ATURAN SOSIAL MODERN ALHUJURAT
11
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Al-Hujurat (49:11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا
نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ
بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang beriman, jangan sekumpulan pria menghina
kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih baik daripada mereka. Dan jangan
pula sekumpulan perempuan menghina kumpulan lainnya, boleh jadi yang dihina itu
lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan
gelaran ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah
iman dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka orang yang zalim.
Arti Perkata
1.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا
Wahai orang-orang yang
beriman.
Tafsir:
1)
Allah memanggil orang
beriman.
2)
Artinya adab sosial
bagian dari iman.
3)
Tak sekadar sopan santun
biasa.
Logika modern:
1)
Orang pintar belum tentu
beradab.
2)
Ayat ini ajarkan
3)
Kualitas manusia
4)
Juga diukur dari
perilaku sosial.
2.
لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن
قَوْمٍ
Jangan suatu kaum
menghina kaum lain.
Tafsir:
1)
Dilarang mengejek
kelompok lain:
2)
Seperti suku,
organisasi, kelas ekonomi, bangsa.
Logika modern:
1)
Bullying (intimidasi).
2)
Body shaming (ejek
tubuh)
3)
Rasis
4)
Fanatik kelompok
Sebab merusak persatuan.
3.
عَسَىٰ أَن يَكُونُوا
خَيْرًا مِّنْهُمْ
Bisa jadi mereka lebih
baik dari kalian.
Tafsir:
1)
Yang dihina bisa lebih
mulia di sisi Allah.
Logika modern:
1)
Tak nilai orang dari
tampilan.
2)
Banyak orang sederhana
3)
Lebih jujur, cerdas, dan
berguna.
4.
وَلَا نِسَاءٌ مِّن
نِّسَاءٍ
Dan jangan pula
perempuan menghina perempuan lain.
Tafsir:
1)
Larangan berlaku untuk
semua gender.
Logika modern:
1)
Gibah, iri sosial,
saling menjatuhkan
2)
sesama Wanita
3)
Juga merusak masyarakat.
5.
عَسَىٰ أَن يَكُنَّ
خَيْرًا مِّنْهُنَّ
Bisa jadi yang dihina
lebih baik dari yang menghina.
1)
Makna:
Standar Allah beda dengan standar manusia.
6.
وَلَا تَلْمِزُوا
أَنفُسَكُمْ
Jangan mencela sesamamu.
Tafsir:
1)
Menghina orang lain
2)
Seperti menghina diri
sendiri
3)
Sebab sesama mukmin 1
tubuh.
Logika modern:
1)
Masyarakat penuh hinaan
2)
Akan hancur kepercayaan
sosialnya.
7.
وَلَا تَنَابَزُوا
بِالْأَلْقَابِ
Jangan saling memanggil
dengan gelar buruk.
Contoh:
1)
Si gendut, si miskin, si
bodoh, si cacat, si kafir
2)
Untuk ejekan
3)
Dan lainnya.
Logika modern:
1)
Label negative
2)
Trauma psikologis
3)
Merusak identitas orang.
8.
بِئْسَ الِاسْمُ
الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
Seburuk-buruk panggilan
adalah panggilan fasik setelah beriman.
Tafsir:
1)
Tidak pantas orang
beriman
2)
Hidup dengan budaya
hinaan.
Logika modern:
1)
Orang mengaku beragama
2)
Tapi suka merendahkan
orang lain.
3)
Ada kontradiksi moral.
9.
وَمَن لَّمْ يَتُبْ
فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Siapa tidak bertobat,
mereka itu orang zalim.
Tafsir:
1)
Menghina orang
2)
Bukan dosa kecil.
Logika modern:
1)
Merusak mental orang
lain.
2)
Bentuk kezaliman sosial.
