Khutbah
Jumat,
“Memperingati
Maulid Nabi Muhammad SAW”
Khutbah-1
الْحَمْدُ
لِلَّه
الْحَمْدُ
لِلَّه نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر
أَنْفُسِنَا
وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ
هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُون
Para
jamaah yang berbahagia,
Marilah
kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Para
jamaah yth.
Minggu,
5 Februari 2012 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1433 Hijriah, umat Islam
memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sering disebut Maulid Nabi
Muhammad SAW. Arti “Muhammad" dalam bahasa Arab adalah " yang
terpuji”, sedangkan “Sollalahu Alaihi Wassalam” bermakna “semoga Allah memberi
kebahagiaan dan keselamatan kepada beliau".
Para
jamaah yth.
Kalender
Hijriyah berbeda dengan Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah
hari/tanggal dimulai pada pukul 24.00 atau 00.00 waktu setempat, sedangkan
Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di
tempat tersebut. Kalender Hijriah berdasarkan peredaran Bulan, sedangkan
kalender Masehi berdasarkan peredaran Matahari. Menurut penanggalan Jawa bulan
Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan
perayaan dan permainan gamelan Sekaten.
Adapun
nama bulan Hijriah dan bulan Jawa sebagai berikut:
1.
Muharram ( Suro)
2.
Safar (Sapar)
3.
Robiul Awal ( Mulud)
4.
Robiul Akhir ( bakdo Mulud)
5.
Jumadil Awal (Jumadil awal)
6.
Jumadil Akhir( Jumadil Akhir)
7.
Rajab (Rejeb)
8.
Syakban (Ruwah)
9.
Ramadhan (Poso)
10.
Syawal (sawal)
11.
Dzulqoidah (Selo)
12.
Dzulhijjah (Besar)
Para
jamaah yth.
Alquran
SuraH Annisa(ke-4) ayat 174:
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا
مُبِينًا
174.
“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.
(Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang
terang benderang”. (QS Annisa(4:174).
Perayaan
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam
yang muncul ratusan tahun setelah Nabi Muhammad wafat. Pada intinya, peringatan
Maulid Nabi adalah ungkapan kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad
SAW. Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan pada masa
pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193 Masehi).. Tujuannya adalah
untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan meningkatkan
semangat juang kaum muslimin yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan
pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Para
jamaah yth.
Masyarakat
muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan
mengadakan perayaan keagamaan seperti pembacaan sholawat Nabi, pembacaan syair
Barzanji dan pengajian-pengajian. Barzanji adalah suatu doa-doa, puji-pujian
dan cerita riwayat Nabi Muhammad SAW yang dilafalkan dengan suatu irama atau
nada tertentu. Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya yaitu Syekh Jakfar
al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim yang lahir di Madinah tahun 1690 Masehi.
Isi Barzanji bertutur tentang riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang disebutkan
berurutan tentang silsilah keturunan, masa kanak-kanak, remaja, hingga diangkat
menjadi rasul. Dikisahkan juga sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad
SAW serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.
Para
jamaah yth.
Para
penulis sirah Nabawi (sejarah Nabi) pada umumnya sepakat bahwa Nabi Muhammad
SAW lahir Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah di Mekah. Ayah beliau,
Abdullah, meninggal dalam perjalanan bisnis di Yatsrib (Medinah), ketika Nabi
masih dalam kandungan. Ayah Nabi meninggalkan harta 5 ekor unta, sejumlah
biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman.
Para
jamaah yth.
Wanita
yang menyusui Nabi Muhammad SAW ketika masih bayi selain Ibunya Aminah, juga
Tsuaibah, hamba Abu Lahab, dan Halimah Sakdiyah. waktu Nabi berumur 4 tahun
dada Nabi dibelah Malaikat sehingga pengasuhnya, Halimah, ketakutan kemudian
Nabi dikembalikan kepada ibunya. Ketika Nabi berusia 6 tahun, ibunya, Aminah
binti Wahab mengajak ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarga dan makam
ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, Aminah sakit dan wafat lalu dikuburkan
di Abwa' di dekat Madinah. Pada umur 6-8 tahun Nabi dijaga oleh kakeknya, 'Abd
al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, Nabi ikut pamannya, Abu Thalib sejak
Nabi berumur 8 tahun sampai Abu Thalib wafat ketika Nabi umur 50 tahun. Ketika
ikut Abu Thalib inilah Nabi diminta menggembala kambing di sekitar Mekah dan
sering diajak bisnis ke negeri Syam (Syriah, Lebanon, dan Palestina).
