KIAT ATASI ISLAM SUNI DAN SYIAH VERSI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Cara hadapi perbedaan
1)
Suni
2)
Syiah
Menurut
1)
Al-Qur’an
2)
Logika modern.
Yaitu:
1)
Prinsip Al-Qur’an:
Jangan Terpecah Belah
2)
Logika Modern: Perbedaan
Itu Wajar
3)
Cara Sikap yang Benar
(Qur’an + Logika)
4)
Risiko Kalau Salah Sikap
Penjelasan.
A.
Prinsip Al-Qur’an:
Jangan Terpecah Belah
QS. Ali ‘Imran (3:103)
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا
نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا
حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu
semua kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, dan ingatlah
akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadi kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu darinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
Catatan.
1)
“Berpeganglah kamu
semuanya pada tali Allah dan jangan bercerai-berai...”
2)
Maknanya:
a.
Umat Islam
diperintahkan Bersatu
b.
Dalam tauhid
c.
Perbedaan jangan jadi
permusuhan
QS. Al-An’am (6:159)
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ
وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى
اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan
mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) pada
mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya terserah pada Allah, kemudian Allah
akan memberitahukan pada mereka apa yang
mereka perbuat.
Catatan.
1)
“Orang yang memecah
belah agamanya jadi golongan-golongan
2)
Engkau (Muhammad) tidak ada hubungan dengan mereka...”
3)
Peringatan keras:
a.
Fanatik golongan
b.
Bisa menjauh dari nilai
Islam
B.
Logika Modern:
Perbedaan Itu Wajar
1)
Secara rasional:
2)
Perbedaan Sunni–Syiah
3)
Muncul dari sejarah
politik
4)
Setelah Nabi Muhammad
wafat.
5)
Bukan perbedaan tentang
Tuhan
6)
Tuhan tetap satu
Yaitu Allah
7)
Nabi tetap sama
Yaitu Nabi Muhammad
8)
Kitab suci tetap sama
Yaitu Al-Quran.
9)
Banyak ajaran pokok
sama:
10) Seperti:
a.
Salat.
b.
Puasa.
c.
Zakat.
d.
Haji
11)
Analogi :
12)
Seperti mazhab
dalam fikih
a.
Hanafi
b.
Maliki.
c.
Syafi’i
d.
Hanbali
13)
Beda cara
14)
Tapi tujuan sama.
C.
Sikap yang Benar (Qur’an
+ Logika)
Yaitu:
1)
Fokus pada Persamaan
2)
Hindari Saling
Mengkafirkan
3)
Dialog yang baik, Bukan
Debat Emosi
4)
Kembali ke Inti Islam
(Tauhid & Akhlak)
1.
Fokus pada Persamaan
1)
Sama-sama Muslim
2)
Sama-sama akui Al-Qur’an
3)
Sama-sama hormati Nabi
Muhammad.
4)
Ini lebih besar daripada
perbedaan
2.
Hindari Saling
Mengkafirkan
QS. Al-Hujurat (47:11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا
نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ
بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang beriman,
jangan sekumpulan pria menghina kumpulan yang lain, boleh jadi yang dihina
lebih baik daripada mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan menghina
kumpulan lainnya, boleh jadi yang dihina lebih baik. Dan jangan suka mencela
dirimu dan jangan memanggil dengan gelar mengandung ejekan. Seburuk-buruk
panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa tidak
bertobat, maka mereka itu orang yang zalim.
Catatan.
a.
Jangan saling
merendahkan dan menghina
b.
Dalam logika modern:
c.
Mengafirkan memperbesar
konflik
d.
Tak menyelesaikan
masalah
3.
Dialog yang baik, Bukan
Debat Emosi
QS. An-Nahl: 125
1)
“Ajak dialog dengan
hikmah dan cara baik...”
2)
Artinya:
a.
Diskusi boleh
b.
Tapi harus dengan ilmu
dan akhlak
4.
Kembali ke Inti Islam
(Tauhid & Akhlak)
1)
QS. Asy-Syura: 13
“Tegakkan agama dan jangan berpecah belah”
2)
Fokus utama:
a.
Tauhid
b.
Akhlak
c.
Ibadah
D.
Risiko Kalau Salah Sikap
1)
Umat Islam bertengkar:
a.
Mudah dipecah oleh pihak
luar
b.
Kekuatan umat melemah
c.
Citra Islam jadi buruk
2)
Secara logika:
a.
