CARA
HADAPI HADIS YANG MELAWAN QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Bagaimana
cara hadapi hadis?
1)
Yang tampak berlawanan
2)
Dengan Al-Qur’an
Menurut:
1)
Qur’an
2)
Logika modern
Jawaban.
1)
Jadikan Al-Qur’an standar utama
2)
Bedakan “bertentangan nyata” vs “tampak
bertentangan”
3)
Periksa kualitas hadis
4)
Gunakan maqasid (tujuan syariat)
5)
Pakai logika modern: data bisa salah
tafsir
6)
Tak buang semua hadis, tak telan semua
hadis
7)
Jika belum jelas, maka tahan Keputusan
Penjelasan.
A. Jadikan
Al-Qur’an standar utama
1)
Dalam Islam.
2)
Al-Qur’an wahyu pasti otentik dan terjaga.
3)
Jika ada riwayat jelas bertentangan dengan
prinsip Qur’an.
4)
Maka Qur’an didahulukan.
5)
Al-Qur'an tegaskan sebagai:
a.
Petunjuk.
b.
Pembeda benar-salah (furqan).
c.
Terjaga.
6)
Contoh prinsip Qur’an:
a.
Keadilan
b.
Tak memikul dosa orang lain
c.
Tak ada paksaan dalam agama
d.
Larangan zalim
e.
Kehormatan manusia
7)
Jika ada hadis
a.
Tabrak prinsip pokok ini.
b.
Maka perlu ditinjau ulang.
B. Bedakan
“bertentangan nyata” vs “tampak bertentangan”
1)
Sering bukan benar bertentangan.
2)
Tapi:
a.
Belum tahu konteks sejarah
b.
Riwayat khusus situasi perang/hukum
tertentu
c.
Terjemahan kurang tepat
d.
Pemahaman parsial
3)
Maka jangan cepat menyimpulkan.
C. Periksa
kualitas hadis
1)
Hadis punya tingkatan:
a.
sahih
b.
hasan
c.
daif
d.
maudhu’ (palsu)
2)
Secara logika modern.
a.
Sumber data harus diuji reliabilitasnya.
b.
Tak semua riwayat setara.
D. Gunakan
maqasid (tujuan syariat)
1)
Apakah hadis sejalan tujuan besar agama
2)
Yaitu:
a.
menjaga jiwa
b.
akal
c.
harta
d.
kehormatan
e.
agama
3)
Jika tafsir literal
a.
Hasilkan rusak besar
b.
Menabrak tujuan inti.
c.
Maka perlu kajian ulang.
E. Gunakan
logika modern: data bisa salah tafsir
1)
Dalam ilmu modern:
a.
data bisa bias
b.
laporan bisa keliru
c.
konteks hilang
d.
kutipan dipotong
2)
Hadis sebagai transmisi historis
3)
Maka perlu hati-hati ilmiah.
F.
Jangan buang semua hadis, jangan telan
semua hadis
1)
Sikap seimbang:
a.
ekstrem 1: menolak semua hadis
b.
ekstrem 2: menerima semua riwayat tanpa
kritik
2)
Yang lebih kuat
a.
Yaitu seleksi ilmiah
b.
Pakai acuan Qur’an.
G. Jika
belum jelas, maka tahan Keputusan
1)
Jika belum paham:
a.
katakan “saya belum tahu”
b.
cari penjelasan ulama kredibel
c.
bandingkan beberapa tafsir
2)
Ini lebih rasional daripada memaksa
jawaban.
Rumus
sederhana
1)
Qur’an = fondasi pasti
2)
Hadis = penjelas yang diverifikasi
3)
Akal = alat memahami
4)
Keadilan = hasil yang dicari
Contoh
praktis
1)
Jika ada hadis tampak
a. Kejam
b. Tak
adil.
2)
Maka:
a.
cek teks Arab dan terjemahan
b.
cek sanad dan derajat
c.
cek konteks sejarah
d.
cek ayat Qur’an terkait
e.
cek penjelasan ulama
f. lihat pemahaman
literal
Kesimpulan
Versi
Qur’an dan logika modern
1)
Hadis berlawanan dengan Quran
2)
Maka:
a.
Tak ditelan mentah.
b.
Diteliti.
c.
Dikontekstualkan.
d.
Ditimbang dengan Al-Qur’an sebagai standar
tertinggi.
1)
Sikap ini ilmiah
2)
Sesuai tradisi ulama kritis.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



0 comments:
Post a Comment