Monday, May 25, 2026

55602. WATAK DASAR MANUSIA LOGIKA DAN QURAN

 





WATAK DASAR MANUSIA DI QURAN DAN LOGIKA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam Al-Qur’an

Manusia digambarkan punya:

 

1)        Potensi sangat mulia.

2)        Kelemahan bawaan.

 

Watak dasar manusia

 

1)        Bukan malaikat yang selalu benar.

2)        Bukan makhluk selalu jahat.

 

3)        Manusia diberi:

 

a.        Akal.

b.        Hati.

c.        Pilihan.

 

Versi Quran

Watak dasar manusia

 

Yaitu:

1)        Ingin hidup nyaman dan senang

2)        Mudah lupa dan lalai

 

3)        Emosional dan tergesa-gesa

4)        Punya sifat egois

 

5)        Bisa sangat baik atau sangat buruk

6)        Suka kelompok dan pengaruh lingkungan

 

7)        Manusia lemah, tapi punya potensi besar

 

Penjelasan.

 

A.       Manusia ingin hidup nyaman dan senang

 

1)        Al-Qur’an jelaskan

Manusia cenderung cinta:

 

a.        harta,

b.        kekuasaan,

 

c.        pujian,

d.        keluarga,

e.        nikmat dunia.

 

QS Ali 'Imran (3:14)

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itu kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga).

 

 

2)        Logika modern

Otak manusia mencari:

 

a.        rasa aman,

b.        makanan,

 

c.        status sosial,

d.        nyaman.

 

3)        Sejak zaman dulu.

Manusia harus bertahan hidup.

 

4)        Maka otak manusia otomatis

Suka yang beri “hadiah” dan kenyamanan.

 

B.       Manusia mudah lupa dan lalai

 

1)        Manusia sering:

 

a.        lupa bersyukur,

b.        lupa tujuan hidup,

c.        baru ingat Tuhan, saat susah.

 

QS Yunus (10:12)

 

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitu orang yang melampaui batas memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

 

Catatan.

1)        Manusia berdoa saat kena bahaya.

2)        Tapi setelah selamat

3)        Dia kembali lalai.

 

2)        Logika modern

Manusia mudah terbiasa dengan nikmat.

 

Contoh:

a.        Dulu ingin punya motor,

b.        Setelah punya motor

c.        Merasa biasa saja.

3)        Dalam psikologi

 

a.        Disebut “adaptasi bahagia”.

b.        Manusia cepat biasa dengan nikmat

c.        Lalu mencari yang baru lagi.

 

 

C.       Manusia emosional dan tergesa-gesa

 

 

QS Al-Anbiya (21:37)

 

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

 

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka jangan kamu minta pada-Ku mendatangkan segera.

 

QS Al-lsra (17:11)

 

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

 

Dan manusia berdoa untuk kejahatan seperti dia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa.

 

Catatan.

1)        Manusia bersifat tergesa-gesa.

 

2)        Contoh:

 

a.                ingin hasil cepat,

b.                mudah marah,

 

c.                ingin instan,

d.                sulit sabar.

 

3)        Logika modern

 

a.        Otak manusia suka hadiah cepat

b.        Daripada hasil jangka panjang.


Karena itu:

 

1)        orang sulit diet,

2)        sulit menabung,

 

3)        sulit belajar lama,

4)        mudah emosi di media sosial.

 

D.       Manusia egois suka membantah.

 

QS Al-Kahfi (18:54)

 

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

 

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk paling banyak membantah.

Catatan.

1)        Manusia suka membantah.

 

2)        Logika modern

Manusia punya “ego” dan bias:

 

a.        merasa diri paling benar,

b.        sulit mengaku salah,

c.        cari alasan benarkan sendiri.

 

1)        Maka debat sering terjadi

2)        Meskipun fakta sudah jelas.

 

E.       Manusia bisa sangat baik atau sangat buruk

 

QS At-Tin (95:4-5)

 

 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

 

4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

 

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

 

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

 

QS Al-lsra (7:179)

 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

 

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tapi tidak dipakai untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipakai untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipakai untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka  sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itu orang yang lalai.

 

Catatan

1)        Al-Qur’an menjelaskan

Manusia bisa:

 

a.        Lebih tinggi dari malaikat

Karena taat,

 

b.        Lebih rendah dari hewan

Jika ikut hawa nafsu.

 

2)        Logika modern

Manusia punya kemampuan:

 

a.        berkorban,

b.        menolong,

 

c.        mencipta ilmu,

d.        menjaga bumi.

 

3)        Tapi manusia juga bisa:

 

a.        korupsi,

b.        perang,

 

c.        merusak alam,

d.        menindas orang lain.

 

4)        Artinya

Manusia bisa pilih arah hidup.

 

 

F.        Manusia suka kelompok dan pengaruh lingkungan

 

1)        Al-Qur’an sering ingatkan

 

a.        Agar tak ikut orang sesat

b.        Hanya karena mayoritas.

 

2)        Logika modern

 

Psikologi jelaskan

Manusia mudah ikut:

 

a.        tren,

b.        lingkungan,

 

c.        tekanan teman,

d.        propaganda.

 

3)        Manusia ingin diterima kelompok.

 

 

G.      Manusia lemah, tapi punya potensi besar

 

QS An-Nisa (4:28)

 

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

 

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

 

Catatan.

 

1)        Manusia diciptakan lemah.

 

2)        Tapi manusia juga diberi:

 

a.        akal,

b.        ilmu,

 

c.        hati nurani,

d.        kemampuan belajar.

 

3)        Logika modern

4)        Tubuh manusia tak sekuat singa atau gorila.


Tapi manusia unggul

Karena:

 

a.        berpikir,

b.        bekerja sama,

 

c.        belajar,

d.        membuat teknologi.

 

Kesimpulan

 

Al-Qur’an gambarkan

Manusia realistis:

 

1)        Manusia tak sempurna,

2)        Punya kelemahan,

 

 

3)        Tapi punya peluang jadi mulia

 

4)        Jika pakai akal, iman, dan akhlak dengan benar.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment