Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, June 4, 2025

40859. TEORI EVOLUSI DARWIN MENURUT QURAN

 


TEORI EVOLUSI DARWIN MENURUT QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur'an tak eksplisit.

Menyebut "Teori Evolusi".

 

Seperti Charles Darwin.

Tapi ada ayat Quran.

 

Oleh sebagian mufasir.

Mendekati konsep evolusi bertahap.

 

Pada makhluk hidup.

Termasuk manusia.

 

A.       Teori Evolusi (Sains Modern)

 

Dikembangkan Charles Darwin

1)        Bahwa makhluk hidup berkembang.

2)        Dari nenek moyang bersama.

 

3)        Bertahap lewat seleksi alam.

4)        Manusia berasal dari spesies primata purba.

 

5)        Tak menyebut keterlibatan Tuhan secara langsung

 

B.       Pandangan Al-Qur’an.

 

1)        Penciptaan manusia pertama (Adam) secara khusus, dari tanah.

 

2)        Proses penciptaan janin dijelaskan bertahap (air mani → darah → daging → tulang)

3)        Tidak menyebut manusia berasal dari hewan lain.

 

4)        Allah "meniupkan roh" ke dalam manusia.

 

5)        Manusia makhluk istimewa

 

C.       Titik temu dan perbedaan utama.

 

1.        Penciptaan Langit dan Bumi

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 117.


بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

 

Allah Pencipta langit dan bumi, dan jika Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

Dan apakah orang-orang kafir tidak tahu bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

 

D.       Penciptaan Manusia

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 26.

 


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

 

Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

 

Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 12–14.

 


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

 

12. Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

 

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

 

13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat kokoh (rahim).

 

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

 

14. Kemudian air mani Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah  Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

 

Al-Quran surah Sad (surah ke-38) ayat 71-72.

 


إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

 

71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".

 

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

 

72. Maka jika telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".

 

E.       Penciptaan Hewan

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 45.


وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan 2 kaki sedangkan sebagian (lain) berjalan dengan 4 kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

F.        Proses bertahap dan bertingkat.

 

Al-Qurah surah Nuh (surah ke-71) ayat 14.

 


وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

 

Padahal Dia sesungguhnya menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan.

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 1-2.

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

 

1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

 

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

 

2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

 

G.      Dorongan mengkaji penciptaan.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 20.

 


قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Katakan (Muhammad): "Berjalanlah di bumi, maka perhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari awalnya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Kesimpulan

 

1)        Penciptaan manusia bertahap.

2)        Bukan sekaligus.

 

3)        Bahwa asal usul manusia pertama adalah Nabi Adam.

 

4)        Perkembangan biologis janin.

5)        Bukan evolusi spesies.

 

6)        Proses bertahap penciptaan.

 

7)        Sebagian ulama menyatakan.

Proses  perkembangan manusia dalam kandungan.

 

8)        Sebagian lain menyebut.

Proses penciptaan biologis bertahap.

 

9)        Dalam kerangka tertentu.

10)  Bisa dipahami sebagai evolusi.

 

11)  Membuka ruang observasi ilmiah.

12)   Meneliti asal-usul makhluk hidup.

 

13)  Bisa mencakup evolusi biologis.

 

14)  Tak sebut manusia berasal dari spesies makhluk hidup lain.

 

15)   Penciptaan Adam disebut penciptaan istimewa dan pertama.

 

16)  Tak lewat makhluk sebelumnya.

 

 

Ringkasan

 

A.       Tradisional

  

Manusia (Adam) diciptakan langsung (Adam).

Tanpa evolusi biologis dari makhluk sebelumnya.

 

Evolusi hanya mungkin untuk hewan/tumbuhan.

 

B.       Moderat.

 

Evolusi bisa terjadi pada makhluk lain.

Manusia makhluk khusus pakai "roh ilahi".

 

Proses biologis bisa mirip evolusi.

Tak penuh seperti Darwinisme.

 

C.       Simbolis-evolusioner.

 

Ayat proses bertahap.

 Metafora proses evolusi.

 

Tapi roh manusia tetap ilahiah.

Tak bisa dijelaskan sains.

 

Apakah Al-Qur’an mendukung Teori Darwin?

 

A.       Tidak mendukung penuh.

 

1)                Darwinisme menyatakan evolusi.

2)                Tanpa campur tangan Tuhan.

 

B.       Tidak menolak total.

 

1)        Banyak ayat mendorong manusia.

Untuk berpikir, meneliti asal-usul makhluk hidup.

 

2)        Mengakui ada proses bertahap.

 

Penutup:

 

1)        Al-Qur’an tak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

 

2)        Al-Quran punya kerangka metafisika .

 

3)        Allah mencipta langsung segala sesuatu.

 

4)        Termasuk bisa pakai proses bertahap seperti dijelaskan sains.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

40855. DISKUSI LINTAS AGAMA

40854. KAITAN TAKDIR USAHA DAN NASIB

 













KAITAN TAKDIR ALLAH USAHA MANUSIA DAN NASIB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Hubungan antara:

1)        Takdir Allah.

2)        Usaha manusia.

3)        Nasib.

 

Dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Dengan sangat seimbang.

 

Yaitu:

1)        Allah menetapkan segala sesuatu.

 

2)        Memberi manusia pilihan kehendak dan tanggung jawab.

 

 

A.       Takdir Allah (القدر).

 

Takdir adalah ketetapan Allah.

Sudah ditulis di Lauh Mahfuzh.

 

Mencakup segala sesuatu.

Rezeki, jodoh, umur, musibah, dll.

 

Al-Quran surah Al-Qamar: 49)

 

Al-Quran surah Al-Qamar (surah ke-54) ayat 49.


إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

 

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).

 

Keterangan.

 

1)        Allah menetapkan segala sesuatu sejak awal.

2)        Termasuk hidup, mati, rezeki, dan nasib.

 

Al-Quran surah At-Tagabun (surah ke-64) ayat 11.


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

 

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

Keterangan.

 

1)        Semua kejadian apa pun.

2)        Peristiwa baik dan buruk.

3)        Atas izin dan ilmu Allah.

 

Al-Quran surah Al-Hadid (surah ke-57) ayat 22.


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

 

Tak ada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian adalah mudah bagi Allah.

 

Keterangan.

1)        Takdir sudah tercatat di Lauh Mahfuz.

 

A.       Ayat usaha dan pilihan manusia.

 

Al-Quran surah Ar-Ra’d (surah ke-13) ayat 11.


لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Keterangan.

 

1)        Nasib berubah hanya terjadi.

2)        Jika manusia berusaha.

 

Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 39-41.

 


وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

 

39. dan bahwa seorang manusia tidak mendapat selain apa yang telah diusahakannya,

 

وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

 

40. dan bahwa usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).


ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ


41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

 

Keterangan.

 

1)        Balasan di akhirat.

2)        Hasil di dunia.

3)        Tergantung usaha manusia.

 

Al-Qurah surah Al-Insan (ssurah ke-76) ayat 3.


إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا


Sesungguhnya Kami menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

 

Keterangan.

 

1)        Allah memberi pilihan hidup kepada manusia.

 

2)        Boleh patuh atau maksiat.

 

Kesimpulan

Islam mengajarkan bahwa:

 

1)        Takdir adalah ketetapan Allah.

 

2)        Manusia diberi pilihan kehendak dan tanggung jawab.

 

3)        Usaha (ikhtiar) sangat penting.

 

Dari situ manusia mendapat balasan.

 

Usaha manusia.

Yaitu gerakan bebas dalam wilayah takdir.

 

Dalam ruang takdir itu.

Manusia diberi kemampuan memilih dan berusaha.

 

Allah menciptakan kemampuan dan kehendak.

Tapi manusia yang memilih menggunakannya.

 

Nasib:

Hasil Akhir Ikhtiar di Bawah Takdir.

 

1)        Nasib

Gabungan output takdir dan usaha.

 

2)             Takdir

Kondisi awal dan batasan.

 

3)        Usaha.

Keputusan dan tindakan.

 

Nasib.

Hasil ditentukan Allah.

Dipengaruhi usaha manusia.

 

Penjelasan

 

1)        Takdir

Arena permainan ditetapkan Allah.

 

2)        Usaha

Cara bermain yang kita pilih: usaha, doa, amal.

 

3)        Nasib 

Skor akhir diputuskan Allah.

Berdasarkan usaha dalam arena takdir.

 

 Kesimpulan dari Al-Qur'an:

 

1)        Allah Maha Mengetahui hasil akhir (takdir).

 

2)        Manusia tidak tahu, maka ia wajib berusaha dan berdoa.

 

3)        Nasib bisa berubah dengan amal, ikhtiar, dan doa yang tulus.

 

4)        Takdir adalah ilmu Allah.

 

5)        Nasib tanggung jawab manusia.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.