KENAPA
RAJIN IBADAH TAPI TAK MASUK SURGA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Beberapa
orang tampak:
1)
Terlihat baik
2)
Rajin ibadah
Tapi
dalam Al-Qur’an
1)
Diancam tak masuk surga
2)
Jika tidak bertobat
3)
Tak memperbaiki diri.
Yaitu:
1)
Orang munafik (lahiriah tampak baik, tapi batin
menolak kebenaran)
2)
Orang riya’ (ibadah untuk pamer)
3)
Pendusta agama cuek pada orang lemah
4)
Sombong dan merasa paling benar
5)
Banyak bicara agama, tapi tidak
menjalankan
6)
Beramal baik, tapi syirik / menyekutukan
Allah
Penjelasan.
A. Orang munafik
(lahiriah tampak baik, tapi batin menolak kebenaran)
QS An-Nisa
(4:145)
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ
الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang munafik (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah
dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi
mereka.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya orang-orang munafik berada
pada tingkatan paling bawah dari neraka...”
2)
Makna:
a.
Tampak religious
b.
Belum tentu tulus.
B. Orang
riya’ (ibadah untuk pamer)
QS Al-Ma'un
(107:4-6)
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
4. Maka celaka
orang-orang yang salat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ
سَاهُونَ
5. (yaitu) orang yang
lalai dari salatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
6. orang-orang yang
berbuat riya,
1)
“Maka celaka orang yang salat, yaitu yang
lalai dari salatnya, yang berbuat riya’.”
2)
Makna:
a.
ibadah dipakai cari pujian.
b.
Tak Ikhlas karena Allah.
C. Pendusta
agama yang cuek pada orang lemah
QS Al-Ma'un
(107:1-3)
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
1. Tahukah kamu (orang)
yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
2. Itulah orang yang
menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
الْمِسْكِينِ
3. dan tidak
menganjurkan memberi makan orang miskin.
Catatan.
1)
“Tahukah kamu orang yang mendustakan
agama?
2)
Itulah yang menghardik anak yatim dan
tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
3)
Makna:
a.
Ritual tanpa peduli sosial.
b.
Maka tak bernilai
D. Sombong
dan merasa paling benar
QS Al-A'raf
(7:40)
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا
وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا
يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ
وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami
dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi
mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta
masuk ke lubang jarum. Demikian Kami memberi pembalasan kepada orang yang
berbuat kejahatan.
Catatan.
1)
“Orang mendustakan ayat-ayat Kami dan
menyombongkan diri terhadapnya, tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu
langit...”
2)
Makna:
Kesombongan merusak amal.
E. Banyak
bicara agama, tapi tidak menjalankan
QS As-Saff
(61:2-3)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
2. Wahai orang-orang beriman,
kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ
تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
3. Amat besar kebencian
di sisi Allah bahwa kamu mengatakan hal yang tidak kamu kerjakan.
Catatan.
1)
“Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak
kamu kerjakan?”
2)
Makna:
Hanya ucapan, tapi tanpa
tindakan.
F.
Beramal tapi syirik / menyekutukan Allah
QS Az-Zumar
(39:65)
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ
لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah
diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu
mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapus amalmu dan tentu kamu termasuk orang
yang merugi.
Catatan.
1)
“Jika engkau mempersekutukan Allah,
niscaya hapus amalmu.”
Ringkasnya
Yang
dinilai
Tak hanya
banyak ibadah.
Tapi
juga:
1)
ikhlas
2)
jujur
3)
rendah hati
4)
peduli sesame
5)
konsisten ucapan dan tindakan
6)
tauhid yang benar
Harapan
penting
1)
Selama masih hidup
2)
Pintu taubat terbuka.
3)
Ayat ini
4)
Tak vonis orang lain
5)
Tapi untuk introspeksi diri.
6)
Nilai diri sendiri.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


0 comments:
Post a Comment