Musuh terbesar
b.
Bukan beda mazhab
c.
Tapi perpecahan
Kesimpulan
Menurut Qur’an +
logika modern:
1)
Beda itu pasti
2)
Fanatik itu berbahaya
3)
Persatuan itu wajib
4)
Akhlak lebih penting
daripada menang debat
Kalimat Kunci
1)
Bersatu dalam yang pokok.
2)
Toleransi dalam yang
cabang.
3)
Berakhlak dalam segala
keadaan.
E.
Perbedaan Inti Sunni vs Syiah
1.
Kepemimpinan Setelah Nabi wafat.
1)
Suni
a.
Pemimpin (khalifah) dipilih melalui
musyawarah
b.
Contoh: Abu Bakar khalifah pertama
2)
Syiah
a.
Pemimpin harus dari keluarga Nabi
(Ahlul Bait)
b.
Meyakini Ali bin Abi Thalib penerus sah
3)
Intinya:
a.
Suni → sistem pilihan umat
b.
Syiah → garis keturunan Nabi
2.
Konsep Kepemimpinan (Imam vs Khalifah)
1)
Suni
a.
Khalifah = pemimpin politik &
agama biasa
b.
Tak maksum
2)
Syiah
a.
Imam = pemimpin suci
b.
Punya keistimewaan
c.
Terjaga dari salah besar
3)
Ini beda cara pandang
4)
Otoritas agama
3.
Hadis & Sumber Ajaran
1)
Suni
a.
Pakai banyak sahabat
b.
Jadi perawi hadis
2)
Syiah
a.
Fokus jalur keluarga Nabi (Ahlul Bait)
3)
Jadi bukan beda Qur’an
4)
Tapi beda pilih sumber hadis
4.
Praktik Ibadah (Perbedaan Kecil)
1)
Contoh:
a.
Cara salat (posisi tangan)
b.
Gabung waktu salat
c.
Beberapa amalan tambahan
2)
Tapi:
a.
Rukun Islam sama
b.
Al-Qur’an sama
c.
Nabi sama
Kesimpulan
1)
Perbedaan utama
2)
Bukan pada:
a.
Tuhan
b.
Al-Qur’an
3)
Tapi pada:
a.
Sejarah & kepemimpinan
b.
Cara pahami ajaran
Contoh Konflik Nyata & Solusi Damai
Contoh Konflik
1)
Irak
a.
Terjadi konflik Sunni–Syiah
b.
Setelah Saddam Hussein jatuh
c.
Dipicu politik & kekuasaan
d.
Tak murni agama
1)
Suriah
a.
Konflik beda kelompok
b.
Ada unsur Suni–Syiah
c.
Tapi juga politik global
1)
Yaman
a.
Konflik Pemerintah dan Houthi
(berbasis Syiah)
b.
Campur tangan negara lain
Kesimpulan
1)
Sebagian besar konflik
2)
Dalam politik + kekuasaan
3)
Bukan ajaran Islam murni
Solusi Damai (Versi Qur’an + Logika Modern)
1.
Fokus Persamaan
1)
QS. Al-Hujurat: 10
“Sesungguhnya orang beriman bersaudara”
2)
Logika:
Persamaan lebih besar daripada
perbedaan
2.
Pisahkan Agama dari Politik Kekuasaan
1)
Banyak konflik jadi panas
2)
Karena:
a.
kepentingan politik
b.
perebutan kekuasaan
3)
Solusi:
a.
Tak bawa agama
b.
Untuk konflik politik
3.
Dialog Ilmiah, Bukan Provokasi
1)
QS. An-Nahl: 125
Berdakwah dengan hikmah
2)
Artinya:
Boleh diskusi
Menghina = dilarang
4.
Pendidikan Umat
1)
Banyak konflik muncul
2)
Karena:
a.
tidak paham
b.
hanya ikut-ikutan
3)
Solusi:
a.
belajar langsung dari Qur’an
b.
pahami sejarah dengan objektif
Rumus Damai Sederhana
1)
Kenali perbedaan
2)
Hormati keyakinan
3)
Fokus pada persatuan.
Penutup
1)
Sunni dan Syiah
Sama-sama Islam
2)
Perbedaan
Sejarah & penafsiran
3)
Konflik besar
Biasanya karena politik
4)
Solusi
Kembali ke Qur’an + akhlak
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.bmp)
.bmp)
0 comments:
Post a Comment