ
(ra-hi-ma-ka a-lla-hu) = (Semoga
Allah merahmatimu)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “ra-hi-ma” (memberkati) yang tersembunyi dalam “ra-hi-ma-ka” رَحِمَكَ (memberkatimu)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “A-lla-hu”, اللهُ (Allah)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “an-ta” (kamu)
yang tersembunyi dalam رَحِمَكَ (memberkatimu)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Gabungan Fi’il/kata kerja dan Maf’ul
Bih/objek + Fa’il/pelaku
9. Contoh
penggunaan maf’uul bih (objek) dalam kalimat model 6:
Maf’ul Bih/objek + Gabungan Fi’il/kata
kerja dan Fa’il/pelaku
a. إِيَّاكَ
نَعْبُدُ
(iy-yaa-ka na’-bu-du) = (Hanya
kepada-Mu, kami menyembah)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “na’-bu-du” (menyembah) yang tersembunyi dalam نَعْبُدُ (kami menyembah)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “nah-nu” (kami) yang tersembunyi dalam نَعْبُدُ (kami menyembah)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “iy-yaa-ka” إِيَّاكَ (hanya kepadamu)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Maf’ul Bih/objek + Gabungan
Fi’il/kata kerja dan Fa’il/pelaku
b. خُبْزًا
أَكَلْتُ
( a-kal-tu khub-zan ) = (Aku hanya
makan roti)
1) Fi’ilnya
(kata kerjanya) adalah “a-ka-la” (makan) yang tersembunyi dalam “a-kal-tu” أَكَلْتُ (aku makan)
2) Fa’ilnya
(pelakunya) adalah “a-naa” (aku) yang tersembunyi dalam “a-kal-tu” أَكَلْتُ (aku makan)
3) Maf’ul
bihnya (objeknya) adalah “khub-zan” خُبْزًا (roti)
4) Susunan
kalimatnya adalah:
Maf’ul Bih/objek + Gabungan Fi’il/kata
kerja dan Fa’il/pelaku
Daftar
Pustaka.
1. Tim
Badar Online Wisma Misfallah Thalabul Ilmi (MTI), Pogung Kidul 8C, RT 01/RW 49,
Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
2. E-mail:
onlinebadar@yahoo.com
0 comments:
Post a Comment