Para
jamaah yth.
Pada
masih remaja, Nabi belajar ilmu bela diri dan memanah, serta ilmu berdagang.
Dengan kejujuran dan sifat amanahnya, Nabi dipercaya sebagai agen bisnis di
Mekah. Pada usia 25 tahun Nabi menikah dengan Khadijah, janda 40 tahun, dengan
mas kawin 20 ekor onta muda. Sewaktu berumur 35 tahun, Nabi mendamaikan suku
Qurasy ketika meletakkan Hajar Aswad. Ketika 37 tahun Nabi mulai sering menyepi
di Gua Hira, dan umur 40 tahun Nabi menerima wahyu pertama. Pada usia 40-43
tahun Nabi berdakwah secara tertutup dan tersembunyi. Pada umur 43 tahun Nabi
mulai berdakwah terbuka dan terang-terangan, setelah menerima wahyu Allah SWT lquran
surat Al-Hijr (surah ke-15) ayat 94-96)
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
94.
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami
memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan
(kamu). (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping
Allah; Maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya)”.(QS Al-Hijr
(15:94-96)
Para
jamaah yth.
Nabi
berdakwah 13 tahun di Mekah, ketika umur 40-53 tahun, dan 10 tahun di Medinah
waktu usia 53 – 63 tahun. Ketika Nabi berumur 50 tahun, disebut tahun berduka
sebab istrinya, Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, meninggal dunia. Nabi
berumah tangga selama 25 tahun hanya dengan seorang istri yaitu Khadijah, dan
memperoleh keturunan: Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Abdullah, dan
Fatimah. Semua keturunan Nabi yang laki-laki meninggal sewaktu masih kecil,
sedangkan yang wanita hanya Fatimah yang masih hidup ketika Nabi wafat.
Para
jamaah yth.
Setelah
Khadijah RA meninggal barulah Nabi Muhammad SAW menikah dengan beberapa wanita,
misalnya dengan Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar bin Khattab, janda
pahlawan perang, dan janda dari suku-suku yang memusuhi Nabi sehingga jumlah
pengikut Nabi bertambah banyak. Ketika Nabi berumur 52 tahun terjadi peristiwa
Isra’ Mikraj. Sedangkan Hijrah dari Mekah ke Madinah dilakukan ketika Nabi
berumur 53 tahun. Dan Nabi berusia 55 tahun sewaktu memimpin Perang Badar.
Perang Uhud terjadi ketika Nabi berumur 56 tahun. Mekah dikuasai Nabi secara
damai pada umur 61 tahun, dan Nabi wafat pada usia 63 tahun.
Para
jamaah yth.
Seorang
penulis Amerika, non-muslim, Michael H. Hart menulis buku yang berjudul “ 100
tokoh yang memiliki pengaruh paling besar dalam sejarah manusia”. Menempatkan
Nabi Muhammad SAW berada pada urutan pertama dengan alasan Nabi Muhammad SAW
satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa, dalam hal
agama maupun hal duniawi. Nabi berhasil memimpin bangsa yang awalnya
terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup
mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran. Nabi Muhammad SAW memiliki
karier politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi,
sehingga Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan
seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.
Para
jamaah yang berbahagia,
Kehidupan
Nabi Muhammad SAW penuh dengan contoh teladan bagi seluruh umat manusia.
Sehingga wajar apabila setiap umat muslim diharapkan memiliki buku Sirah Nabawi
atau sejarah hidup Nabi Muhammad SAW untuk dipelajari dan diteladani dalam
kehidupan sehari-hari.
Allah SWT sangat mencintai Nabi seperti
dinyatakan dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab (ke-33) ayat 56).
إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
56.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam
penghormatan kepadanya”. QS Surat Al-Ahzab (33:56).
Para
jamaah yang berbahagia,
Allah
SWT Bershalawat kepada Nabi artinya Allah memberi rahmat, Malaikat bershalawat
kepada Nabi bermakna memintakan ampunan, dan kalau orang-orang mukmin
bershalawat berarti mendoakan agar Nabi diberi rahmat, seperti dengan ucapan:
Allahuma shalli ala Muhammad.
Para
jamaah yang berbahagia,
Mudah-mudahan
Allah SWT memberi kekuatan dan kesehatan kepada kita semua sehingga kita mampu
mengikuti semua contoh teladan dari Rasulullah SAW . Amin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ
مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
----duduk----
0 comments:
Post a Comment