UNTUNG DAN RUGI SOUND HOREG DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Apa yang dimaksud sound horeg?
Sound horeg.
1)
Sistem pengeras suara berdaya besar .
2)
Dengan volume sangat keras.
3)
Dalam acara hiburan, karnaval,
hajatan, atau kegiatan masyarakat.
Apa hukumnya Sound Horeg.
Jawab.
1)
Tak otomatis haram hanya
2)
Karena suaranya keras.
3)
Yang perlu dinilai
a.
Cara pakai.
b.
Tempat.
c.
Waktu.
d.
Tujuan.
e.
Akibatnya.
A.
Keuntungan Sound Horeg
Yaitu:
1)
Hiburan dan kegembiraan
2)
Mempererat hubungan social
3)
Menggerakkan ekonomi
4)
Media seni dan kreativitas
1.
Hiburan dan kegembiraan
1)
Islam tidak melarang manusia
bergembira.
2)
Pernikahan, hari raya, dan kegiatan Masyarakat
3)
Bisa disertai hiburan
4)
Selama tak ada hal yang dilarang.
2.
Mempererat hubungan social
Contohnya:
1)
warga berkumpul acara desa;
2)
remaja bekerja sama kegiatan;
3)
masyarakat saling mengenal;
4)
UMKM mendapat pembeli.
5)
Secara logika.
a.
Kegiatan bersama .
b.
Memperkuat hubungan social.
3.
Menggerakkan ekonomi
Sound system melibatkan:
1)
penyewa sound;
2)
operator;
3)
penyanyi/musisi;
4)
pedagang makanan;
5)
parkir;
6)
UMKM;
7)
transportasi.
Timbul efek ekonomi.
4.
Media seni dan kreativitas
1)
Musik dan teknologi audio.
2)
Sarana kreativitas.
3)
Selama isi dan kegiatan
4)
Tak melanggar syariat.
B.
Kerugian Sound Horeg.
Yaitu:
1)
Mengganggu orang lain
2)
Mengganggu tetangga
3)
Mengganggu ibadah
4)
Membahayakan pendengaran
1.
Sound Horeg mengganggu orang lain
QS. Al-Isra' (17:110)
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا
تُخَافِتْ بِهَا
“Jangan engkau mengeraskan suaramu
dalam salatmu dan jangan pula merendahkannya...”
1)
Ayat ini tentang salat.
2)
Bukan sound horeg.
3)
Tapi prinsip mengatur suara.
QS. Al-Isra' (17:26)
Prinsip umum:
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
“Jangan kamu menghamburkan (harta) secara boros.”
1)
Jika sound berlebihan.
2)
Habiskan biaya tanpa manfaat sepadan.
3)
Muncul soal israf/tabdzir.
2.
Mengganggu tetangga
1)
Nabi tekankan.
2)
Muslim tak menyakiti tetangganya.
3)
Prinsip hadis terkenal:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
“Barangsiapa beriman pada Allah dan hari akhir, jangan menyakiti tetangga”.
Jika suara sangat keras
1)
tetangga tak bisa tidur;
2)
bayi menangis terus;
3)
orang sakit terganggu;
4)
lansia terganggu;
5)
orang belajar tak bisa konsentrasi;
a.
Masalahnya bukan lagi
b.
Musik boleh atau tidak.
c.
Tapi menyangkut hak orang lain.
3.
Mengganggu ibadah
Misalnya
Sound horeg sangat keras.
Ketika:
1)
azan;
2)
salat jamaah;
3)
pengajian;
4)
orang baca Al-Qur'an.
Secara logika social.
1)
Hak hiburan orang.
2)
Tak hapus hak orang lain
3)
Untuk ibadah tenang.
4.
Membahayakan pendengaran
1)
Suara sangat keras.
a.
Ganggu pendengaran
b.
Jika paparan tinggi dan lama.
2)
Prinsip:
a.
Hiburan → boleh.
b.
Hiburan membahayakan → diatur.
5.
Menimbulkan konflik
Contoh:
1)
Warga A
Pesta sound sangat keras.
2)
Warga B
Minta dikecilkan sebab anaknya tidur.
3)
Warga A merasa terganggu.
4)
Akhirnya terjadi pertengkaran.
Secara logika:
1)
Hiburan harus gembira.
2)
Tapi hasilkan permusuhan.
3)
Perlu dievaluasi.
6.
Prinsip Al-Qur'an: jangan
berlebihan
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah, tetapi jangan
berlebihan.”
