MUHAMMADIYAH TITIP MINIM
3 PASANG CALON PRESIDEN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Muhammadiyah titip.
Minimal 3 pasangan
capres.
Jangan hanya 2 pasangan.
Muhammadiyah.
1)
Tak terlibat politik
praktis.
2)
Bukan kendaraan politik
praktis.
3)
Tak terlibat langsung politik
praktis.
4)
Terutama terkait pilpres
2024.
Sekretaris Umum PP
Muhammadiyah.
Abdul Mu’ti katakan.
Muhammadiyah.
Bersikap wait and see.
Tunggu dan lihat.
Terkait Pilpres 2024.
Menurut dia.
Soal bakal calon presiden.
Diurus ketua partai
politik.
"Kewenangan konstitusi.
Mencalonkan capres dan
cawapres.
Hak partai politik,"
ucap Mu’ti.
Selasa (25/7).
Muhammadiyah.
Tak deklarasi dukungan.
Untuk capres tertentu.
Warga Muhammadiyah.
Titip dukungan politik.
Lewat partai politik.
Mu’ti usul.
Agar Pilpres 2024.
Tampilkan lebih dari 2
calon.
Pasangan
capres-cawapres.
Untuk hindari pola pikir
biner.
Tak pandang segala hal.
Hanya 2 kutub.
Saling bertentangan.
"Jika boleh nitip
aspirasi.
Kepada partai politik.
Jangan hanya 2 pasang.
Tapi minimal 3 pasangan.
Agar punya banyak
pilihan.
Jika hanya 2 pasangan.
Seperti benar dan
salah," kata Mu’ti.
Mu’ti prihatin.
Polarisasi politik.
Pemilu 2019.
Saat itu.
Hanya 2 pasang calon.
Risiko politiknya.
Terasa hingga kini.
Yaitu istilah
"cebong" dan "kampret".
Agar tak terulang.
Maka minim 3 pasangan.
(Sumber Alinea)
0 comments:
Post a Comment