TAFSIR QURAN MANUSIA LEMAH DAN SERING SALAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Al-Qur’an gambarkan
Bahwa manusia:
1)
Bukan makhluk sempurna.
2)
Lemah.
3)
Mudah salah
4)
Gampang lupa.
Maka Allah:
1)
Memberi petunjuk
2)
Beri ampunan.
3)
Kesempatan bertobat.
4)
Pada manusia.
A.
Manusia diciptakan dalam
keadaan lemah
QS. An-Nisā’ (4:28)
1)
“Allah hendak memberi
keringanan kepadamu, dan manusia diciptakan bersifat lemah.”
2)
Maknanya
a.
Manusia mudah capek
b.
Mudah tergoda
c.
Emosi naik turun
d.
Tak kuat tahan nafsu
Tafsir Ibnu Kasir:
1)
Kelemahan manusia
2)
Terutama hawa nafsu
dunia.
3)
Pesan ayat:
a.
Manusia lemah.
b.
Syariat Islam tak
memberatkan.
4)
Contoh:
a.
boleh tak puasa, saat
sakit
b.
boleh tayammum, jika tak
ada air
c.
salat duduk, jika tak
mampu berdiri
B.
Manusia sering berbuat
salah
QS. An-Nisā’ (4:110)
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ
اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barangsiapa mengerjakan
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya
ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Catatan
1)
Barang siapa berbuat jahat
atau menzalimi dirinya lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah Maha
Pengampun.
2)
Maknanya
a.
Al-Qur’an tak berkata
b.
Manusia pasti selalu
benar.
3)
Justru:
a.
Manusia akan salah.
b.
Tapi pintu ampunan
selalu terbuka
4)
Tafsir ulama:
a.
Kesalahan manusia bukan
akhir.
b.
Selama ia kembali pada
Allah.
C.
Manusia mudah lupa
QS. Ṭāhā (20:115)
وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا
Dan sesungguhnya telah
Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan
tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.
Catatan.
1)
Nabi Adam pernah lupa
2)
Kami tak mendapati punya
keteguhan.
3)
Maknanya
a.
Nabi Adam pernah lupa.
b.
Lupa bagian sifat
manusia.
4)
Kata “insān”
(manusia)
5)
Berasal dari akar kata:
a.
Nasiya, artinya lupa
6)
Artinya:
b.
Lupa itu sifat dasar
manusia.
7)
Maka Islam ada:
a.
zikir (mengingat Allah)
b.
salat 5 waktu (pengingat
rutin)
c.
Al-Qur’an disebut zikir =
pengingat.
D.
Manusia bersifat tergesa-gesa
QS. Al-Isrā’ (17:11)
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ
عَجُولًا
Dan manusia berdoa untuk
kejahatan seperti ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa.
Catatan.
1)
Manusia bersifat
tergesa-gesa.
2)
Maknanya:
a.
ingin hasil cepat
b.
mudah panik
c.
ingin doanya langsung
dikabulkan
3)
Tafsir modern jelaskan:
a.
Manusia sering tak sabar
b.
Dalam proses hidup.
E.
Manusia mudah putus asa
dan sombong
QS. Hūd (11:9-10)
وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ
إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
9. Dan jika Kami
rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu
Kami cabut darinya, pasti dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ
ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ
فَخُورٌ
10. Dan jika Kami
rasakan padanya bahagia sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan
berkata: "Telah hilang bencana itu dariku"; sesungguhnya dia sangat
gembira lagi bangga,
Catatan.
1)
Kondisi manusia
a.
saat susah → putus asa
b.
saat senang → sombong
2)
Gambaran psikologi
manusia
3)
Menurut Qur’an.
Kesimpulan
Al-Qur’an gambarkan
manusia
1)
Lemah
Butuh pertolongan Allah.
2)
Sering salah.
Perlu tobat
3)
Mudah lupa
Sering zikir.
4)
Tergesa-gesa
Perlu sabar
5)
Emosi berubah.
Perlu iman
Kesimpulan
1)
Islam tak tuntut
manusia
Untuk jadi malaikat.
2)
Islam ajarkan cara
bangkit
Setelah jatuh.
Allah tak menilai
manusia dari:
1)
Tak pernah salah
2)
Tapi mau kembali setelah
salah.
Nabi bersabda
(maknanya):
1)
Sebaik-baik manusia
2)
Yaitu yang sering
bertobat.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.bmp)
.bmp)
.bmp)