Thursday, April 30, 2026

55448. QURAN SUMBER UTAMA MUTLAK HADIS PENJELAS

 





QURAN SUMBER UTAMA MUTLAK HADIS PENJELAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Sumber hukum Islam

1)                Qur’an

2)                Hadis

 

Dijelaskan versi

1)        Qur’an

2)        L ogika modern

 

Penjelasan.

 

1)        Qur’an

 

a.        Sumber utama

b.        Mutlak.

 

2)        Hadis

 

a.        Penjelas

b.        Penerapan

c.        Selama tak bertentangan dengan Qur’an.

 

A.       Posisi Menurut Qur’an

 

1)        Qur’an = Sumber Tertinggi

 

2)        Allah sebut Qur’an sebagai:

 

a.                 Petunjuk.

b.                Penjelas

c.                 Pembeda benar-salah.

 

QS An-Nahl (16:89)

 

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

 

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

 

Catatan.

 

1)        “Kami turunkan Kitab kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu…”

 

QS Al-An'am (6:38)

 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

 

Dan tidaklah Binatang di bumi dan burung terbang dengan dua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tidaklah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dihimpunkan.

 

Catatan.

1)        “Tidak Kami alpakan sesuatu pun dalam Kitab.”

 

2)        Artinya:

Dasar hukum utama harus Qur’an.

 

B.       Nabi Menjelaskan dan Mencontohkan

 

1)        Allah perintahkan taat pada Rasul.

 

QS An-Nisa (4:59)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 

Hai orang-orang beriman, taati Allah dan taati Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

2)        Jika kalian berselisih, kembalikan pada Allah dan Rasul.

3)        Bukti Rasul punya otoritas menjelaskan wahyu.

 

C.       Nabi Tak Membuat Syariat Sendiri dari Nafsu

 

QS An-Najm (53:3-4)


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

 

3. dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

 

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

 

4. Ucapannya itu tidak lain hanya wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

 

Catatan.

1)        “Dia (Nabi Muhammad)  tak bicara dari hawa nafsu.”

 

2)        Sunah Nabi bernilai penting.

 

D.       Cara Meletakkan Hierarki

Yaitu urutan:

 

1)        Quran

2)        Hadis

3)        Ijtihad ulama.

 

1.        Tingkat 1: Qur’an

 

Bersifat:

 

a.        Mutlak, final, terjaga

b.        Pasti asli

 

c.        Dijaga Allah

d.        Standar semua hukum

 

QS Al-Hijr (15:9)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 

Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

 

Catatan.

1)        “Kami yang menurunkan Quran dan Kami menjaganya.”

 

2.        Tingkat 2: Hadis Sahih (Penjelas)

 

1)        Hadis bersifat menjelaskan:

 

a.        Tata cara salat

b.        Zakat

 

c.        Praktik haji

d.        Detail akhlak

2)        Tanpa hadis

 

a.        Banyak ayat global

b.        Sulit praktik detailnya.

 

3.        Tingkat 3: Ijtihad Ulama

 

1)        Jika tak ada teks langsung.

 

2)        Maka pakai:

 

a.        Akal.

b.        Qiyas

 

c.        Maslahat

d.        Dan lainnya.

 

E.       Logika Modern

 

1)        Bayangkan negara modern:

 

a.        Konstitusi = Qur’an

b.        Peraturan teknis = Hadis

 

c.        Putusan hakim/ahli = Ijtihad

 

2)        Tak mungkin peraturan teknis

3)        Kalahkan konstitusi.

 

Jika hadis bertentangan dengan Qur’an

Maka:

 

1)        Bisa hadis lemah

2)        Salah paham konteks

 

3)        Khusus kondisi tertentu

4)        Riwayat tidak akurat

 

F.        Rumus Praktis

 

Jika ada masalah hukum:

1)        Langkah 1

Cari ayat Qur’an dulu.

 

2)        Langkah 2

Cari hadis sahih yang menjelaskan.

 

3)        Langkah 3

 

a.                Jika tampak bentrok

b.                Maka dulukan Qur’an

c.                Lalu teliti hadis.

 

4)        Langkah 4

Gunakan ijtihad ulama terpercaya.

 

G.      Kesalahan yang Sering Terjadi

 

1.        Qur’an saja, buang hadis

 

1)        Salah

2)        Qur’an perintah taat Rasul.

 

2.        Hadis di atas Qur’an

 

1)        Salah

2)        Sebab Qur’an sumber tertinggi.

 

C. Semua hadis diterima mentah

1)        Salah.

2)        Ulama seleksi sanad dan matan.

 

Formula Seimbang

 

1)        Qur’an memimpin.

2)        Hadis menjelaskan.

 

3)        Akal memahami.

4)        Ulama merumuskan.

 

Kesimpulan

 

1)        Qur’an = sumber hukum utama, mutlak, final

 

2)        Hadis = penjelas resmi dari Nabi

Tapi diuji dengan Qur’an

 

3)        Ijtihad = solusi baru sesuai zaman

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

Top of Form

Bottom of Form

 

 

 

 

Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

Top of Form

Bottom of Form

 

0 comments:

Post a Comment