NABI YUSUF SETELAH MASUK PENJARA MASUK ISTANA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, M.M
Nabi Yusuf dimasukkan penjara
bukan melakukan kesalahan atau kejahatan.
Tetapi karena penguasa
yang sewenang-wenang.
Nabi Yusuf dalam penjara
adalah tempat aman untuk menghindari segala godaan.
Nabi Yusuf bisa berdakwah
daan member nasihat kepada penghuni lainnya dalam penjara
Pada suatu hari, tahanan lain
menceritakan mimpinya kepada Nabi Yusuf.
Para tahanan mengharapkan Nabi Yusuf memberi tafsiran mimpinya.
Nabi Yusuf berkata,
”Aku diberi kemampuan oleh
Allah sehingga bisa tahu makanan apa yang akan kamu terima.”
Nabi Yusuf berkata,
Wahai pemuda pelayan, kamu
segera dikeluarkan dari penjara dan kerja kembali seperti semula.”
Sedangkan kau, wahai
pemuda penjaga gudang akan dihukum mati.”
Nabi Yusuf berkata,
”Wahai temanku, jika kamu
telah keluar dan kembali bekerja di istana sebutlah namaku dihadapan Raja.
Kata kepadanya bahwa aku
dipenjara karena sewenang-wenang, bukan karena bersalah.”
Kemudian, pemuda itu
dibebaskan.
Tetapi pesanan Nabi Yusuf
kepada pemuda itu tidak disampaikan kepada Raja.
Al-Quran surah Yusuf (surah
ke-12) ayat 36.
وَدَخَلَ
مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا
ۖ وَقَالَ الْآخَرُ إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُلُ
الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
Dan bersama dengan dia
masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkata salah seorang di antara
keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan
yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti
di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung". Berikan kepada kami tafsirnya;
sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menafsirkan
mimpi).”
Al-Quran surah Yusuf (surah
ke-12) ayat 42.
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا
اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي
السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
Dan Yusuf berkata kepada
orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: "Terangkanlah
keadaanku kepada tuanmu". Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan
(keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara
beberapa tahun lamanya.
Dan Yusuf berkata kepada
orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua:”Terangkan
keadaanku kepada tuanmu”. Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan
Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa
tahun lamanya.
Pada suatu hari, para
pembesar berkumpul di istana Raja Mesir.
Raja menjelaskan mimpinya.
Tapi tidak ada pembesar yang
bisa menafsirkan mimpi Raja.
Pelayan teringat pesan
Nabi Yusuf saat dalam penjara.
Dia memberanikan diri
menghampiri Raja dan berkata,
”Wahai Paduka Tuanku!
Hamba punya teman dalam penjara yang pandai menafsirkan mimpi.”
Dia orang cakap, ramah dan
berbudi pekerti luhur.
Ia tidak melakukan
kesalahan apa pun.
Ia dipenjara hanya karena fitnah
dan tuduhan palsu belaka.”
Dengan izin Raja, pergilah
pelayan mengunjungi Nabi Yusuf dalam penjara.
Nabi Yusuf berkata,
”Kerajaan akan makmur dan subur
selama 7 tahun.
Tapi akan terjadi kemarau
selama 7 tahun berikutnya.”
Raja percaya terhadap apa
yang diceritakan oleh Nabi Yusuf.
Kemudian Raja segera
menjadikan sebagai Nabi Yusuf pejabat di istana.
Al-Quran surah Yusuf (surah
ke-12) ayat 51.
قَالَ
مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ ۚ قُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ
مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ ۚ قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ الْآنَ
حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
Raja berkata (kepada
wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk
menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha Sempurna
Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya". Berkata
isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, aku yang menggodanya
untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang
yang benar".
DALAM PENJARA BISA KE ISTANA
DAN SEBALIKNYA.
DARI ISTANA BISA KE PENJARA.
Dan dari istana bisa ke
penjara.
Orang yang dipenjara hari
ini bisa saja kelak tinggal di istana.
Dan sebaliknya orang yang
tinggal di istana hari ini kelak tinggal di dalam penjara.
Itu banyak contohnya dalam
sejarah.
Sejak zaman Nabi Yusuf
sampai zaman demokrasi modern.
Kita terlalu tertekan oleh
gambar kecil masa kini.
Membuat kita tidak melihat
gambar besar masa depan.
Mulailah mengambil hikmah
dari setiap peristiwa.
Karena yang buruk dari
media sosial adalah orang berebut menjadi yang pertama.
Bukan menjadi yang benar.
(Sumber internet)
0 comments:
Post a Comment