Wednesday, April 1, 2026

55273. TAFSIR QURAN MANUSIA LEMAH SERING SALAH

 

 




TAFSIR QURAN MANUSIA LEMAH DAN SERING SALAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM



Al-Qur’an gambarkan

Bahwa manusia:

 

1)        Bukan makhluk sempurna.

2)        Lemah.

 

3)        Mudah salah

4)        Gampang lupa.

 

Maka Allah:

 

1)        Memberi petunjuk

2)        Beri ampunan.

 

3)        Kesempatan bertobat.

4)        Pada manusia.

 

 

A.       Manusia diciptakan dalam keadaan lemah

 

QS. An-Nisā’ (4:28)

 

 

1)        “Allah hendak memberi keringanan kepadamu, dan manusia diciptakan bersifat lemah.”

 

2)        Maknanya

 

a.        Manusia mudah capek

b.        Mudah tergoda

 

c.        Emosi naik turun

d.        Tak kuat tahan nafsu

 

Tafsir Ibnu Kasir:

1)        Kelemahan manusia

2)        Terutama hawa nafsu dunia.

 

3)        Pesan ayat:

 

a.        Manusia lemah.

b.        Syariat Islam tak memberatkan.

 

 

4)        Contoh:

 

a.        boleh tak puasa, saat sakit

b.        boleh tayammum, jika tak ada air

c.        salat duduk, jika tak mampu berdiri

 

B.       Manusia sering berbuat salah

 

QS. An-Nisā’ (4:110)


وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan

 

1)        Barang siapa berbuat jahat atau menzalimi dirinya lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah Maha Pengampun.

 

2)        Maknanya

 

 

a.        Al-Qur’an tak berkata

b.        Manusia pasti selalu benar.

 

3)        Justru:

 

a.        Manusia akan salah.

b.        Tapi pintu ampunan selalu terbuka

 

4)        Tafsir ulama:

 

a.        Kesalahan manusia bukan akhir.

b.        Selama ia kembali pada Allah.

 

 

C.       Manusia mudah lupa

 

QS. Ṭāhā (20:115)


وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

 

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Adam pernah lupa

2)        Kami tak mendapati punya keteguhan.

 

3)        Maknanya

 

a.        Nabi Adam pernah lupa.

b.        Lupa bagian sifat manusia.

 

4)        Kata “insān” (manusia) 

 

5)        Berasal dari akar kata:

a.        Nasiya, artinya lupa

 

6)        Artinya:

b.        Lupa itu sifat dasar manusia.

 

7)        Maka Islam ada:

 

a.        zikir (mengingat Allah)

b.        salat 5 waktu (pengingat rutin)

c.        Al-Qur’an disebut zikir = pengingat.

 

 

D.       Manusia bersifat tergesa-gesa

 

QS. Al-Isrā’ (17:11)


وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

 

Dan manusia berdoa untuk kejahatan seperti ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa.

 

Catatan.

 

 

1)        Manusia bersifat tergesa-gesa.

2)        Maknanya:

 

a.        ingin hasil cepat

b.        mudah panik

c.        ingin doanya langsung dikabulkan

 

3)        Tafsir modern jelaskan:

 

a.        Manusia sering tak sabar

b.        Dalam proses hidup.

 

E.       Manusia mudah putus asa dan sombong

 

QS. Hūd (11:9-10)


وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

 

9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pasti dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

 

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ

 

10. Dan jika Kami rasakan padanya bahagia sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana itu dariku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

 

Catatan.

1)        Kondisi manusia

 

a.        saat susah → putus asa

b.        saat senang → sombong

2)        Gambaran psikologi manusia

3)        Menurut Qur’an.

 

Kesimpulan

 

Al-Qur’an gambarkan manusia

1)        Lemah

Butuh pertolongan Allah.

 

2)        Sering salah.

Perlu tobat

 

3)        Mudah lupa

Sering zikir.

 

4)        Tergesa-gesa

Perlu sabar

 

5)        Emosi berubah.

Perlu iman

 

Kesimpulan

 

1)        Islam tak tuntut manusia

Untuk jadi malaikat.

 

2)        Islam ajarkan cara bangkit

Setelah jatuh.

 

Allah tak menilai manusia dari:

1)        Tak pernah salah

2)        Tapi mau kembali setelah salah.

 

Nabi bersabda (maknanya):

1)        Sebaik-baik manusia

2)        Yaitu yang sering bertobat.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment