Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, June 5, 2025

40864. CARA ALQURAN MENJAWAB LOGIKA ATEIS

 


CARA ALQURAN MENJAWAB LOGIKA ATEIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Ateis

Yaitu orang yang:

 

1)        Tak percaya adanya Tuhan.

2)        Tak percaya ada surga dan neraka.

3)        Tak percaya ada hidup di akhirat.

 

 Al-Qur'an merespons pikiran ateis.

Dengan pendekatan beragam.

 

Al-Qur'an tak sebut "ateis" langsung.

Tapi membantah argumen ateis.

 

 

Cara Al-Qur’an menjawab pikiran ateis:

 

1)        Mengajak berpikir tentang penciptaan.

2)        Mengkritik anggapan hidup kebetulan.

 

3)        Menawarkan bukti lewat tanda alam.

4)        Menegaskan ilmu manusia  terbatas.

 

5)        Menggugah hati nurani dan fitrah.

 

A.       Mengajak Berpikir tentang Penciptaan.

 

Al-Quran surah At-Tur (surah ke-52) ayat 35.

 

مْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

 

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun atau mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

 

Keterangan.

 

Ada 3 kemungkinan logis:

 

1)        Apakah kita tercipta dari ketiadaan mutlak?

Tidak mungkin.

 

2)        Apakah kita menciptakan diri sendiri? Mustahil.

 

3)        Maka pasti ada yang menciptakan.

Yaitu Allah.

 

Logika ini.

Disebut argumen kausalitas.

Atau sebab-akibat.

 

Segala yang ada.

Pasti ada penyebabnya.

 

B.       Mengkritik Anggapan Hidup Itu Kebetulan

Al-Quran surah Al-Jasiyah (surah ke-45) ayat 24.


وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

 

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanya hidup di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak punya pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanya menduga saja.

 

Keterangan.

 

Al-Qur'an menolak materialis.

Yang anggap hidup.

 

Hanya siklus biologis.

Tanpa makna.

 

Menyasar ateis ilmiah/materialis.

Menyamakan manusia dengan makhluk biologis biasa.

 

Tanpa jiwa.

Tanpa tujuan ilahi.

 

C.       Menawarkan bukti lewat tanda alam (ayat kauniah)

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 190.


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda bagi orang yang berakal,

 

Keterangan.

 

Alam semesta penuh "tanda" (آيات).

Bukti yang bisa dibaca akal sehat.

Untuk mengenal Tuhan.

 

Ateis sering andalkan observasi ilmiah.

Al-Qur’an justru mendorong observasi.

 

Hasil observasi mestinya mengarah  pengakuan ada Tuhan.

 

D.       Menegaskan ilmu manusia terbatas.

 

Al-Quran surah Al-Jasiyah (surah ke-45) ayat 24.


وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

 

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanya hidup di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak punya pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanya menduga saja.

 

Keterangan.

 

Al-Qur’an menyebut bahwa manusia yang menolak akhirat dan Tuhan.

 

Hanya bersandar dugaan.

Bukan kepastian ilmiah.

 

Kritik pada klaim ilmiah absolut.

Sering dipakai menyangkal hal gaib.

 

E.       Menggugah Hati Nurani dan Fitrah

 

Al-Quran nsurah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 172.

 


وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

 

 

 

Ayat ini menantang logika ateis dengan mempertanyakan kemungkinan bahwa sesuatu bisa muncul tanpa sebab atau menciptakan dirinya sendiri, yang secara rasional sulit diterima.

 

 

Ayat ini menyoroti kelemahan argumen yang tidak didasarkan pada pengetahuan yang pasti, melainkan pada dugaan semata.

 

 

---

 

F.        Keberadaan Tuhan dan Keteraturan Alam

 

Al-Qur'an menunjukkan.

Bahwa alam semesta teratur dan seimbang.

 

Bukti keberadaan Tuhan.

 Jelas dan tidak diragukan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

 

 

 

40863. APOTEK DUNGUS 4-6-25 (35 R)




 

40861. AGUS MUSTOFA ISLAM ZAMAN NABI

Wednesday, June 4, 2025

40860. ALQURAN DAN TEORI EVOLUSI DARWIN



ALQURAN DAN TEORI EVOLUSI DARWIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur'an tak eksplisit.

Menyebut "Teori Evolusi".

 

Seperti Charles Darwin.

Tapi ada ayat Quran.

 

Oleh sebagian mufasir.

Mendekati konsep evolusi bertahap.

 

Pada makhluk hidup.

Termasuk manusia.

 

A.       Teori Evolusi (Sains Modern)

 

Dikembangkan Charles Darwin

1)        Bahwa makhluk hidup berkembang.

2)        Dari nenek moyang bersama.

 

3)        Bertahap lewat seleksi alam.

4)        Manusia berasal dari spesies primata purba.

 

5)        Tak menyebut keterlibatan Tuhan secara langsung

 

B.       Pandangan Al-Qur’an.

 

1)        Penciptaan manusia pertama (Adam) secara khusus, dari tanah.

 

2)        Proses penciptaan janin dijelaskan bertahap (air mani → darah → daging → tulang)

3)        Tidak menyebut manusia berasal dari hewan lain.

 

4)        Allah "meniupkan roh" ke dalam manusia.

 

5)        Manusia makhluk istimewa

 

C.       Titik temu dan perbedaan utama.

 

1.        Penciptaan Langit dan Bumi

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 117.


بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

 

Allah Pencipta langit dan bumi, dan jika Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

Dan apakah orang-orang kafir tidak tahu bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

 

D.       Penciptaan Manusia

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 26.

 


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

 

Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

 

Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 12–14.

 


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

 

12. Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

 

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

 

13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat kokoh (rahim).

 

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

 

14. Kemudian air mani Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah  Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

 

Al-Quran surah Sad (surah ke-38) ayat 71-72.

 


إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

 

71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".

 

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

 

72. Maka jika telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".

 

E.       Penciptaan Hewan

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 45.


وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan 2 kaki sedangkan sebagian (lain) berjalan dengan 4 kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

F.        Proses bertahap dan bertingkat.

 

Al-Qurah surah Nuh (surah ke-71) ayat 14.

 


وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

 

Padahal Dia sesungguhnya menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan.

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 1-2.

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

 

1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

 

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

 

2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

 

G.      Dorongan mengkaji penciptaan.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 20.

 


قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Katakan (Muhammad): "Berjalanlah di bumi, maka perhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari awalnya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Kesimpulan

 

1)        Penciptaan manusia bertahap.

2)        Bukan sekaligus.

 

3)        Bahwa asal usul manusia pertama adalah Nabi Adam.

 

4)        Perkembangan biologis janin.

5)        Bukan evolusi spesies.

 

6)        Proses bertahap penciptaan.

 

7)        Sebagian ulama menyatakan.

Proses  perkembangan manusia dalam kandungan.

 

8)        Sebagian lain menyebut.

Proses penciptaan biologis bertahap.

 

9)        Dalam kerangka tertentu.

10)  Bisa dipahami sebagai evolusi.

 

11)  Membuka ruang observasi ilmiah.

12)   Meneliti asal-usul makhluk hidup.

 

13)  Bisa mencakup evolusi biologis.

 

14)  Tak sebut manusia berasal dari spesies makhluk hidup lain.

 

15)   Penciptaan Adam disebut penciptaan istimewa dan pertama.

 

16)  Tak lewat makhluk sebelumnya.

 

 

Ringkasan

 

A.       Tradisional

  

Manusia (Adam) diciptakan langsung (Adam).

Tanpa evolusi biologis dari makhluk sebelumnya.

 

Evolusi hanya mungkin untuk hewan/tumbuhan.

 

B.       Moderat.

 

Evolusi bisa terjadi pada makhluk lain.

Manusia makhluk khusus pakai "roh ilahi".

 

Proses biologis bisa mirip evolusi.

Tak penuh seperti Darwinisme.

 

C.       Simbolis-evolusioner.

 

Ayat proses bertahap.

 Metafora proses evolusi.

 

Tapi roh manusia tetap ilahiah.

Tak bisa dijelaskan sains.

 

Apakah Al-Qur’an mendukung Teori Darwin?

 

A.       Tidak mendukung penuh.

 

1)                Darwinisme menyatakan evolusi.

2)                Tanpa campur tangan Tuhan.

 

B.       Tidak menolak total.

 

1)        Banyak ayat mendorong manusia.

Untuk berpikir, meneliti asal-usul makhluk hidup.

 

2)        Mengakui ada proses bertahap.

 

Penutup:

 

1)        Al-Qur’an tak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

 

2)        Al-Quran punya kerangka metafisika .

 

3)        Allah mencipta langsung segala sesuatu.

 

4)        Termasuk bisa pakai proses bertahap seperti dijelaskan sains.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.