Inti Ayat Menurut
Qur’an
1)
Larangan bullying (intimidasi)
2)
Larangan body shaming
(ejek tubuh)
3)
Larangan ejek
suku/golongan
4)
Larangan julukan buruk
5)
Hormati martabat manusia
Versi Zaman Sekarang
Ayat ini cocok untuk:
1)
Komentar jahat di
Facebook
2)
Ejekan di WhatsApp grup
3)
Body shaming di sekolah
4)
Hinaan politik
5)
Fanatik ormas / suku
Kalimat Singkat
1)
Yang suka menghina belum
tentu lebih tinggi.
2)
Yang dihina bisa lebih
mulia.
Jika Indonesia jalankan
ayat ini
Maka:
1)
Bullying turun
2)
Hoaks kebencian turun
3)
Persatuan naik
4)
Mental anak lebih sehat
Asbābun Nuzūl
Sebab Turunnya Ayat 11.
1)
Ayat ini turun
2)
Terkait sebagian orang
a.
Saling mengejek.
b.
Memberi julukan buruk.
c.
Merendahkan orang lain.
Riwayat tafsir
1.
Ada orang mengejek orang lain
1)
Karena miskin / penampilan
2)
Sebagian merendahkan yang lain
3)
Karena status sosial.
2.
Ada kebiasaan memanggil dengan gelar
yang dibenci
1)
Orang sudah tobat dari masa lalu.
2)
Masih dipanggil julukan lamanya.
3.
Saling sindir kelompok
1)
Termasuk antar kabilah
2)
Antar golongan
3)
Sesama perempuan.
Intinya:
1)
Allah turunkan ayat ini
2)
Membersihkan masyarakat Islam
3)
Dari budaya hinaan.
Tafsir Ibnu Kasir
1)
Jangan merendahkan orang lain.
2)
Bisa jadi orang dihina lebih mulia di
sisi Allah.
3)
Julukan buruk dilarang, jika
menyakiti.
4)
Makna:
Ukuran manusia bukan rupa, harta, atau status.
Tafsir Tabari
1)
Larangan mengejek berlaku umum.
2)
Ejekan bisa ucapan, isyarat, dan sikap
meremehkan.
3)
Makna modern:
a.
Tak hanya kata-kata
b.
tapi gesture merendahkan juga dosa.
Tafsir Qurtubi
1)
Memberi nama panggilan buruk
2)
Termasuk akhlak tercela.
3)
Jika julukan disukai dan baik
4)
Maka tidak masalah.
5)
Contoh: “si jujur”, “si alim” (jika baik dan tidak
menghina).
Relevan untuk TikTok / Instagram
1.
Budaya komentar menghina
1)
Contoh:
a.
Body shaming
b.
Menghina wajah
c.
Menghina logat daerah
d.
Menghina pekerjaan
2)
Ayat ini langsung melarang.
2.
Julukan viral merendahkan
1)
Orang diberi nickname buruk
2)
Lalu menyebar.
3.
Flexing dan meremehkan orang
1)
Merasa paling cantik, kaya, terkenal,
followers banyak.
2)
Ayat ingatkan:
3)
Yang kamu hina bisa jadi lebih baik
darimu.
4.
Cancel culture / ramai menyerang
1)
Satu orang salah
2)
Ribuan akun menghina tanpa adab.
3)
Ayat ini ajarkan koreksi boleh.
4)
Penghinaan tidak boleh.
Logika Modern
Jika media sosial penuh hinaan:
Maka:
1)
Mental health rusak
2)
Anak muda minder
3)
Polarisasi naik
4)
Kebencian jadi hiburan
Jika ayat ini dijalankan:
1)
Konten lebih sehat
2)
Kritik lebih cerdas
3)
Komentar lebih bermutu
4)
Persaudaraan lebih kuat
Pesan Pendek Hebat
1)
Jari ketik hinaan
2)
Bisa kotor daripada mulut diam.
Kesimpulan
Surah Al-Hujurat 11
Etika media social
Sudah 1.400 tahun
Sebelum TikTok lahir.
Larangan:
1)
bullying
2)
body shaming
3)
ejekan kelompok
4)
julukan buruk
5)
sombong sosial
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
%20-%20Copy.jpg)


0 comments:
Post a Comment