KENAPA BAWASLU TAK TEGUR PARTAI WACANA PEMILU MUNDUR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Bawaslu fokus bekerja.
Agar pemilu:
1)
Tertib.
2)
Jujur.
3)
Damai.
4)
Tepat waktu.
Pengamat politik.
Refly Harun mengatakan.
Bawaslu tak punyak hak.
Menilai etis tidak
etis.
Terhadap Anies
Baswedan.
“Bawaslu.
Yaitu lembaga .
Yang bertugas .
Memastikan pemilu:
1)
Jujur.
2)
Adil.
Dalam pelaksanaan.
Jujur dan adil.
Dalam pengawasan.
Juga harus jujur dan adil juga,” katanya.
Jumat, 16 Desember 2022.
Hingga saat ini.
1)
Aturan pemilu.
2)
Aturan kampanye.
Belum ada.
“Tak ada istilah menasihati.
Mereka harus tegakkan
hukum.
Tapi jika hukumnya tidak ada.
Ya, selesai,”
jelasnya.
Bawaslu tak boleh
memberi pernyataan.
Yang abu-abu.
Tugas Bawaslu.
Hanya menegakkan hukum
pemilu saja.
“Bawaslu Tak boleh
wilayahnya abu-abu.
Tak boleh jadi
pengamat politik.
Bawaslu bukan pakar etika.
Bawaslu harus menegakkan.
Hukum pemilu,”
ujarnya.
Wakil Ketua Umum
(Waketum) PKB.
Jazilul Fawaid menyampaikan.
Selama belum ada
penetapan.
Calon pilpres dan
pileg.
Maka bukan kampanye.
Tapi sosialisasi saja,”
katanya.
Dia berharap.
Bawaslu fokus pengawasan.
Sehingga pemilu berjalan sesuai harapan.
“Bawaslu fokus bekerja.
Agar pemilu:
1)
Tertib.
2)
Jujur.
3)
Damai.
4)
Tepat waktu.
Dia juga bertanya.
Kenapa Bawaslu.
Tak menegur kader
parpol.
Yang wacana tunda pemilu.
Dia minta Bawaslu.
Selidiki hal itu.
“Kenapa Bawaslu.
Tak menegur kader
parpol.
Yang wacana tunda
Pemilu.
Padahal UU sudah
memutuskan.
Pada 14 Pebruari 2024.
Apa bukan termasuk
kampanye?
Yaitu kampanye tunda
pemilu,” ujarnya.
Selain PKB.
Partai NasDem juga
mengkritik.
Soal Anies Baswedan.
Dinilai tak etis oleh
Bawaslu.
Ketua DPP
Bidang Pemenangan
Pemilu (Bappilu)
Partai Nasdem
Effendi Choirie
mengatakan.
Bawaslu tak paham
demokrasi.
“Bahaya Bawaslu.
Jika diisi orang.
Yang kerjanya tak pakai
aturan.
Tak paham substansi
demokrasi,” ujarnya.
Dia menegaskan.
Anies Baswedan.
Tak melanggar aturan
pemilu.
Safari politik.
Bagian budaya
demokrasi.
Dia bertanya.
Aturan apa yang jadi
ukuran Bawaslu.
“Jika Bawaslu mengatakan tidak etis.
Standar etika apa.
Aturan yang mana?” ujarnya.
(sumber kba)
0 comments:
Post a Comment