Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label NABI DILARANG MEMBUAT WAHYU. Show all posts
Showing posts with label NABI DILARANG MEMBUAT WAHYU. Show all posts

Friday, May 22, 2026

55585. NABI DILARANG MEMBUAT WAHYU

 






NABI DILARANG MEMBUAT WAHYU ALHAQQAH 4

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

QS Al-Haqqah (69:44-46)

 

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

 

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

 

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

 

Catatan.

 

1)        Surah Al-Haqqah ayat 44–46

2)        Penjagaan Allah pada kebenaran wahyu

3)        Yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.

Tafsir Al-Haqqah 44

 

“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami…”

 

Tafsir Al-Haqqah 45

 

“Niscaya Kami pegang dia pada tangan kanannya.”

 

Tafsir Al-Haqqah 46

 

“Kemudian benar-benar Kami potong urat nadinya.”

 

Tafsir perkata

 

Ayat 44

 

وَلَوْ

Dan seandainya

 

1)        Ini kalimat pengandaian.

2)        Maksudnya: “kalau saja terjadi…”

 

تَقَوَّلَ

Mengada-adakan perkataan

 

1)        Maksudnya

 

a.        Membuat ucapan sendiri

b.        Lalu mengaku itu dari Allah.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Seperti orang sebar berita palsu

b.        Atas nama ilmuwan atau pemerintah.

 

عَلَيْنَا

Atas nama Kami

 

1)        Yaitu atas nama Allah.

 

بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

Sebagian perkataan saja

 

1)        Menariknya

 

a.        Ayat ini tak sebut “semua”.

b.        Tapi “sebagian saja”.

 

2)        Maknanya:

 

a.        Nabi menambah sedikit saja

b.        Tambah isi wahyu dari dirinya sendiri.

 

c.        Allah akan menghukumnya.

d.        Bukti wahyu dijaga sangat ketat.

 

Makna besar ayat 44

 

1)        Allah tegaskan

 

a.        Nabi Muhammad tak boleh buat ajaran

b.        Sesuka hati.

 

2)        Dalam logika modern:

 

a.        Jika orang buat aturan sendiri

b.        Demi untung pribadi.

 

c.        Pasti banyak kontradiksi

d.        Banyak kepentingan pribadi

e.        Di dalam ajarannya.

 

3)        Tetapi dalam Al-Qur'an

Justru ada ayat yang:

 

a.        menegur Nabi,

b.        membatasi Nabi,

c.        embuat Nabi sulit secara pribadi.

 

4)        Ini dianggap ulama

5)        Bukti Al-Qur’an bukan buatan Nabi.

 

Ayat 45

 

لَأَخَذْنَا

Pasti Kami pegang

 

1)                Maksudnya

2)                Allah akan langsung bertindak.

 

مِنْهُ

Terhadap dia

 

1)        Yaitu kepada Nabi

2)        Jika benar bohong atas nama Allah.

 

بِالْيَمِينِ

Pada tangan kanan

 

1)        Tafsir ulama:

a.        simbol kekuasaan,

b.        simbol penindakan kuat,

c.        gambaran tangkap langsung.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Seperti pejabat langsung dicopot.

b.        Terbukti palsukan dokumen negara.

 

Ayat 46

 

ثُمَّ

Kemudian

 

1)        Menunjukkan kelanjutan hukuman.

 

لَقَطَعْنَا

Benar-benar Kami potong

 

1)        Menunjukkan hukuman tegas.

 

مِنْهُ الْوَتِينَ

Urat nadi/jantungnya

 

1)        “Al-watīn”

Urat besar penting bagi hidup.

 

2)        Maknanya:

 

a.        Jika Nabi berdusta atas nama Allah.

b.        Hidupnya akan dihancurkan Allah.

 

Makna seluruh ayat 44–46

 

Pesan utamanya:

 

1.        Wahyu tidak boleh dipalsukan

 

a.                Palsu atas nama Tuhan

b.                Dosa besar.

 

2.        Nabi Muhammad benar-benar menyampaikan wahyu

 

1)        Ayat ini ancaman keras

a.        Pada Nabi Muhammad.

b.        Jika berbohong.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Orang bohong.

b.        Tak menulis ancaman keras

 

c.        Bagi dirinya sendiri

d.        Di dalam “buku hasil karyanya”.

 

3.        Agama BUKAN demi kepentingan pribadi

 

1)        Ayat ini peringatan

2)        Bagi siapa pun:

 

a.        pemuka agama,

b.        ustaz,

 

c.        pemimpin,

d.        influencer agama,

 

3)        Agar tak berkata “ini dari Tuhan”

4)        Pdahal  hanya opini pribadi.

 

A.               Hubungan dengan logika modern

 

1)        Ayat ini mirip prinsip:

 

a.        integritas informasi,

b.        anti-hoaks,

 

c.        anti manipulasi,

d.        jujur ilmiah.

 

Dalam dunia modern:

 

Memalsukan data

Atas nama:

 

1)        sains,

2)        negara,

 

3)        agama,

4)        hukum,

a.        Dianggap pelanggaran berat

b.        Bisa sesatkan banyak orang.

 

1)        Al-Qur’an sejak awal

2)        Beri peringatan keras

3)        Tentang hal itu.

Top of Form

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

 

 

Bottom of Form