Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, November 11, 2025

53971. GAYA HIDUP WIRAI

 


GAYA HIDUP WIRAI VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

1)        “Wira’i” (الورع)

2)        Menjaga diri dari hal haram dan syubhat (meragukan)

 

3)        Agar tak terjatuh dalam dosa.

 

Dalam Al-Qur’an.

Kata “wara’” tak disebut langsung.

 

Tapi konsep dan cara hidup wira’i

Dijelaskan dalam ayat tentang:

 

1)        Takwa.

2)        Menjaga diri.

 

3)        Menahan hawa nafsu.

4)        Menjauhi dosa.

 

Gaya hidup wira’i

Menurut Al-Qur’an.

 

Yaitu:

1)        Menjauhi yang haram dan syubhat

2)        Menjaga diri dari dosa sekecil apa pun.

 

3)        Takwa: pengendalian diri total

4)        Tidak memakan yang haram.

 

5)        Menahan hawa nafsu

6)        Selalu merasa diawasi Allah

A.       Menjauhi yang haram dan syubhat

 

QS. Al-Mukminun [23]: 3


وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

 

Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (ucapan dan perbuatan) yang tak berguna.

 

Catatan.

 

1)        Orang wira’i tak hanya menjauhi yang haram.

2)        Tapi juga hindari hal sia-sia dan meragukan.

 

3)        Selalu berhati-hati.

4)        Agar amalnya tetap bersih.

 

B.       Menjaga diri dari dosa sekecil apa pun

 

QS. Al-Najm [53]: 32


الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

 

 (Yaitu) orang yang menjauhi dosa besar dan perbuatan keji selain kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih tahu (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka jangan kamu mengatakan dirimu suci. Dia yang paling tahu tentang orang yang bertakwa.

 

Catatan.

 

1)        Orang Wira’i menjauh dari dosa besar.

 

2)         Berhati-hati dari dosa kecil.

3)        Yang bisa menumpuk.

 

C.       Takwa: pengendalian diri total

 

QS. Al-Hasyr [59]: 18


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah tiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Catatan.

 

1)        Takwa adalah inti dari wara’.

2)        Orang wira’i selalu introspeksi diri.

 

3)        Menimbang perbuatannya dengan neraca akhirat.

 

D.        Tidak memakan yang haram

 

QS. Al-Baqarah [2]: 168


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

 

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi, dan jangan kamu ikuti langkah setan; karena sesungguhnya setan adalah musuh nyata bagimu.

 

 

Catatan.

 

1)        Sumber makanan dan rezeki halal.

2)        Fondasi hidup wira’i.

 

3)        Menjauhi harta syubhat.

4)        Hindari hasil tak jelas halalnya.

 

E.       Menahan hawa nafsu

 

QS. An-Nazi‘at [79]: 40-41


وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

 

40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.

 

إِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ


41. maka sesungguhnya surga tempat tinggal(nya).

 

Catatan.

 

1)        Wira’i kendali penuh atas hawa nafsu.

2)         Tak ikuti keinginan duniawi.

3)        Yang menjauhkan dari Allah.

 

F.        Selalu merasa diawasi Allah

 

QS. Al-Mulk [67]: 12

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

 

Catatan.

 

1)        Hidup wira’i lahir dari rasa muraqabah.

2)        Merasa selalu diawasi Allah.

3)        Meskipun sendirian.

 

Kesimpulan:

 

Hidup wira’i

Dalam Al-Qur’an.

 

Yaitu:

1)        Menjauhi yang haram dan syubhat.

2)        Mengontrol hawa nafsu.

 

3)        Menjaga diri dengan takwa.

4)        Memilih rezeki yang halal.

 

5)        Berhati-hati dalam ucapan dan tindakan.

6)        Merasa selalu diawasi Allah.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

 

53970. TAKWA DALAM QURAN BIL QURAN

 


TAKWA DALAM QURAN BIL QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Tafsir Al-Qur’an bil-Qur’an.

1)        Metode menafsirkan ayat Al-Qur’an.

2)        Dengan ayat Al-Qur’an lainnya.

 

Artinya.

1)        Makna suatu ayat.

2)        Dijelaskan oleh ayat lain.

 

3)        Yang punya hubungan konteks dan tema.

4)        Atau penjelasan tambahan.

 

Arti “takwa”

Menurut Al-Qur’an bil-Qur’an.

1)        Menjelaskan makna takwa.

2)        Berdasar ayat Al-Qur’an lain.

 

3)        Yang menerangkan.

4)        Atau memperjelasnya.

 

A.       Makna Dasar Takwa

 

Secara Bahasa.

1)        Taqwā (تقوى)

2)        Berasal dari kata waqā (وقى)

 

Berarti:

1)        Melindungi diri.

2)        Menjaga diri dari bahaya.


Secara istilah:

Takwa Adalah:

 

1)        Menjaga diri dari murka Allah.

2)        Melakukan perintah-Nya.

3)        Menjauhi larangan-Nya.

 

B.       Tafsir “Takwa” dengan ayat Al-Qur’an (Tafsir bil Qur’an)

 

1)        Takwa =

Melaksanakan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan

 

QS. Al-Baqarah (2:21)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

 

Ayat ini dijelaskan oleh:

 

QS. Al-Bayyinah (98:5)

 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ


Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan murni taat kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itu agama yang lurus.

 

Catatan.

1)        Takwa berarti beribadah dan menaati perintah Allah dengan ikhlas.

 

C.       Takwa  =

Menjauhi Dosa dan Melindungi Diri dari Azab

 

QS. Ali ‘Imrān (3:131)


وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

 

Dan jaga dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.

 

Catatan.

 

1)        Menafsirkan kata “ittaqū” (bertaqwalah).

2)        Yaitu menjaga diri dari azab neraka.

 

3)        Dengan amal saleh.

4)        Menjauhi maksiat.

 

D.       Takwa =

Menepati Perintah dan Keadilan

 

QS. Al-Ahzab (33:70)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 

Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkan perkataan yang benar.

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini menafsirkan takwa.

2)        Yaitu menjaga lisan.

3)        Berlaku jujur.

 

E.        Takwa =

Taat Sepanjang Waktu

 

QS. Ali ‘Imrān (3:102)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

 

Dijelaskan oleh

QS. Al-Hasyr (59:18)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah tiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        Takwa berarti sadar terus-menerus akan tanggung jawab pada Allah.

 

2)        Tak hanya saat ibadah formal.

 

F.        Takwa =

Ukuran mulia di Sisi Allah

 

QS. Al-Hujurat (49:13)

 

 

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”

Diperjelas oleh

QS. Al-Baqarah (2:2)

 

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

Catatan.

 

1)        Orang bertakwa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

 

Kalimat ringkas

Takwa menurut Al-Qur’an bil-Qur’an.

1)        Sadar penuh selalu menaati Allah.

2)        Menjauhi larangan-Nya.

 

3)        Menjaga diri dari azab-Nya.

4)        Al-Qur’an jadi pedoman hidup.

 

Ciri-ciri takwa:

 

1)        Beriman kepada hal gaib

2)        Menegakkan salat, puasa, zakat.

 

3)        Mengifakkan harta di jalan Allah

4)        Beriman kepada seluruh kitab Allah

 

5)        Beriman pada rasul Allah

6)        Yakin dengan akhirat

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.