RASULULLAH HANCURKAN RATUSAN BERHALA DI KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Pada tahun ke-8 HijrIah.
Rasulullah umur 61 tahun.
Nabi dan 10.000
tentara Islam.
Berangkat dari Madinah
ke Mekah.
Kota Madinah dipimpin Abu
Ruhm Ghifari.
Pasukan tiba di
DzuTuwa.
Rasululah membagi
pasukan Islam dalam 3 kelompok.
1.
Sayap kanan.
Dipimpin Khalid bin Walid.
Bersama Bani Aslam,
Sulaim, Ghifari, Muzainah, Juhinah.
Dan lainnya.
Mereka masuk Mekah.
Lewat dataran rendah.
Rasulullah bersabda,
”JIka ada orang
Quraisy menghalangi.
Maka perangi mereka.
Dan tunggu aku di
bukit Safa.”
2.
Sayap kiri.
Dipimpin Zubair
bi Awwan.
Membawa bendera
Rasulullah.
Bertulisan
“Lailahaillallah Muhammad Rasulullah”.
Mereka masuk Mekah.
Lewati dataran tinggi.
Dari arah Kada.
Rasulullah bersabda,
”Tancapkan bendera ini
di Al-Hajun.
Dan jangan
meninggalkan tempat itu.
Sampai aku tiba di
sana.”
3.
Sayap tengah.
Dipimpin Abu
Ubaidah.
Pasukan tanpa senjata
perang.
Masuk Mekah.
Lewat tengah lembah.
Mereka berada di depan
Rasulullah.
RASULULLAH MASUK MEKAH
Rasulullah dan pasukan
Islam.
Berhasil menguasai
kota Mekah.
Dengan damai.
Tanpa perlawanan berarti.
Rasulullah memcium
Hajar Aswad.
Tawaf keliling Kakbah.
Sambil memegang sebuah
busur panah.
Rasulullah tawaf
menunggang unta.
Dan tidak memakai kain
ihram.
Rasulullah menunjuk
dengan busur panahnya.
Ke arah 360 berhala.
Sambil mengucapkan
ayat-ayat Al-Quran.
Al-Quran surah
Al-Isra (surah ke-17) ayat 81.
وَقُلْ
جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakan: "Yang
benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil adalah
sesuatu yang pasti lenyap.
Al-Quran surah
Saba (surah ke-34) ayat 49
قُلْ
جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ
Katakan: "Kebenaran
telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan
mengulangi".
Seketika itu.
Semua berhala di
sekitar Kakbah.
Berjatuhan di depan Rasulullah.
Rasulullah
memerintahkan Usman bin Talhah.
Untuk membuka pintu
Kakbah.
Rasulullah masuk
dalam Kakbah.
Terlihat berbagai gambar.
Seperti gambar Nabi
Ibrahim dan Nabi Ismail.
Yang sedang membagi
undian.
Rasulullah bersabda,
”Demi Allah.
Nabi Ibrahim tidak
pernah mengundi.
Dengan anak panah
seperti itu.”
Rasulullah
memerintahkan para sahabat.
Untuk menyingkirkan
semua gambar.
Yang berada dalam
Kakbah.
Setelah pembebasan
kota Mekah.
Rasulullah dan para
sahabat berangkat dari Hunain.
Lewat Nakhlah (13 km dari Masjidil Haram).
Qarnul Manazil.
Dan mendirikan kemah
di Thaif.
Sewaktu di Nakhlah.
Khalid bin Walid dan
30 orang.
Diperintah oleh
Rasulullah.
Untuk menghancurkan
berhala terbesar.
Yaitu berhala Uzza.
Milik Quraisy dan Bani
Kinanah.
Khalid melakukan
tugasnya.
Dan melaporkan
hasilnya kepada Rasulullah.
Rasulullah bersabda,
”Apakah kamu melihat
sesuatu?”
Khalid bin Walid menjawab,
”Tidak”.
Jika begitu.
Kamu belum
memusnahkannya.
Rasulullah bersabda,
“Kembalilah.
Dan hancurkan berhala
Uzza”.
Khalid bin Walid
kembali menghunus pedangnya.
Dia ketemu wanita
berkulit hitam telanjang.
Dan berkepala ular.
Khalid bin Walid
membunuhnya.
Khalid bin Walid
kembali melaporkan hasilnya kepada Rasulullah.
Rasulullah bersabda,
”Bagus, itulah berhala
Uzza.
Aku membuatnya untuk
tidak disembah.
Di negeri kalian selamanya,.”
Daftar Pustaka
1. Syekh
Syafiyurrahman Al-Mubarakfury.
Juara pertama.
Lomba Sirah Nabawi.
Penerbit Al-Kautsar 2006.
0 comments:
Post a Comment