(QS. Al-A'raf 7:31)
1)
Ayat ini tentang makan dan minum.
2)
Tapi prinsip tidak berlebihan
3)
adi pelajaran umum.
4)
Dalam konteks sound:
a.
Volume sedang → bermanfaat.
b.
Volume sangat keras → manfaat tambahan
c.
Belum tentu bertambah.
d.
Tapi mudarat bertambah.
Contoh
1)
Volume 50 → orang menikmati musik.
2)
Volume 70 → masih menyenangkan.
3)
Volume 100 → belum tentu lebih
menyenangkan.
4)
Tapi gangguan lebih besar.
5)
Itu pentingnya wasathiyah.
6)
Jaga seimbang.
7.
Kaidah logika: hak kita dibatasi
hak orang lain
1)
Ini sangat penting.
2)
Saya punya hak hiburan.
3)
Tetangga punyai hak tenang.
4)
Solusi yang adil
Bukan:
“Saya bebas melakukan apa saja karena ini acara saya.”
5)
Tetapi:
“Saya boleh bersenang-senang selama tidak ambil hak orang lain.”
Contoh:
1)
Hajatan pukul 19.00–21.00.
a.
Volume terkendali
b.
Manfaat sosial besar.
c.
Gangguan relatif kecil.
2)
Sound sangat keras
Pukul 23.00–02.00
a.
Manfaat hiburan mungkin ada.
b.
Tapi gangguan lebih besar.
Banyak contoh
Contoh 1— Hajatan
1)
Sound cukup keras.
2)
Tapi terkendali.
3)
Selesai waktu yang wajar.
4)
Manfaat lebih besar daripada mudarat.
Contoh 2 — Sound tengah malam
1)
Orang tua, bayi, dan pekerja
terganggu.
2)
Mudarat meningkat.
Contoh 3 — Dekat masjid saat salat
1)
Sound hiburan sangat keras.
2)
Jamaah sedang salat.
3)
Tidak hormati ibadah .
4)
Ganggu masyarakat.
Contoh 4 — Dekat sekolah
1)
Sound sangat keras
2)
Siswa sedang ujian.
3)
Ganggu proses pendidikan.
Contoh 5 — Dekat rumah sakit
1)
Sound keras di dekat pasien.
2)
Mudharat sangat besar.
3)
Harus dihindari.
Contoh 6 — Karnaval desa
1)
Sound waktu terbatas.
2)
Rute jelas.
3)
Keamanan diperhatikan
4)
Manfaat sosial bisa besar.
Contoh 7 — Persaingan sound
1)
Kelompok berlomba:
2)
“Sound saya harus lebih keras daripada
sound dia.”
3)
Hiburan jadi ego dan kompetisi.
4)
Habiskan uang berlebihan
5)
Ganggu Masyarakat.
6)
Manfaatnya makin kecil.
Contoh 8 — Pesta orang kaya
1)
Bayar mahal.
2)
Tunjukkan sound paling besar.
3)
Tujuan pamer.
4)
Tak hanya soal suara.
5)
Tapi riya, sombong, dan boros.
Contoh 9 — Tetangga protes
1)
Tetangga sampaikan:
“Tolong volumenya diturunkan karena anak saya sakit.”
2)
Respons akhlak terbaik
3)
Cari kompromi.
Apakah sound horeg haram?
Jawaban.
1)
Tak tepat semua sound horeg
2)
Otomatis haram.
Penilaiannya harus melihat:
1)
Tujuan + isi hiburan + volume + waktu
+ tempat + dampak + hak orang lain.
Jika dipakai
1)
Wajar
2)
Tak maksiat.
3)
Tak rugikan orang lain.
4)
Manfaatnya lebih besar.
Tapi Sebaliknya.
1)
Sangat keras + ganggu tetangga + ganggu
ibadah + bahaya + berlebihan + timbul konflik.
a.
Mudaratnya kuat
b.
Harus dihentikan atau dikurangi.
Rumus
1)
Hiburan + manfaat − gangguan − bahaya
− pemborosan = penilaian akhir.
1)
Jadi ukuran Islam
Tak sekadar:
“Sound horeg atau bukan?”
Tetapi:
1)
“Apakah kesenangan saya.
2)
Ambil ketenangan dan hak orang lain?”
Kesimpulan.
1)
Boleh bersenang-senang.
2)
Jangan buat susah orang lain.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



