UNTUNG RUGI DOLLAR AS
NAIK DIBANDING RUPIAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Jika nilai dolar Amerika
1)
Naik tinggi dibanding
rupiah.
Artinya rupiah melemah.
1)
Contoh sederhana:
a.
Dulu 1 dolar = Rp15.000
b.
Sekarang 1 dolar =
Rp17.000
2)
Berarti untuk membeli 1
dolar.
a.
Orang Indonesia
b.
Harus bayar rupiah lebih
banyak.
A.
UNTUNGNYA BAGI INDONESIA
Yaitu:
1)
Eksportir lebih untung
2)
Pekerja luar negeri dan
penerima dolar diuntungkan
3)
Wisatawan asing lebih
tertarik datang
Penjelasan.
1.
Eksportir lebih untung
1)
Perusahaan menjual
barang ke luar negeri
Dibayar pakai dolar.
2)
Contoh:
a.
Ekspor batu bara, sawit,
tekstil, udang.
3)
Jika dapat 1.000 dolar:
a.
Saat kurs Rp15.000 →
jadi Rp15 juta
b.
Saat kurs Rp17.000 →
jadi Rp17 juta
4)
Pendapatan rupiah mereka
naik.
2.
Pekerja luar negeri dan
penerima dolar diuntungkan
1)
Misalnya:
a.
TKI/TKW
b.
Freelancer dibayar dolar
c.
YouTuber internasional
d.
Programmer kerja online
luar negeri
2)
Saat dolar naik
a.
Uang diterima dalam
rupiah
b.
Jadi lebih besar.
3.
Wisatawan asing lebih
tertarik datang
1)
Uang dolar mereka “kuat”
di Indonesia.
2)
Contoh:
a.
Biaya Hotel, makanan,
dan wisata
b.
Terasa lebih murah
c.
Bagi turis asing.
d.
Membantu sektor
pariwisata.
B.
RUGINYA BAGI
INDONESIA
Yaitu:
1)
Harga barang impor naik
2)
Harga barang dalam
negeri ikut naik (inflasi)
3)
Utang luar negeri jadi
lebih mahal
4)
Orang mau sekolah atau
liburan ke luar negeri rugi
5)
Investor bisa takut
Penjelasan.
1.
Harga barang impor dari
luar negeri naik
1)
Indonesia masih banyak
impor:
a.
BBM
b.
Gandum
c.
kedelai
d.
mesin
e.
elektronik
f. obat-obatan
2)
Karena dibayar dolar.
Maka harga dalam rupiah ikut naik.
3)
Contoh:
a.
Harga HP, iPhone,
laptop, PS5
b.
Jadi lebih mahal.
c.
Dalam rupiah
2.
Harga barang dalam
negeri ikut naik (inflasi)
1)
Karena bahan baku impor
mahal.
Maka perusahaan menaikkan harga.
2)
Akibatnya:
a.
Harga makanan bisa naik,
b.
transportasi naik,
c.
biaya produksi naik.
3)
Masyarakat terasa lebih
berat.
3.
Utang luar negeri jadi
lebih mahal
1)
Pemerintah atau
perusahaan
Punya utang dolar:
2)
Misal utang:
1 juta dolar
3)
Saat:
a.
kurs Rp15.000 → bayar
Rp15 miliar
b.
kurs Rp17.000 → bayar
Rp17 miliar
4)
Padahal jumlah dolarnya
sama.
Tapi bayar rupiah lebi besar.
4.
Orang yang mau sekolah
atau liburan ke luar negeri rugi
1)
Karena biaya:
a.
kuliah,
b.
tiket,
c.
hotel,
d.
belanja luar negeri
2)
Semua dibayar pakai
dollar.
3)
Maka lebih mahal dalam
rupiah.
5.
Investor bisa takut
1)
Jika rupiah melemah
terlalu cepat:
Maka:
a.
investor asing menarik
uangnya,
b.
pasar saham bisa turun,
c.
ekonomi tidak stabil.
C.
LOGIKA MODERN
SEDERHANA
1)
Nilai dolar
Seperti “harga” uang Amerika.
2)
Jika dolar naik:
Maka:
a.
Amerika lebih mahal,
b.
rupiah lebih lemah.
3)
Orang digaji dolar
Maka untung.
4)
Orang banyak membeli
barang impor
Maka rugi.
ANALOGI MUDAH
1)
Bayangkan dolar
Seperti emas.
2)
Jika harga emas naik:
a.
Orang punya emas
Maka untung,
b.
Orang mau beli emas
Maka rugi.
3)
Begitu juga dolar:
a.
Yang punya atau menerima
dolar
Maka untung,
b.
Yang harus membeli dolar
Maka rugi.
HUBUNGAN DENGAN QURAN
1)
Al-Qur’an tak sebut “dolar” atau
“rupiah”.
2)
Marena mata uang modern
3)
Belum ada zaman turunnya Al-Qur’an.
4)
Tapi Al-Qur’an banyak bahas prinsip
a.
Ekonomi.
b.
Perdagangan.
c.
Keadilan
d.
Cara hadapi perubahan kekayaan.
Pembahasan.
1.
Rezeki dan ekonomi bisa naik turun
1)
Allah jelaskan
a.
Keadaan ekonomi manusia
b.
Tak selalu tetap.
“Allah melapangkan rezeki bagi siapa
yang Dia kehendaki dan menyempitkannya...”
— Surah Al-Qur'an
2)
Artinya:
a.
kadang ekonomi kuat,
b.
kadang melemah,
c.
kadang harga naik,
d.
kadang turun.
3)
Dalam logika modern:
a.
kurs dolar dan rupiah
Bisa berubah karena:
a.
Kondisi dunia.
b.
Perang.
c.
Perdagangan
d.
Utang.
e.
Suku bunga
f. Kepercayaan pasar.
2.
Al-Qur’an dorong bisnis dan ekspor
1)
Al-Qur’an bolehkan bisnis halal.
“Allah menghalalkan jual beli…”
— Surah Al-Qur'an
2)
Saat dolar naik:
a.
eksportir Indonesia untung,
b.
bisnis luar negeri meningkat.
3)
Islam hargai usaha dan bisnis halal.
4)
Nabi Muhammad pernah bisnis internasional.
3.
Islam ajarkan tak boros dan tak berlebihan
1)
Saat dolar naik:
a.
barang impor mahal,
b.
orang sering panik belanja,
c.
ada yang boros beli barang luar
negeri.
2)
Al-Qur’an ingatkan:
“Makan dan minumlah, tapi jangan
berlebihan.”
3)
Logika modern:
a.
ekonomi sulit, bijak atur uang,
b.
tak konsumtif,
c.
dahulukan kebutuhan penting.
4.
Islam melarang penipuan dan
ketidakadilan ekonomi
1)
Saat ekonomi sulit
Kadang muncul:
a.
timbun barang,
b.
manipulasi harga,
c.
korupsi,
d.
penipuan.
2)
Al-Qur’an kecam curang dagang.
“Celaka orang yang curang dalam
takaran dan timbangan.”
Artinya:
a.
ekonomi harus tetap jujur
b.
meskipun keadaan sulit.
5.
Al-Qur’an ajarkan seimbang dan tenang
1)
Saat dolar naik tajam.
Banyak orang panik dan takut.
2)
Islam ajarkan:
3)
tetap berusaha,
a.
hemat,
b.
bekerja,
c.
bertawakal,
d.
tak putus asa.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu
padahal itu baik bagimu…”
Surah Al-Qur'an
4)
Kadang:
a.
rupiah lemah merugikan impor,
b.
tapi bantu ekspor dan produksi lokal.
LOGIKA MODERN + QURAN
Kalau diringkas:
Hubungan dolar dan Al-Qur’an
Bukan pada nama mata uangnya.
Tapi pada prinsip:
1)
keadilan ekonomi,
2)
perdagangan halal,
3)
pengelolaan harta,
4)
kesabaran saat krisis,
5)
larangan merugikan orang lain.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|






